Orang Betawi masih tetap bertahan tinggal di Ibukota Negara RI.
Kebanyakan dari mereka menempati kawasan Condel Jakarta Timur.
Marunda dll. Orang Betawi tetap mempertahankan identitasnya, sebagai
kelompok yang berbeda dengan masyarakat Ibukota yang mejemuk. Bahasa
yang dipakai adalah bahasa Melayu dialek kota dan pinggiran. Pada
akhir-akhir ini pemerintah sudah mulai memperhatikan mereka dan sudah
mulai mengecap kemajuan di bidang ekonomi. Orang Betawi sudah banyak
yang menikah dengan suku-suku lain di Jakarta dan sampai sekarang
mereka tetap berjuang dengan sulitnya persaingan hidup yang ketat di
Jakarta.
Berdoa untuk keterbukaan dan respons orang Betawi terhadap Kabar
Baik. Doakan kehidupan orang percaya di Jakarta agar memiliki
beban menjangkau suku ini.
Berdoa untuk penginjil-penginjil dan gereja-gereja yang melayani
orang Betawi di Jakarta supaya diberikan Tuhan, metoda yang cocok
bagi konteks orang Betawi yang semakin terdesak oleh kemajuan
ibukota Metropolitan.
Berdoa untuk para alim ulama, tokoh dan da'i Islam seperti W.
Nurcholish Majid, Zaenuddin M.Z, Rhoma Irama dll. Supaya Tuhan
mengutus Roh-Nya untuk menerangi hati mereka sehingga mereka
percaya kepada Injil kebenaran.
Berdoa untuk orang-orang Kristen yang ada di Jakarta agar boleh
menjadi saksi yang hidup bagi orang Betawi.
Beberapa saudara yang telah percaya, agar memiliki beban melayani
suku ini.