Home
       

Resources
Artikel
Artikel-artikel MISI
Bahan PA
Misi Allah Bagi Dunia &
Para Pengubah Dunia
Cerita Misi
Alkitab di Seluruh Dunia :
48 Kisah Nyata
Buku
Buku-buku Misi
Doa
Doa bagi Negara
Doa bagi Kota
Doa bagi Suku
PD Timotius
40 Hari Doa
e-KJDN
Info
Sejarah
Ulasan Tokoh MISI
Lembaga
Lebih dekat dengan lembaga MISI
Media
Berbagai program pengabaran Injil
Lintas
Lintas Religi
Profil Suku di Indonesia
 
 Renungan
 Kesaksian
 
 
| suku 28
dari 61 suku
SUKU JAWA PESISIR KULON
Jawa Barat

Letak :Jawa Barat
Populasi : 2.500.000 jiwa
Bahasa : Jawa: Ngoko Cerbon
Agama mayoritas : Islam
Anggota Gereja : 6.000 (0,24%)
Alkitab dalam bahasa Jawa Pesisir : Tidak Ada
Film Yesus dalam bahasa ini : Tidak Ada
Program penginjilan radio dalam bahasa Jawa Pesisir Kulon : Tidak Ada

Pusat wilayah kediaman suku Jawa cirebonan asli terletak di Kodya Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu di propinsi Jawa Barat. Orang Jawa Cirebonan tinggal di sekitar kota-kota kecil seperti Patrol, Anjatan, dan Haurgelis, yang ada di sekitar sebelah timur, yaitu Sungai Sanggarung. Di sebarangnya, ada juga beberapa desa orang "cerbon" yaitu di propinsi Jawa Tengah. Batasnya di sebelah selatan adalah desa-desa yang terletak di Gunung Ceremai sedangkan batas utaranya adalah desa-desa di pinggir pantai Laut Jawa.

SOSIAL BUDAYA

Walau orang Jawa Pesisir Kulon lahir di wilayah orang Sunda tetapi mereka memakai bahasa Jawa ngoko, yang merupakan suatu dialek campuran bahasa Jawa, Sunda, Arab, Melayu, dll. Bahasa ngoko cerbon itulah yang diajarkan pada tiap anak "cerbon" mulai kelas 1 SD sampai kelas 1, 2 SMA.

"Orang "cerbon" cenderung bersikap lebih agresif, terbuka dan spontan di dalam interaksi pergaulannya. Hal itu tampak dalam pakaian mereka yang warna dan coraknya begitu menyolok dan beraneka ragam. Mereka cenderung lebih suka mendengar rebana atau gendang daripada gamelan; mendengar pembacaan Al Quran daripada nonton wayang, menyaksikan pencak silat daripada tarian Jawa tradisional. Bagi mereka agama Islam dipandang sebagai dasar kebudayaan nasional yang lebih kokoh daripada nilai-nilai Jawa tradisional di Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Cirebonan merupakan panduan dari `ci' yang berarti air dan `rebon' yang bearti udang. Dari semua daerah orang cerbon terkenal karena ikan asinnya, petisnya, terasinya dan udang segarnya. Tentu mayoritas penduduknya mencari nafkah di laut sebagai nelayan atau di daratan sebagai petani. Rata-rata tanah orang 'cerbon` adalah tanah yang subur. Di sini terdapat areal perkebunan yang luas yang menghasilkan kopi, gula dan tembakau kwalitet ekspor. Pabrik penghasil minyak tanah dan bensin milik pemerintah juga terletak di sini. Pengrajin menciptakan produk-produk yang berharga dari tanah liat, kayu, rotan maupun proses batik yang berlaku luas di pasar domestik maupun internasional. Demikian juga mereka bekerja dalam bidang pelayanan pemerintahan, pendidikan, medis, keuangan, telekomunikasi dan kesenian. Buah Jeruk maupun buah mangga dermayu dari Cirebon terkenal di seluruh Nusantara. Kota Cirebon juga dikenal sebagai kota tujuan pariwisata karena banyak peninggalan lama, antara lain: Keraton Kesepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, Mesjid Panjunan, Keraton Kaprabonan, Gua Sunyaragi, dan Panjang Jimat.

AGAMA/KEPERCAYAAN

Sebagian besar orang Jawa `cerbon' mnegaku sebagai umat Islam Sunni walaupun ada juga sebagian yang mengaku sebagai umat Islam Sufi. Selain itu praktek okultisme sangat nampak: tukang-tukang sihir, pamomg-pamomg, penyembuh-penyembuh paranormal, pembakaran dupa di sebuah topeng, keris, gong, gamelan atau pusaka sebagai penangkal penyakit, iblis, arwah atau kutuk. Jadwal kegiatan kampung didominasi oleh seri selamatan yang tak peranh habis diadakan.

KEBUTUHAN

Kalau dipandang dari segi materi, suku Jawa Cirebonan tidak kekurangan sehingga tidak diragukan akan hasil alam dan industrinya terkecuali manambah, meningkatkan dan mengelolanya serta membuat jalan perdagangan ekspor impor hasil daerah lebih lancar.

POKOK DOA
Firman Tuhan : Kemudian daripada itu aku melihat : sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhintung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru : "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba !" (\\/TB #Wahyu 7:9-10*\\)
  1. Berdoa agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus, berkat dan kasihNya di tengah-tengah suku Jawa Pesisir Kulon, agar terang dan kemuliaan Tuhan bercahaya di atasnya. Berdoa agar hati mereka disentuh oleh kasih Tuhan melalui berbagai cara dan mereka yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
  2. Berdoa agar Tuhan yang empunya tuaian membangkitkan gerejaNya untuk bersatu dan bekerjasama, menyediakan pekerja : pendoa syafaat, penerjemah Alkitab, kaum profesional, penabur dan penuai untuk memberkati dan meningkatkan kesejahteraan hidup suku Jawa Pesisir Kulon
  3. Berdoa bagi adanya lembaga & gereja yang digerakkan oleh Tuhan untuk mengadopsi suku Jawa Pesisir Kulon yang juga berbeban dalam meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Jika saudara ingin mengetahui informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi :
PJRN
Kotak Pos 6739/JKUKP - Jakarta 14607
Telp/Fax. (021) 45843235-42

Untuk kalangan sendiri
|



 Ke atas 
© 2003 YLSA