Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are here7 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Pekabaran Injil

7 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Pekabaran Injil


Oleh: Michael Green

Apakah artinya pekabaran Injil?

Pekabaran Injil tidak ada hubungannya dengan manipulasi dan media, tidak ada hubungannya dengan para pengkhotbah yang berapi-api dan kebaktian kebangunan rohani besar-besaran. Tetapi Pekabaran Injil adalah, seperti yang dikatakan dalam ungkapan, 'seorang pengemis memberitahu kepada pengemis yang lain di mana dia bisa mendapatkan roti.' Pekabaran Injil adalah, seperti jika Anda mendapatkan kelimpahan -- seseorang yang sedemikian penuh dengan Kristus sehingga ia tidak dapat berdiam diri untuk tidak menceritakan mengenai hal itu. Itu hal yang sangat berbeda bukan? Dan ini barangkali hal pertama yang perlu kita ketahui tentang Pekabaran Injil.

  1. Saya perlu tahu bahwa PI bersifat alami

    Tidak ada sesuatupun yang ganjil atau aneh tentang hal Pekabaran Injil. Jika Anda peduli pada orang lain, maka Anda akan memberitahukan rahasia dan sukacita Anda pada mereka -- apa yang menggembirakan dan memuaskan Anda. Bukankah demikian? Jika demikian, karena Anda orang Kristen dan sudah mengenal hubungan yang indah, persekutuan yang bertumbuh dalam dengan Kristus yang sudah bangkit -- bukankah itu hal yang indah yang Anda ingin bagikan kepada orang lain? Itu adalah hal yang sangat alami.

  2. Saya perlu tahu bahwa PI adalah tanggung jawab saya

    Marilah kita menghadapinya, siapakah yang akan memberitahukan pada teman-teman di lingkungan saya mengenai Yesus, kalau saya tidak melakukannya? Pendeta? Bukankah pendeta Anda tidak mengenal mereka, dan barangkali mereka tidak pergi ke gereja? Ada banyak hal dalam Perjanjian Baru yang sangat jelas menunjukkan bahwa setiap orang Kristen dipanggil untuk menjadi saksi bagi Yesus Kristus. Kita tidak dipanggil untuk menjadi pengkhotbah, tetapi kita semua dipanggil untuk menjadi "duta-duta Kristus" di mana Allah mau berbicara kepada orang lain melalui kita (2 Korintus 5:20). Sebenarnya, itulah yang Dia ingin lakukan. Dia tidak punya tangan, tidak punya kaki, tidak punya bibir seperti manusia tetapi Dia mau orang-orang percaya melakukan pekerjaan-Nya dewasa ini. Itu adalah tanggungjawab kita. Betapa mengerikan jika kita menjadi, seperti yang dikatakan Paulus "bersalah karena darah" dari orang-orang kepada siapa kita tidak mau memberitakan kabar baik pada saat ada kesempatan untuk melakukannya (Kisah Para Rasul 20:26-27).

    Ada dua orang usahawan yang bersahabat. Mereka biasa bermain golf bersama paling tidak sekali seminggu. Yang satu orang Kristen, yang lainnya bukan. Satu saat yang bukan Kristen ini jatuh sakit dan berada diambang pintu kematian. Kawannya yang Kristen itu kemudian menceriterakan kepadanya mengenai Yesus. Orang yang sedang sekarat itu menolak untuk mempercayai apa yang dikatakannya. "Kalau apa yang kamu katakan itu penting," dia menggerutu, "tentunya kamu akan memberitahukan hal itu kepadaku beberapa tahun yang lalu." Komentar yang masuk akal bukan?

    Jika kita peduli pada seseorang, adalah wajar bila kita membagikan hal penting ini pada mereka. Dan itulah yang dimaksudkan dengan pekabaran Injil pribadi: membagikan pada orang lain dengan cara Anda sendiri yang alami, secara wajar Anda ceritakan kepada teman dekat Anda betapa berartinya Yesus bagi hidup Anda. Mereka tidak akan menghindar, kalau Anda berbicara dengan mereka secara santai, seperti kalau Anda berbicara mengenai pertandingan sepak bola atau mengenai barang-barang yang dijual di toko-toko. Mereka akan tertarik, bahkan barangkali menginginkan apa yang anda yakini untuk diri mereka sendiri.

  3. Saya perlu tahu mengenai teman saya

    Kita hanya dapat menginjili kepada teman-teman saya saja. Ini bukan hal yang dibesar-besarkan, tetapi cukup bijaksana. Secara umum orang-orang akan bersedia mendengarkan hal-hal yang bersifat pribadi (tentang iman dan tujuan hidup) dari seseorang yang mereka percayai, seseorang yang hidupnya telah memberi pengaruh pada mereka, seseorang yang memiliki kejujuran dan ketulusan yang mereka tahu secara nyata. Paulus benar ketika ia mengatakan kepada jemaat di Filipi bahwa mereka harus "bercahaya sebagai terang dunia" sebelum mereka dengan meyakinkan "membagikan Firman kehidupan" (Filipi 2:15-16).

    Terlebih lagi kalau kita mengenal seseorang dengan baik, kita dapat menentukan waktu dan cara pendekatan yang tepat, dengan cara terbaik untuk melaksanakannya. Beberapa orang sangat hangat dan bersahabat: Kasih Yesus terhadap kita di kayu salib, dan undangan-Nya secara pribadi kepada kita untuk menerima Dia bisa menjadi jalan masuk bagi orang seperti itu. Yang lain lagi sangat fragmatis: komitmen diri berdasarkan bukti-bukti yang kuat bisa merupakan cara pendekatan yang lebih baik.

    Komitmen kekristenan memiliki banyak kesamaan dengan metode ilmiah. Kedua-duanya melibatkan pengujian terhadap bukti. Kedua-duanya merujuk kepada pengalaman iman. Kedua-duanya mengharapkan adanya verifikasi untuk diikuti. Maksud saya adalah ini: hal yang akan menolong teman kita adalah apabila kita menampilkan kehidupan Kristen yang konsisten, dan kita sangat mengenal apa yang menarik perhatian mereka, kebutuhan-kebutuhan mereka dan cara berpikir mereka. Selanjutnya kita akan mampu untuk mempergunakan sarana-sarana tersebut dan dengan lemah lembut membimbing mereka kepada Yesus.

  4. Saya perlu mengenal Tuhan saya

    Yesus pernah memberitahu kepada kita untuk "tetap tinggal di dalam Dia" seperti sebuah carang yang tetap tinggal atau berada pada pohon yang memberikan kehidupan dan memampukan carang itu untuk berbuah. Tetapi seringkali kita tidak seperti itu, sehingga kita kehilangan kesempatan yang Dia kehendaki untuk kita ambil. Ada saat-saat di dalam kehidupan seseorang di mana mereka lebih terbuka untuk menanggapi Kristus daripada saat-saat yang lain. Itulah saat di mana Tuhan menghendaki salah satu dari hamba-hamba-Nya untuk mendekati mereka.

    Oleh karena itu, sangat penting untuk hidup dekat dengan Tuhan sehingga kita dapat mengenali dorongan-Nya yang lembut untuk "pergi dan berbicara dengan orang itu." Jika persekutuan pribadi kita dengan Tuhan sedang runtuh, jika ada dosa-dosa yang tidak diakui di dalam hidup kita, jika kita terlalu sibuk -- maka kita tidak akan dapat mendengar suara-Nya yang lembut, dan kita akan kehilangan kesempatan. Jangan takut untuk memulai pembicaraan. Jika anda lemah- lembut dan mengasihi, anda tidak akan menyakiti siapapun, walaupun mungkin anda kurang bisa membaca situasi. Anda barangkali bisa menangkap nama atau gambaran dari orang bersangkutan dalam pikiran anda atau mendapatkan dorongan yang kuat untuk menemui seseorang. Ingatlah nasihat Maria yang ditujukan kepada para pelayan pada pesta kawin di Kana, "Apa yang dikatakan kepadamu, perbuatlah itu."

  5. Saya perlu tahu caranya

    Tidaklah terlalu rumit untuk membawa seseorang untuk memulai persahabatan dengan Kristus. Tetapi kita perlu mengetahui bagaimana caranya. Ada banyak cara sederhana yang ditawarkan, tetapi yang sering saya pergunakan adalah "ABCD" [==> Admit-Believe-Consider-Do].

    PERTAMA, ada sesuatu yang orang perlu akui (ADMIT). Orang Kristen tidak perlu putus asa mengenai dosa. Dosa adalah kenyataan yang tidak dapat dihindari dari kehidupan. Kita semua sudah jatuh ke dalam dosa! "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23). Dan kegagalan kita merupakan masalah karena Allah adalah kudus dan sebagai hakim dari alam semesta, tidak dapat berbuat seolah-olah kegagalan-kegagalan kita bukan masalah; karena "Allah adalah terang, di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan" (1 Yohanes 1:5). Kita tidak perlu menjadi orang yang jahat secara khusus. Kita semua dalam kenyataannya, berada dalam perahu bocor yang sama. "Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri" (Yesaya 53:6).

    Itulah yang merupakan inti permasalahan: mementingkan diri sendiri dan memberontak terhadap Tuhan yang menciptakan kita dan yang rindu untuk mempunyai suatu hubungan dengan kita. Kita mengusir Dia keluar dari kehidupan kita. Kita tidak mau mengenal Dia. Dan dalam hal ini kita bersalah. Hal ini membawa akibat: kata-kata yang jahat, perbuatan-perbuatan yang jahat, sikap-sikap yang jahat muncul dari dasar hati kita yang memberontak.

    KEDUA, ada sesuatu yang harus dipercayai (BELIEVE). Ini sungguh mengejutkan, yaitu kebenaran bahwa Allah sendiri sudah datang untuk mencari domba-domba-Nya yang tersesat. Dia datang ke dalam dunia kita di dalam pribadi Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita (Matius 1:21). Dia hidup dalam kehidupan yang semuanya sempurna, tapi dengan sukarela mau disalibkan untuk "mengorbankan nyawa-Nya demi domba-domba," untuk "memberikan hidupnya sebagai tebusan bagi orang banyak." Dia mengambil tanggung jawab di atas kayu salib yang mengerikan itu untuk kejahatan seluruh dunia, termasuk kejahatan kita. "Ia telah mati untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah" (1 Petrus 3:18).

    KETIGA, ada sesuatu yang layak untuk dipertimbangkan (CONSIDER) yaitu harga dari pemuridan. "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan," kata Yesus (Matius 6:24). Kehidupan Kristen adalah tidak mudah. Pemuridan itu mahal harganya. Kendatipun biaya masuk ke dalam kehidupan Kristen adalah gratis, langganan tahunannya adalah bagian Anda. Lebih-lebih lagi, kehidupan Kristen berarti juga tampil di hadapan umum, namun tidak malu untuk dikenal sebagai orang Kristen (Roma 10:9-10).

    YANG TERAKHIR, ada sesuatu yang harus dilakukan (DO). Di satu sisi Yesus sudah mengerjakan semua yang diperlukan untuk membawa kita kembali pada Bapa. Tetapi kita harus mengklaimnya untuk diri kita sendiri. Dia berdiri di depan pintu kehidupan kita, siap untuk memasukinya. jika seseorang membuka pintu bagi Dia, Dia berjanji bahwa Dia akan masuk dan tidak akan pernah meninggalkan kita (Wahyu 3:20). Tetapi kita harus membuka pintu. Pintu itu adalah kehendak kita. Kita perlu berlutut, baik secara kiasaan atau secara yang sebenarnya, dan berkata, "Tuhan, marilah masuk ke dalam hidup saya, dan jangan sekali-kali meninggalkan saya." Dia akan. Dia sudah menjanjikan. Tetapi kita harus meminta Dia.

  6. Saya perlu tahu bagaimana mengakhiri

    Saya memerlukan kepekaan dalam hal ini. Teman saya barangkali sudah siap untuk membuka kehidupannya kepada Kristus. Mereka barangkali mau melakukannya dengan pertolongan kita. Tapi mungkin juga mereka lebih senang melakukannya sendiri; jika demikian mintalah mereka memberitahu Anda kapan mereka sudah melakukan hal itu, karena jelas mereka membutuhkan pertolongan lebih lanjut. Mereka barangkali punya masalah-masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Mereka bisa saja mengemukakan sejumlah alasan, dan ini perlu dihadapi dengan lembut.

    Dalam hal ini Anda memerlukan hikmat dari Tuhan. Karena itu berdoalah sementara Anda berbicara dengan mereka dan menanti untuk mereka. Allah akan menjawab doa yang memohonkan hikmat (Yakobus 1:5). Merupakan kesempatan yang luar biasa untuk berlutut bersama dengan teman Anda pada saat seperti itu, berdoa untuk mereka, dan kemudian mendorong mereka dengan kata-kata mereka sendiri meminta kepada Tuhan untuk mengampuni, untuk datang dan masuk ke dalam kehidupan mereka.

  7. Saya perlu tahu langkah-langkah berikutnya

    Pada waktu mereka baru saja membuka kehidupan mereka kepada Kristus, mereka mudah sekali diserang seperti halnya bayi yang baru lahir (1 Petrus 1:23) Dan bayi-bayi mempunyai kebutuhan-kebutuhan dasar.

    Mereka perlu dukungan yang kuat. Tunjukkan pada mereka bahwa Tuhan berjanji untuk memegang mereka erat-erat selamanya dan tidak akan pernah membiarkan ataupun meninggalkan mereka (Ibrani 13:5).

    Bayi-bayi memerlukan banyak kasih. Demikian juga dengan teman Anda. Mereka memerlukan perhatian dan kasih dari Anda dan dari kelurga Kristen. Singkatnya, mereka perlu bertemu dengan Anda secara teratur, sekali dalam seminggu untuk memonitor kemajuannya. Mereka membutuhkan kelompok kecil untuk membantu pertumbuhan mereka. Dan mereka perlu untuk menjadi bagian dari kehidupan Gereja setempat secara teratur. Adalah tugas Anda untuk memperkenalkan mereka pada hal-hal yang sangat perlu ini.

    Mereka perlu mendapatkan banyak udara segar. Jiwa mereka perlu senantiasa disegarkan. Mereka memerlukan pertolongan di dalam doa, menantikan jawaban atas doa-doa, berterimakasih pada Tuhan, dan mengembangkan persahabatan dengan Yesus. Anda adalah orang yang menyediakan bantuan untuk menolong mereka melakukan hal itu.

    Mereka memerlukan makanan. "Seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan," tulis Petrus -- dan ia harus mengetahuinya. Dia adalah bagian dari keluarga. Firman Tuhan (Alkitab) dan Perjamuan Kudus menyediakan susu bagi mereka. Keduanya merupakan makanan vital untuk bertumbuh, agar bayi-bayi itu bertumbuh kuat.

    Mereka juga perlu latihan. Tanpa latihan mereka akan menjadi lemah. Demikian juga halnya dengan orang Kristen baru. Mereka perlu bekerja bagi Tuhan supaya dapat mengembangkan dan mengencangkan otot-otot rohani mereka. Sekali lagi, anda boleh jadi adalah orang yang dapat membimbing mereka untuk berlatih.

    Demikianlah tujuh hal yang perlu Anda ketahui jika Anda ingin melakukan pekerjaan yang paling menggembirakan di dalam dunia, yaitu memperkenalkan orang lain kepada Yesus. Dan ingatlah, ada beda antara mengetahui dan melakukan. Sudah terlalu banyak tulisan yang ditulis tentang Pekabaran Injil. Namun kenyataannya baru sedikit sekali yang sudah dilakukan. Hal yang menyenangkan hati Yesus bukanlah karena kita mengetahui akan hal-hal tentang PI, tetapi karena kita pergi dan melakukannya!

Diedit dari Sumber: Majalah "Hidup Dalam Kristus". Vol. 14 No. 3

Penerbit: Yayasan Pusat Hidup Baru, Solo.

e-JEMMi 23/2001