Ketika para misionaris lokal di Sierra Leone sedang mencari daerah-
daerah yang belum pernah mendengar Injil, mereka sampai di sebuah
desa terpencil. Desa itu punya nama yang artinya "tidak ada Tuhan".
Terdorong oleh keputusasaan yang tersirat dari nama desa tersebut,
para misionaris segera membuat rencana-rencana untuk memberitakan
tentang Yesus ke daerah terpencil ini.
Desa ini berada di sebuah
propinsi bagian Utara Sierra Leone. Para penduduknya yang belum
menganut agama tertentu melakukan okultisme, menyembah berhala, dan
terus hidup dalam ketakutan kepada roh jahat. Desa ini terkenal di
seluruh distrik karena namanya yang menakutkan. Para misionaris
mengunjungi desa ini untuk menjalin hubungan dengan para pemimpin
dan tua-tua desa. Tuhan melimpahi para misionaris ini dengan berkat
dan para pemimpin desa itu memberikan izin kepada para misionaris
untuk memulai memberitakan Injil. Para misionaris menggunakan
pendekatan holistik dalam memberitakan Injil dan menyediakan
kebutuhan jasmani bagi komunitas yang miskin ini, sehingga orang-
orang di desa ini terbuka hatinya bagi kebenaran-Nya. Masyarakat di
desa ini telah meminta kepada para misionaris untuk mengambil alih
sekolah yang ada di desa itu. Sekolahan tersebut sudah tidak
mempunyai pemimpin lagi. Saat ini, ada generasi baru yang akan
mendengar Injil. Para misionaris mengalami banyak halangan dalam
melakukan pelayanan mereka di desa ini. Namun, para pekerja misi
lokal telah dipersiapkan dan mereka mendapat tugas untuk memberi
nama baru bagi desa yang telah dimenangkan dalam nama Kristus ini.
Sumber: FridayFax, November 26, 2004
- Bersyukur kepada Allah yang menggerakkan para misionaris untuk
pergi ke desa terpencil di Sierra Leone ini. Berdoa agar Allah
memberikan hikmat kepada para misionaris yang saat ini melayani di
desa tersebut. - Doakan para misionaris yang diberi kesempatan untuk mengelola
sekolah yang ada di desa itu supaya mereka bisa dipakai untuk
mempersiapkan generasi penerus yang mengenal Kristus untuk desa
itu.
e-JEMMi 49/2004
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Sierra Leone
- Misionaris
- Injil
- Desa terpencil
- Okultisme
- Pelayanan holistik
- Misionaris mencapai desa terpencil di Sierra Leone yang penduduknya menganut okultisme dan menyembah berhala.
- Pendekatan holistik (melayani kebutuhan jasmani dan rohani) digunakan para misionaris untuk membangun kepercayaan dengan komunitas lokal.
- Masyarakat desa menunjukkan keterbukaan hati dan memohon bantuan misionaris untuk mengambil alih pengelolaan sekolah setempat.
- Pekerja misi lokal sedang dilatih untuk mengambil alih pelayanan, termasuk tugas menamai kembali desa tersebut dalam nama Kristus.
Pada tahun 2004, para misionaris lokal mencapai sebuah desa terpencil di propinsi Utara Sierra Leone yang bernama "tidak ada Tuhan," di mana penduduknya hidup dalam okultisme dan penyembahan berhala. Setelah berhasil membangun hubungan dengan para pemimpin desa melalui pendekatan holistik yang mencakup kebutuhan jasmani, akhirnya para misionaris mendapat izin untuk memberitakan Injil. Menandakan semakin terbukanya hati masyarakat, komunitas tersebut meminta para misionaris untuk mengambil alih pengelolaan sekolah yang ada. Kini, pekerjaan tersebut semakin dilanjutkan oleh pekerja misi lokal yang sedang dipersiapkan, dengan tugas untuk mempersiapkan generasi penerus dan memberikan nama baru desa tersebut dalam nama Kristus.