Suku Banten (Jawa Barat)

Suku Banten tinggal di wilayah Kabupaten Serang (Banten Utara), Jawa Barat. Daerah Banten mempunyai karakteristik budaya yang berbeda dibandingkan daerah Parahyangan pada umumnya yang penghuninya berbahasa Sunda. Hal ini terutama terlihat pada penduduk Banten Utara (Kabupaten Serang) yang sebagian besar berbahasa Jawa-Banten. Sedangkan penduduk Banten Selatan (Kabupaten Pandeglang dan Lebak) sebagian besar berbahasa Sunda.

Suku Banten

Penduduk Banten Utara dikenal sebagai orang yang fanatik, agresif, cenderung memberontak, dan cerdas. Mayoritas penduduk adalah petani dan pengusaha. Di antara unsur-unsur yang membentuk kebudayaan mereka, hampir tidak terdapat ciri-ciri peradaban Hindu-Jawa. Sebaliknya, pengaruh Islam sangat kuat.

Daya tarik Banten masih tetap kuat, terutama bagi para ahli kepurbakalaan dan mereka yang berminat pada peninggalan sejarah. Sejarah telah mengukir Banten sebagai salah satu kerajaan terkenal pada masa lampau. Di daerah Banten banyak terdapat obyek wisata, mulai dari cagar alam, Masjid Agung Banten, makam-makam para Sultan Banten, dan peninggalan budaya purbakala lainnya. Konon ada "batu bersusun sembilan" yang tingginya mencapai 15 m, yang merupakan peninggalan jaman megalitik. Sebagai daerah tujuan wisata, Banten mulai terbuka terhadap dunia luar. Walau demikian, tradisi dan budaya mereka tetap terpelihara dan dianut secara dalam. Dari sejak berdirinya pemerintahan Kesultanan Banten hingga kini, mayoritas agama orang Banten adalah Islam. Orang Banten yang menjadi orang percaya, mengalami tantangan yang amat berat dari masyarakatnya.

Bagi kemajuan dan perkembangan masyarakat Banten, mereka memerlukan perluasan wawasan. Terbukanya daerah ini untuk pariwisata tentunya akan mendukung perkembangan ke arah ini. Selain itu, orang Banten yang tinggal di daerah terpencil, seperti misalnya di pulau Pajang di Teluk Banten, masih membutuhkan usaha-usaha pengentasan kemiskinan.

Populasi : 500.000 jiwa
Bahasa : Banten
Agama Mayoritas : Islam
Anggota Gereja : 3400 (0,68 persen)
Alkitab : Tidak Ada
Film Yesus : Tidak Ada
Siaran radio : Tidak Ada

Pokok Doa:

  1. Berdoa bagi sejumlah kecil orang Banten yang telah menjadi percaya. Doakan agar iman mereka terus bertumbuh di tengah-tengah tantangan berat yang mereka harus hadapi.
  2. Berdoa agar pemerintah daerah setempat memikirkan tentang pengembangan pariwisata, yang sekaligus dapat membuka lebih besar lapangan pekerjaan yang akan membantu usaha pengentasan kemiskinan.

Sumber: CD-ROM SABDA

e-JEMMi 06/2001

  • Suku Banten
  • Banten
  • Kebudayaan Islam
  • Sejarah Banten
  • Pariwisata
  • Pengentasan kemiskinan
  • Suku Banten memiliki karakteristik budaya yang unik dan berbeda dari budaya Parahyangan pada umumnya, dengan pengaruh Islam yang sangat kuat dalam kehidupan sehari-hari.
  • Banten dikenal akan kekayaan sejarahnya, di mana terdapat banyak peninggalan kerajaan, objek wisata, dan situs purbakala yang sangat menarik bagi ahli sejarah dan pariwisata.
  • Mayoritas penduduk Banten berprofesi sebagai petani dan pengusaha, namun masih membutuhkan dukungan signifikan dalam program pengentasan kemiskinan, khususnya di daerah terpencil.
  • Pengembangan pariwisata dianggap sebagai solusi kunci untuk mendukung kemajuan dan perkembangan masyarakat Banten, sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas.

Suku Banten, yang mendiami wilayah Banten, memiliki ciri khas budaya yang kuat dan berbeda dari daerah Sunda pada umumnya, dengan pengaruh Islam yang sangat dominan dan kental. Wilayah ini tidak hanya dikenal akan sejarahnya sebagai kerajaan terkenal dengan banyak peninggalan purbakala dan objek wisata, tetapi juga karena potensi masyarakatnya sebagai petani dan pengusaha. Meskipun Banten memiliki daya tarik wisata yang besar dan sejarah yang kaya, daerah ini masih menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah terpencil, sehingga sangat membutuhkan pengembangan pariwisata dan perluasan wawasan masyarakat.