Dulu suku Tajik banyak menetap di Afganistan, tetapi saat ini sebagian besar dari suku tersebut tinggal di Tajikistan di Asia Tengah. Setelah invasi dan pendudukan Uni Soviet di Afganistan (1979--1988), peperangan masih tetap terjadi di antara sesama kelompok Afganistan karena perebutan kekuasaan. Selama masa kekacauan dan kekerasan itu, hampir lima juta orang Afganistan mengungsi ke Pakistan; lebih dari satu juta di antaranya adalah orang Tajik.
Orang Tajik Afganistan adalah orang Indo-Iran yang berkulit putih dan berambut hitam. Namun, pernikahan antar-ras telah banyak mengubah ciri-ciri mereka. Orang Tajik masih memiliki hubungan dekat dengan orang Persia di Iran. Mereka berbicara dengan dialek bahasa Farsi, bahasa orang Persia.
Walaupun banyak pengungsi Tajik yang menetap di Pakistan, ada juga yang tetap tinggal di kamp pengungsian seraya menunggu situasi di Afganistan menjadi stabil agar mereka dapat pulang. Mereka yang tinggal di Pakistan berdiam di sepanjang perbatasan Pakistan- Afganistan.
Seperti Apa Hidup Mereka?
Sebagian besar orang Tajik Afganistan bekerja sebagai petani atau peternak. Para petani menanam kapas, jelai, gandum, serta jenis biji-bijian lainnya. Mereka tinggal di rumah yang terbuat dari tanah liat atau batu yang beratap datar. Beberapa kelompok penduduk hidup secara seminomaden. Saat musim salju mereka menetap di perkampungan; ketika musim panas tiba mereka membawa ternak mereka ke dataran yang lebih tinggi. Hanya sedikit orang Tajik yang menetap di kota-kota besar; kalaupun ada, mereka biasanya bekerja sebagai pedagang atau tukang dengan keahlian tinggi. Sejak pergi ke Pakistan, beberapa orang Tajik Afganistan terpaksa melakukan pekerjaan apa pun yang dapat mereka peroleh.
Laki-laki Tajik biasanya mengenakan turban di atas topi tenunan mereka yang berwarna cerah. Walaupun demikian, perempuan Tajik tidak mengenakan jilbab -- tidak seperti perempuan Muslim lainnya. Mereka menutupi kepala mereka dengan selendang. Para perempuan kota biasanya mengenakan baju yang menutupi tubuh mereka dari bagian kepala sampai jari kaki mereka.
Orang Tajik sangat bangga akan tradisi etnik yang mereka warisi. Ciri khas fisik bangsa Indo-Iran mereka dan bahasa mereka sangat berbeda dari kelompok etnik lainnya di Asia Tengah. Tugas menjaga tradisi dianggap sangat penting oleh orang Tajik, dan mereka menggunakan cerita rakyat untuk meneruskan adat mereka ke generasi berikutnya.
Keluarga orang Tajik biasanya cukup besar. Tidak jarang sebuah keluarga memiliki tujuh sampai delapan anak. Pernikahan yang dijodohkan oleh orang tua masih umum dijumpai dan upacara pernikahan mereka dilaksanakan sesuai adat orang Tajik.
Apa Kepercayaan Mereka?
Sebesar 99% orang Tajik Afganistan beragama Islam. Kebanyakan dari mereka adalah Muslim Sunni dari mahzab Hanafi, namun ada juga beberapa Muslim Syiah mahzab Ismailiyah di antara mereka. Muslim Sunni lebih ortodoks dalam kepercayaan mereka dibandingkan Muslim Syiah, yang percaya akan kehendak bebas manusia.
Islam memegang peranan penting dalam kehidupan orang Tajik. Hukum-hukum agama mengatur apa yang boleh dan tidak boleh mereka makan, tindak-tanduk mereka, dan cara para perempuan berpakaian. Mereka juga menerapkan ritual Islam yang berkaitan dengan kelahiran, kedewasaan, pernikahan, dan kematian. Mereka dengan setia salat lima waktu menghadap ke Mekkah, kota suci Islam.
Selain kepercayaan Islam, banyak orang Tajik yang mempraktikkan spiritisme (kegiatan supranatural yang berhubungan dengan jimat dan guna-guna).
Apa Kebutuhan Mereka?
Sebagian besar orang Tajik di Pakistan membutuhkan sangat banyak hal. Mereka menderita dengan kondisi lingkungan hidup yang tidak bersih dan air yang kurang. Tingkat melek huruf di tengah-tengah mereka hanya mencapai 10%.
Sebagian besar orang Tajik rindu pulang ke tanah kelahiran mereka, namun pertempuran masih terus terjadi di sebagian besar wilayah Afganistan. Tanah mereka dipenuhi dengan jutaan ranjau darat dan kemungkinan besar banyak desa orang Tajik Afganistan yang telah hancur.
Agama Islam adalah agama sangat sulit ditembus. Jika ada yang bertobat dan menjadi Kristen, maka mereka akan dikucilkan dari keluarga mereka. Alhasil, kekristenan hanya berkisar 0.1% dari seluruh populasi orang Tajik Afganistan.
Pokok Doa
-
Mintalah kepada Tuhan untuk mengirim orang-orang yang dipilih-Nya agar mengabarkan Kabar Sukacita kepada orang Tajik Afganistan di Pakistan.
-
Mintalah kepada Roh Kudus untuk memberikan hikmat dan pertolongan kepada organisasi-organisasi Kristen yang digerakkan Tuhan untuk menjangkau orang Tajik Afganistan.
-
Mintalah kepada Tuhan agar menampakkan diri-Nya sendiri kepada orang Tajik Afganistan melalui mimpi dan penglihatan-penglihatan.
-
Mintalah kepada Tuhan agar Dia memberikan keberanian kepada orang Tajik Afganistan yang sudah percaya. Doakanlah agar mereka berani mengabarkan kasih Kristus kepada sesama mereka.
-
Berdoalah agar ikatan kekuasaan dan kekuatan spiritual yang mengikat suku Tajik Afganistan dilepaskan.
-
Mintalah kepada Tuhan agar Dia membentuk kelompok doa yang dapat mematahkan kekuatan spiritual melalui penyembahan dan doa.
-
Mintalah kepada Tuhan agar Dia membangun gereja Tajik Afganistan untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi kemulian nama-Nya. (t/Uly)
Diterjemahkan dari:
| Nama situs | : | Joshua Project |
| Penulis | : | Tidak dicantumkan |
| Alamat URL | : | http://www.joshuaproject.net/ |
- Log in to post comments
- Tajik
- Afganistan
- Pakistan
- Pengungsi
- Asia Tengah
- Muslim Sunni
- Tradisi Etnik
- Pertanian
- Suku Tajik adalah orang Indo-Iran yang merupakan pengungsi di Pakistan, berasal dari daerah Asia Tengah yang kini dilanda konflik (Afganistan).
- Kehidupan mereka sangat terikat pada tradisi etnik yang kuat, ditopang oleh aktivitas pertanian (menanam kapas, gandum) atau peternakan, dan mempertahankan bahasa serta adat istiadat mereka.
- Mayoritas populasi adalah Muslim Sunni Hanafi, di mana ajaran Islam berperan penting dalam mengatur aspek kehidupan sehari-hari mereka, bersama dengan praktik spiritualisme.
- Sebagai pengungsi, mereka menghadapi tantangan hidup yang serius, termasuk kondisi lingkungan yang miskin, kekurangan sumber daya, dan tingkat pendidikan yang rendah.
Artikel ini membahas tentang suku Tajik dari Afganistan, yang sebagian besar saat ini menetap di Pakistan sebagai pengungsi setelah kekacauan pasca-invasi Uni Soviet. Secara etnis, mereka adalah orang Indo-Iran dengan ciri khas yang kuat, mempertahankan tradisi dan bahasa Farsi. Mayoritas Tajik adalah Muslim Sunni yang sangat menjunjung tinggi adat istiadat etnik mereka, meskipun mereka juga mempraktikkan spiritisme. Secara ekonomi, kehidupan mereka sebagian besar bergantung pada pertanian atau peternakan, dan mereka tinggal di lingkungan yang sulit. Mereka menghadapi kebutuhan mendesak seperti kondisi lingkungan yang kotor, kekurangan air, tingkat melek huruf yang rendah, dan kerinduan untuk kembali ke tanah air yang dipenuhi ranjau, menjadikan agama Islam sebagai aspek sentral dalam kehidupan mereka.