Suku Lembak Kelingi bermukim di pedalaman Bengkulu, yakni di hulu sungai Musi. Tempat tinggal mereka merupakan daerah perbatasan antara Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan, dengan pola perkampungan yang mengelompok padat. Di Provinsi Bengkulu, mereka menyebut diri mereka sebagai suku Sindang Kelingi atau Lembak Sindang Merdeka. Suku ini biasa juga disebut orang Bulang. Tempat tinggal suku ini terpencar-pencar, di antaranya sebagian ada di Kabupaten Rejang Lebong, yaitu Kecamatan Padang Ulaktanding; sebagian lagi terdapat di Kabupaten Bengkulu Utara, yaitu di Kecamatan Talangempat. Bahasa orang Lembak adalah bahasa Buang, yang masih serumpun dengan bahasa Melayu. Orang Lembak memiliki tulisan asli yang disebut Surat Ulu, seperti halnya suku Rejang dan Serawai. Mata pencaharian pokok orang Lembak adalah bercocok tanam di sawah dan ladang. Daerah suku Lembak juga merupakan daerah perkebunan karet dan banyak pria suku Lembak bekerja sebagai penyadap karet. Selain itu mereka mengelola pabrik pembuatan batu bata di pedesaan. Binatang ternak mereka antara lain: domba, kerbau, ayam dan itik. Orang Lembak pada masa kini adalah pemeluk Islam, walaupun sebagian besar masyarakat masih menganut kepercayaan animisme. Pengaruh agama Islam tampak dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat Lembak.
Saat ini orang Lembak membutuhkan usaha-usaha peningkatan taraf hidup karena mereka memiliki tingkat pendapatan yang masih rendah. Untuk itu perkebunan karet dan pabrik batu bata yang sudah ada perlu dikelola secara lebih profesional supaya lebih memberi hasil yang layak. Mereka juga memerlukan peningkatan mutu pendidikan dan pelatihan untuk kaum mudanya agar mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
| Populasi | : | 160.000 jiwa |
| Bahasa | : | Buang |
| Anggota Gereja | : | 10 (0,006 persen) |
| Alkitab | : | Tidak Ada |
| Film Yesus | : | Tidak Ada |
| Radio | : | Tidak Ada |
Pokok Doa:
- Berdoa agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus, berkat, dan kasih-Nya di tengah-tengah suku Lembak, agar terang dan kemuliaan Tuhan bercahaya di atas mereka. Berdoa agar hati mereka disentuh oleh kasih Tuhan melalui berbagai cara.
- Doakan pemenuhan kebutuhan tenaga ahli untuk mengelola perkebunan karet dan pabrik batu bata yang sudah ada, dan untuk meningkatkan pendidikan dan juga pelatihan.
- Berdoa bagi adanya lembaga dan gereja yang digerakkan oleh Tuhan untuk melayani dan mengadopsi suku Lembak.
Sumber: CD-ROM SABDA
- Log in to post comments
- Suku Lembak Kelingi
- Bengkulu
- Hulu Sungai Musi
- Bahasa Buang
- Ekonomi Pedesaan
- Karet dan Batu Bata
- Sindang Kelingi
- Suku Lembak Kelingi bermukim di pedalaman Bengkulu, di area perbatasan dengan Sumatera Selatan, serta mengenal diri sebagai Sindang Kelingi atau orang Bulang.
- Mata pencaharian utama suku ini meliputi bercocok tanam, penyadapan karet, dan pengelolaan pabrik batu bata.
- Secara bahasa, mereka menggunakan bahasa Buang, dan memiliki sistem tulisan asli yang disebut Surat Ulu.
- Meskipun mayoritas memeluk Islam, kebutuhan utama suku Lembak adalah peningkatan taraf hidup, pengelolaan ekonomi yang profesional, serta peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan kaum muda.
Suku Lembak Kelingi adalah komunitas adat yang bermukim di pedalaman Bengkulu, khususnya di daerah hulu sungai Musi, yang juga berbatasan dengan Sumatera Selatan. Mereka dikenal dengan nama Sindang Kelingi atau orang Bulang. Secara budaya, mereka memiliki bahasa Buang dan tulisan asli bernama Surat Ulu. Mata pencaharian utama mereka sangat bergantung pada pertanian (sawah dan ladang), perkebunan karet, dan industri pembuatan batu bata. Walaupun mayoritas telah memeluk Islam, tantangan utama yang dihadapi suku Lembak adalah rendahnya tingkat pendapatan, sehingga sangat membutuhkan pengelolaan ekonomi yang lebih profesional, peningkatan mutu pendidikan, dan pelatihan tenaga ahli untuk meningkatkan taraf hidup mereka.