Suku Komering (Sumatera Selatan)

Sebagian besar suku ini tinggal di bagian tenggara pulau Sumatera. Nama Komering berasal dari sungai Komering karena kehidupan mereka sangat bergantung pada sungai itu. Suku Komering terbagi atas dua kelompok besar: Komering Ilir yang tinggal di sekitar Kayu Agung dan Komering Ulu yang tinggal di sekitar kota Baturaja.

Suku Komering

Mata pencaharian mereka pada umumnya adalah bertani dan berdagang. Mereka cenderung menanam padi dan kopi, karena tanah di mana mereka tinggal umumnya berpaya-paya dan tanah datar yang cocok untuk penanaman padi. Karet dan kayu gelondongan juga penting untuk perekonomian mereka. Hasil panen mereka umumnya dijual di pasar setempat atau di toko-toko. Kehidupan mereka cukup keras dan pendapatan mereka rendah; banyak anak harus meninggalkan sekolah mereka supaya bisa bekerja dan membantu menambah penghasilan keluarga.

Sebagian besar rumah orang Komering terletak di sepanjang sungai Komering dan terletak di atas tiang yang tinggi untuk menghindari banjir pada waktu air sungai meluap. Rumah mereka hanya boleh terdiri dari satu kamar tidur dan satu ruang keluarga yang besar. Lantai dan dinding terbuat dari kayu atau bambu yang diratakan. Atap rumah adalah genteng yang terbuat dari tanah liat atau atap lalang terbuat dari semacam daun palem.

Suku Komering memiliki kepercayaan yang kuat pada takhayul dan roh-roh. Dukun-dukun sering dipanggil untuk menyembuhkan orang sakit atau untuk mengusir setan. Karena ketakutan mereka akan roh-roh jahat, mereka hidup sangat jujur.

Kebutuhan fisik orang Komering masih banyak, sebab sepertiga dari orang Komering hidupnya masih tergolong miskin dan membutuhkan perawatan kesehatan dan air bersih. Rumah mereka kebanyakan rusak dan sangat sedikit kesempatan bagi anak-anak orang Komering untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Populasi : 800.000 jiwa
Bahasa : Komering
Anggota Gereja : 65 (0,01 persen)
Alkitab : Dalam proses
Film Yesus : Ada
Radio : Ada

Pokok Doa:

  1. Berdoa agar hati suku Komering disentuh oleh kasih Tuhan melalui berbagai cara, sehingga mereka dapat menerima dan merasakan kasih itu
  2. Doakan proses penerjemahan Alkitab dalam bahasa Komering, agar dapat segera diselesaikan, sehingga dapat menolong suku Komering untuk semakin mengenal Allah.
  3. Berdoa untuk pemenuhan kebutuhan fisik bagi suku Komering terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan hidup, kesehatan, dan kesempatan untuk mengenyam pendidikan bagi anak-anak.

Sumber: CD-ROM SABDA

e-JEMMi 28/2001

  • Suku Komering
  • Sumatera Selatan
  • Sungai Komering
  • Kehidupan pedesaan
  • Bertani dan Berdagang
  • Rumah panggung
  • Kesejahteraan sosial
  • Suku Komering berdomisili di tenggara Sumatera Selatan dan sangat terikat secara geografis dengan Sungai Komering.
  • Mata pencaharian utama mereka adalah bertani (padi, kopi) dan berdagang, dengan karet dan kayu gelondongan sebagai komoditas penting.
  • Arsitektur rumah tradisional mereka unik, dibangun di atas tiang tinggi di sepanjang sungai untuk mengatasi risiko banjir.
  • Meskipun memiliki sistem kepercayaan tradisional yang kuat terkait roh dan dukun, kehidupan sehari-hari mereka ditandai dengan kemiskinan dan kebutuhan fisik yang belum terpenuhi.
  • Terdapat tantangan signifikan dalam hal kesejahteraan hidup, pendidikan, dan kesehatan bagi sebagian besar anggota suku Komering.

Suku Komering adalah kelompok etnis yang sebagian besar mendiami bagian tenggara pulau Sumatera, dengan kehidupan mereka sangat bergantung pada Sungai Komering. Secara ekonomi, mereka bertahan hidup melalui bertani (seperti menanam padi dan kopi) dan berdagang, meskipun kondisi hidup mereka umumnya keras dengan pendapatan yang rendah. Secara budaya, rumah tradisional mereka dibangun di atas tiang tinggi mengikuti aliran sungai untuk menghindari banjir, sementara kepercayaan mereka sangat kuat pada takhayul dan roh-roh. Saat ini, suku Komering menghadapi tantangan besar terkait kemiskinan, minimnya fasilitas kesehatan, serta kesempatan pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka.