Saat ini setidaknya masih ada satu rumah ambruk di setiap dua atau tiga rumah yang masih berdiri di Chinca, Peru. Gempa bumi yang mengguncang daerah tersebut pada Agustus 2008 menewaskan lebih dari enam ratus orang -- terutama anak-anak yang sedang bersekolah pada saat gempa tersebut terjadi.
Setelah musibah tersebut berlalu, kota yang dihuni sekitar sembilan puluh keluarga tersebut dalam keadaan stagnan. Tidak ada pasar yang buka, dan sebagian orang tidak dapat memperoleh makanan. Mereka yang memiliki makanan mengumpulkan bahan-bahan makanan yang mereka miliki dan membuat apa yang mereka sebut sebagai dapur sup "kuali komunitas" untuk membantu mereka yang membutuhkan. Hal itu mereka lakukan selama 3 hari sebelum Food for the Hungry datang untuk meninjau keadaannya. Food for the Hungry bekerja sama dengan relawan di dapur sup tersebut dan memberikan pelatihan.
Dapur sup tersebut masih ada hingga saat ini. Seorang wanita bernama Marisol membantu merencanakan dan menyiapkan makanan serta merencanakan produksi. Ia menjelaskan bahwa sebelum gempa bumi tersebut, orang-orang di komunitas tersebut rata-rata hanya peduli pada diri mereka sendiri. Sekarang ini mereka semua lebih berorientasi kepada komunitas.
Marisol juga diberkati dengan sebuah rumah yang baru dibangun karena keterlibatan langsungnya dalam program penjangkauan. Ia juga ikut serta dalam proses pembangunan.
Bantuan yang diberikan oleh Food for the Hungry tidak hanya sekadar barang atau jasa. Mereka juga memberikan dukungan sosial dan spiritual. Bagi mereka yang telah mendengar tentang Tuhan, mereka sekarang telah mengerti bagaimana hidup untuk Tuhan.
Gempa bumi tersebut mungkin saja membuat orang mempertanyakan kepercayaan mereka, dan Food for the Hungry datang ke sana dengan jawaban. Seorang wanita, yang suaminya adalah pemimpin komunitas di sana, berkata bahwa ia percaya suaminya sekarang telah merasakan kasih Tuhan. (t/Benny)
Diterjemahkan dari: Mission News, Juni 2009
Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/12742
Pokok doa:
-
Mengucap syukur atas keberadaan Food for the Hungry di Peru yang telah banyak membantu melayani orang-orang di Peru pascagempa bumi beberapa waktu lalu, doakan agar Tuhan memberi kekuatan kepada setiap staf maupun sukarelawan yang terlibat di dalamnya sehingga dapat melayani mereka yang mebutuhkan bantuan dan pertolongan.
-
Doakan agar setiap orang di Peru, khususnya orang percaya, dapat melihat kejadian yang mereka alami beberapa waktu yang lalu sebagai cara Allah mengingatkan mereka agar terus setia dan beriman kepada Allah.
Edisi e-JEMMi
Kategori
Kolom Publikasi
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Peru Gempa Bumi
- Food for the Hungry
- Bantuan Kemanusiaan
- Pemulihan Komunitas
- Dukungan Spiritual
- Gempa bumi besar di Chinca, Peru (Agustus 2008) menyebabkan kerusakan masif dan kematian ratusan jiwa, serta meninggalkan komunitas dalam kesulitan pangan dan hidup. Setelah musibah, masyarakat berjuang untuk bertahan hidup, bahkan mendirikan dapur sup komunitas untuk berbagi makanan yang sangat terbatas.Food for the Hungry (FFH) datang memberikan bantuan komprehensif, tidak hanya berupa barang tetapi juga pelatihan dan dukungan sosial serta spiritual.Terjadi perubahan signifikan dalam pola pikir komunitas; masyarakat berubah dari individualistik menjadi lebih berorientasi pada semangat komunitas.Bantuan yang diberikan membantu memulihkan kepercayaan spiritual penduduk, sehingga mereka menemukan cara untuk hidup dan beriman kepada Tuhan.
Artikel ini menceritakan kondisi sebuah komunitas di Chinca, Peru, pasca bencana gempa bumi besar pada Agustus 2008 yang menewaskan lebih dari 600 orang. Setelah musibah, komunitas tersebut berada dalam kondisi stagnan dan kelangkaan pangan. Namun, melalui intervensi dari Food for the Hungry (FFH), penduduk setempat tidak hanya menerima bantuan fisik seperti pelatihan dapur sup komunitas, tetapi juga mengalami transformasi sosial dan spiritual. Awalnya cenderung individualistik, masyarakat mulai berorientasi pada komunitas. Selain bantuan material, FFH juga memberikan dukungan spiritual yang membantu warga mempertanyakan dan memperkuat keyakinan mereka kepada Tuhan, sehingga mereka dapat menjalani hidup dengan iman yang baru.