Redcliffe College adalah sebuah Sekolah Tinggi Alkitab di Inggris yang didirikan pada tahun 1892 oleh Ny. Tottenham dengan nama Pengujian YWCA dan Rumah Pelatihan. Selain menyelenggarakan sekolah Alkitab, mereka juga mempersiapkan orang-orang Kristen untuk menjadi utusan Injil di seluruh dunia.
Salah satu program mereka adalah pelayanan anak-anak. Program kegiatan mereka yang lain adalah memberikan pelatihan Alkitab berdasarkan misi lintas budaya bagi setiap orang yang terlibat dalam misi ini. Selain itu juga dikembangkan keterampilan praktis melalui penempatan misi dan pengalaman hidup dalam lingkungan lintas budaya secara internasional. Penempatan misi praktis akan memungkinkan mereka untuk mempraktikkan teori yang sudah mereka pelajari. Para siswa yang belajar di Redcliffe College juga akan mendapat pengalaman dan menemui tantangan dalam melakukan pekerjaan Kristen. (DIY)
- Log in to post comments
- Redcliffe College
- Sekolah Tinggi Alkitab
- Misi Injil
- Pelayanan Anak
- Pelatihan Lintas Budaya
- Penempatan Misi
- Redcliffe College adalah Sekolah Tinggi Alkitab yang berlokasi di Inggris, didirikan pada tahun 1892.
- Tujuan utama institusi ini adalah melatih orang-orang Kristen agar mampu menjadi utusan Injil global.
- Menawarkan program pelatihan yang komprehensif, seperti pelayanan anak-anak dan pelatihan misi lintas budaya.
- Pelatihan mencakup pengembangan keterampilan praktis melalui penempatan misi internasional, di mana siswa dapat menerapkan teori dan menghadapi tantangan dunia nyata.
Redcliffe College adalah sebuah Sekolah Tinggi Alkitab di Inggris yang didirikan pada tahun 1892. Lembaga ini tidak hanya menyelenggarakan sekolah Alkitab, tetapi juga memiliki fokus utama dalam mempersiapkan individu Kristen untuk menjadi utusan Injil di seluruh dunia. Redcliffe menawarkan beragam program, termasuk pelayanan anak-anak dan pelatihan Alkitab berbasis misi lintas budaya. Selain pengetahuan teoretis, siswa didorong untuk mengembangkan keterampilan praktis melalui penempatan misi di lingkungan internasional, yang memungkinkan mereka mempraktikkan teori sambil menghadapi tantangan nyata dalam pekerjaan Kristiani.