Home
       

Resources
Artikel
Artikel-artikel MISI
Bahan PA
Misi Allah Bagi Dunia &
Para Pengubah Dunia
Cerita Misi
Alkitab di Seluruh Dunia :
48 Kisah Nyata
Buku
Buku-buku Misi
Doa
Doa bagi Negara
Doa bagi Kota
Doa bagi Suku
PD Timotius
40 Hari Doa
e-KJDN
Info

Sejarah
Ulasan Tokoh MISI
Lembaga
Lebih dekat dengan lembaga MISI
Media
Berbagai program pengabaran Injil
Lintas Budaya
Lintas Religi
Profil Suku di Indonesia
 
 Renungan
 Kesaksian
 
| suku 55
dari 128 suku

SUKU BETAWI

Suku : Betawi
Rumpun : Betawi
Wilayah : Jawa
Jumlah Penduduk : 500.000
Persentase Kristen : 0,01%
Kristen yang diketahui : 50
Alkitab : Belum
Film Yesus : Belum

Orang Betawi masih tetap bertahan tinggal di Ibukota Negara RI. Kebanyakan dari mereka menempati kawasan Condel Jakarta Timur. Marunda dll. Orang Betawi tetap mempertahankan identitasnya, sebagai kelompok yang berbeda dengan masyarakat Ibukota yang mejemuk. Bahasa yang dipakai adalah bahasa Melayu dialek kota dan pinggiran. Pada akhir-akhir ini pemerintah sudah mulai memperhatikan mereka dan sudah mulai mengecap kemajuan di bidang ekonomi. Orang Betawi sudah banyak yang menikah dengan suku-suku lain di Jakarta dan sampai sekarang mereka tetap berjuang dengan sulitnya persaingan hidup yang ketat di Jakarta.

  1. Berdoa untuk keterbukaan dan respons orang Betawi terhadap Kabar Baik. Doakan kehidupan orang percaya di Jakarta agar memiliki beban menjangkau suku ini.
  2. Berdoa untuk penginjil-penginjil dan gereja-gereja yang melayani orang Betawi di Jakarta supaya diberikan Tuhan, metoda yang cocok bagi konteks orang Betawi yang semakin terdesak oleh kemajuan ibukota Metropolitan.
  3. Berdoa untuk para alim ulama, tokoh dan da'i Islam seperti W. Nurcholish Majid, Zaenuddin M.Z, Rhoma Irama dll. Supaya Tuhan mengutus Roh-Nya untuk menerangi hati mereka sehingga mereka percaya kepada Injil kebenaran.
  4. Berdoa untuk orang-orang Kristen yang ada di Jakarta agar boleh menjadi saksi yang hidup bagi orang Betawi.
  5. Beberapa saudara yang telah percaya, agar memiliki beban melayani suku ini.


|




 Ke atas 
© 2003 YLSA