Pusat Gayo berada di Kabupaten Aceh Tengah, sebagian Aceh Tenggara
dan sebagian Aceh Timur. Kabupaten ini memiliki tanah yang subur,
itulah sebabnya banyak penduduknya hidup bercocok tanam, baik bertani
di sawah maupun berkebun. Kopi adalah hasil utama dari daerah ini.
Sebagai bahasa sehari-hari digunakan bahasa Gayo yang memiliki dua
dialek, yakni dialek Gayo (dengan sub dialek Cik dan sub dialek
Bukit) serta dialek Lues. Bahasa mereka tidak berkaitan erat dengan
bahasa-bahasa lain yang dipakai di Indonesia. Telah ada orang Gayo
yang sudah mengenal Yesus Kristus karena mereka menikah dengan orang
Kristen dari suku lain, tetapi jumlah mereka tidak lebih dari sepuluh
orang.
Berdoa untuk sejumlah murid Yesus (pendatang) yang tinggal di kota
Takengon. Blangkejeren dan sekitarnya agar mereka berusaha untuk
menyatakan kasih Yesus Kristus kepada orang Gayo.
Doakan pemerintah daerah, para pendidik yang mengabdi di sana
supaya Allah memelihara dan menjadi terbuka bagi pelayanan
pemberitaan Injil. Berdoa supaya mereka yang sungguh percaya
menjadi teguh dalam iman mereka.
Berdoa supaya orang-orang yang rindu untuk memberitakan Injil
tidak terlalu mengalami hambatan masalah bahasa.
Berdoa supaya orang-orang percaya dapat bertahan mengahadapi
tekanan-tekanan, khususnya karena suku ini terletak di daerah
Serambi Mekah.
Belum ada satu kitab pun yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa
Gayo. Demikian halnya dengan rekaman Injil. Doakan dalam
mempersiapkan bahan yang bisa dipakai untuk menjangkau suku ini.