Rees Howells

Rees Howells

Rees Howells

Panggilan: Rees Howells

Masa Hidup: 1879 — 1950

Latar Belakang

Rees Howells lahir pada tahun 1879 di Brynamman, Wales. Ia berasal dari keluarga tambang sederhana dan bertobat menjadi Kristen pada usia muda. Setelah mengalami pengalaman mendalam dengan Roh Kudus, Howells mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan misi. Ia melayani sebagai misionaris di Afrika Selatan selama lima tahun, membawa banyak orang kepada Kristus melalui penginjilan. Pada tahun 1924, ia mendirikan Bible College of Wales di Swansea, Inggris, sebagai tempat pelatihan bagi misionaris dan pemimpin Kristen. Selama Perang Dunia II, Howells dikenal karena dedikasi doanya bersama komunitasnya, yang dipercaya mempengaruhi jalannya sejarah.

Warisan Pelayanan

Rees Howells dikenal sebagai seorang pendoa syafaat dengan iman yang luar biasa. Pelayanannya, khususnya melalui Bible College of Wales, melahirkan banyak misionaris dan pemimpin Kristen. Salah satu warisan terbesarnya adalah pengaruh doa-doanya selama Perang Dunia II, yang diyakini membawa kemenangan dalam beberapa pertempuran strategis. Perjuangan terberatnya adalah mempraktikkan ketaatan penuh kepada Roh Kudus, termasuk pengorbanan pribadi yang besar.

  • Rees Howells
  • Misionaris
  • Bible College of Wales
  • Doa syafaat
  • Wales
  • Roh Kudus
  • Rees Howells memulai pelayanan misinya setelah bertobat dan mengalami pencerahan spiritual mendalam, awalnya melayani sebagai misionaris di Afrika Selatan.
  • Ia mendirikan Bible College of Wales di Swansea, Inggris, pada tahun 1924, yang menjadi institusi vital untuk melahirkan misionaris dan pemimpin Kristen.
  • Howells dikenal karena imannya yang luar biasa dan perannya sebagai pendoa syafaat yang kuat, yang pengaruhnya dipercaya mempengaruhi jalannya pertempuran strategis selama Perang Dunia II.
  • Seluruh pelayanan hidupnya menekankan pentingnya ketaatan total kepada Roh Kudus dan pengorbanan pribadi yang besar.

Rees Howells adalah seorang tokoh Kristen asal Wales yang hidup dari tahun 1879 hingga 1950. Setelah menjalani pengalaman mendalam dengan Roh Kudus, ia mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan misi, dimulai dengan penginjilan di Afrika Selatan. Kontribusi terbesarnya adalah pendirian Bible College of Wales di Swansea pada tahun 1924, yang berfungsi sebagai pusat pelatihan bagi misionaris dan pemimpin Kristen. Howells dikenal bukan hanya karena pelayanannya, tetapi juga karena kekuatan doanya yang luar biasa. Doa syafaatnya, khususnya selama Perang Dunia II, sangat dipercaya memiliki dampak signifikan dalam mempengaruhi jalannya sejarah, menjadikannya warisan penting dalam sejarah misi dunia.