Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereAbaza di Rusia

Abaza di Rusia


Orang Abaza tinggal di wilayah barat Kaukasus Rusia Barat Daya. Mereka berhubungan erat dengan suku Abkhazian. Pada kenyataannya, kedua kelompok ini menggunakan nama yang sama, Apswa, untuk menggambarkan diri mereka sendiri, dan mereka berbicara dengan menggunakan bahasa yang hampir mirip, yang disebut Abazin, yang merupakan bagian dari keluarga bahasa Kaukasian Barat Laut. Kedua suku ini benar-benar berbeda dalam hal agama. Sementara sebagian besar orang Abkhazian adalah orang Rusia Kristen Ortodoks, orang Abaza adalah Muslim.

Suku Abaza telah tinggal di daerah Gunung Kaukasus selama ribuan tahun. Pada abad 6, mereka menerima kekristenan. Namun, antara abad 16 dan 19, mereka secara bertahap mulai memeluk agama Islam. Pada tahun 1800-an, Abaza jatuh di bawah kendali Rusia dan beberapa kali memberontak terhadap kekuasaan Rusia hingga awal tahun 1900-an. Abaza berhasil mempertahankan bahasa dan budaya mereka meski pemerintahan komunis sempat berusaha mematahkan semangat mereka dalam mempertahankannya.

Seperti Apakah Kehidupan Mereka?

Sebagian besar orang Abaza adalah petani dan penggembala. Tembakau adalah hasil panen utama, tapi mereka juga menanam teh, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Peternakan adalah aspek penting lain dalam ekonomi orang Abaza. Dikarenakan mata pencaharian mereka, sembilan dari sepuluh orang Abaza tinggal di pedesaan. Rumah mereka dibangun dari batu bata dan memunyai satu atau dua lantai. Kebanyakan rumah memunyai beranda dan balkon, tempat seluruh keluarga menghabiskan waktu luang mereka ketika cuaca sedang bersahabat.

Kebanyakan wanita Abaza menikah saat mereka berumur dua puluh tahunan, sedangkan para pria menikah pada usia tiga puluh tahunan atau bahkan empat puluh tahunan. Pernikahan dengan saudara dilarang: seseorang tidak diperbolehkan menikahi orang yang memunyai nama belakang yang sama dengan kakeknya. Dahulu, mereka dijodohkan, tapi sekarang pria dan wanita bebas memilih dengan siapa mereka akan menikah. Kadang-kadang, seorang wanita setuju untuk menikah, tapi orang tuanya tidak. Jika hal itu terjadi, sang pria dan teman-temannya akan "menculik" dan membawa sang wanita ke rumahnya, di mana upacara pernikahan diadakan. Keluarga mempelai wanita tidak menghadiri upacara pernikahan meski sang mempelai wanita tidak diculik. Si mempelai wanita harus tetap diam dan menyendiri saat keluarga mempelai pria berpesta pora.

Orang Abaza sangat menjunjung tinggi keramahtamahan. Seorang tamu dihormati sama seperti mereka menghormati ayah atau kakek mereka. Tamu dipersilakan duduk di tempat terhormat. Kedatangan tamu diiringi dengan ritual pesta. Tuan rumah dan tamu saling memberi salam dengan minum anggur, saling menghormati dan mengenali satu sama lain. Keramahtamahan seperti itu adalah suatu kebanggaan bagi keluarga.

Orang-orang Abaza adalah orang Muslim, dan sebagian besar dari mereka mengikuti sekolah Hanafite dari aliran Suni. Daerah yang mayoritas beragama Islam didasarkan pada lima ketentuan dasar. Pertama, Muslim harus percaya bahwa hanya ada satu tuhan, Allah, dan pendiri Islam, yaitu Muhammad, adalah nabinya. Kedua, orang muslim yang taat diwajibkan berdoa lima kali sehari dengan menghadap ke Mekah, kota suci dalam agama Islam. Ketiga, mereka harus memberikan sedekah kepada orang-orang miskin. Keempat, orang Muslim diwajibkan berpuasa selama bulan Ramadhan. Dan yang terakhir, setidaknya sekali seumur hidup mereka, mereka harus melakukan perjalanan ibadah ke Mekah, bila mereka mampu.

Apa Saja Kebutuhan Mereka?

Pekerjaan misi kepada orang-orang Abaza sulit dilakukan karena kerusuhan yang baru-baru ini terjadi di daerah Kaukasus, pertikaian etnik dan agama, dan perang di dekat Chechnya.

Hanya ada sedikit orang Abaza yang menjadi orang Kristen. Karena ada banyak kelompok orang Kristen di daerah ini, mereka sangat terbiasa dengan kekristenan. Namun, mereka tidak memiliki pengetahuan yang sebenarnya tentang kuasa keselamatan Kristus.

Doa dan syafaat yang kuat harus dilakukan supaya mata orang-orang Abaza terbuka kepada kebenaran Injil Yesus Kristus.

Pokok Doa:

  1. Minta kepada Tuhan pemilik ladang untuk mengirimkan penuai kepada orang Abaza di Rusia. Kiranya Tuhan mengirimkan orang-orang yang mengasihi orang Abaza untuk mau menjangkau suku bangsa yang masih terhilang ini.

  2. Doakan supaya Tuhan memberikan keberanian kepada orang Kristen Abaza yang jumlahnya masih sedikit untuk memberitakan kasih Kristus kepada orang-orang di suku mereka.

  3. Minta Tuhan melembutkan hati orang Abaza sehingga Tuhan mau mengangkat prinsip-prinsip dan kekuatan rohani yang mengikat orang-orang Abaza.

  4. Minta kepada Tuhan untuk menggerakkan para pendoa syafaat yang akan berdiri di antara orang-orang Abaza di Rusia.

  5. Berdoa supaya Tuhan menyatakan Diri di tengah-tengah orang Abaza melalui mimpi dan visi.

  6. Mohon pada Tuhan supaya mendirikan gereja-gereja lokal yang kuat di antara orang-orang Abaza di Rusia. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Joshua Project
Judul asli artikel : Abaza of Russia
Penulis : Tidak dicantumkan
Alamat URL : http://www.joshuaproject.net/

e-JEMMi 38/2009