TSCF adalah sebuah organisasi misi yang berusaha menjangkau para siswa. Organisasi ini berawal dari misi bagi siswa yang dirintis di Selandia Baru pada tahun 1936 dengan nama Inter-Varsity Fellowship. Kemudian IVF berganti nama menjadi TSCF pada tahun 1973 dan menjalin kerja sama dengan International Fellowship of Evangelical Students.
Visi utama dari TSCF adalah menjangkau para siswa bagi Kristus, dan membantu mereka untuk bertumbuh dan berkembang dalam setiap aspek kehidupan mereka di dalam Kristus. TSCF melihat bahwa para siswa Kristen telah ditempatkan secara unik untuk bisa menjangkau teman-temannya dan mengenalkan mereka kepada Kristus. Para siswa Kristen tersebut mengenal masalah-masalah dan bahasa budaya siswa pada umumnya. Oleh karena itu lebih mudah bagi mereka membuat jaringan relasi yang alamiah untuk mempermudah masuknya pelayanan misi bagi para siswa.
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- TSCF (Tertiary Students Christian Fellowship)
- Organisasi misi
- Mahasiswa Kristen
- Inter-Varsity Fellowship
- Pelayanan misi
- TSCF adalah organisasi misi yang berfokus pada jangkauan dan pelayanan kepada mahasiswa.
- Organisasi ini merupakan kelanjutan dari Inter-Varsity Fellowship yang dirintis di Selandia Baru sejak tahun 1936.
- Visi utama TSCF adalah membantu mahasiswa agar bertumbuh dan mengembangkan potensi mereka dalam Kristus.
- TSCF percaya bahwa mahasiswa Kristen memiliki keunggulan unik untuk menjangkau teman sebaya karena pemahaman mendalam atas masalah dan budaya mahasiswa pada umumnya.
Tertiary Students Christian Fellowship (TSCF) adalah sebuah organisasi misi yang didirikan untuk menjangkau mahasiswa. Berawal dari Inter-Varsity Fellowship di Selandia Baru pada tahun 1936, organisasi ini berganti nama menjadi TSCF pada tahun 1973 dan menjalin kemitraan dengan International Fellowship of Evangelical Students. Visi utama TSCF adalah menjangkau mahasiswa agar bertumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan mereka di dalam Kristus. TSCF memiliki pandangan bahwa mahasiswa Kristen berada dalam posisi unik untuk melakukan pelayanan misi karena mereka memahami masalah dan bahasa budaya teman-teman mereka secara umum, yang memudahkan pembentukan jaringan relasi yang alami.