Pakistan Tahun 2008

Serangan bom bunuh diri terjadi dan perselisihan di antara partai-partai yang ada semakin meningkat menjelang pemilihan kursi parlemen Pakistan pada 18 Februari.

Para kandidat presiden masih belum unjuk gigi sejak pembunuhan pemimpin partai oposisi, Benazir Bhutto, dalam sebuah kampanye politik bulan Desember lalu. Menyusul pula kematian beberapa kandidat lain dalam sebuah kekacauan.

Untuk menangani masalah yang diduga akan muncul, pemerintah mendirikan tenda-tenda bagi ribuan tentara untuk mengamankan keadaan. Penculikan, pengeboman, pembunuhan, dan kerusuhan terjadi di mana-mana dan terus meningkat kadarnya.

Seiring dengan kekerasan sebelum pemilu yang menyebar ke selatan, Al Janssen dari Open Doors mengatakan adanya kekuatiran akan desakan pengaruh orang-orang yang fanatik. "Mereka sebelumnya tidak pernah sampai Lahore. Para ekstremis itu juga menyerang gereja baru-baru ini. Bahkan ada kekuatiran yang lebih besar di antara orang-orang Kristen: `Apa yang akan terjadi nanti setelah dilaksanakannya pemilu?`"

Pada 1998, Hukum Syariah diberlakukan di Pakistan, di mana hak-hak orang Kristen dibatasi. Banyak orang Kristen Pakistan difitnah atas tuduhan telah melanggar UU 295c -- penghujatan -- dengan ancaman hukuman mati.

Meskipun kondisi ini merupakan kondisi yang sangat genting bagi gereja, tetapi orang-orang Kristen di sana tetap mencoba menjadi perwakilan keberanian dan iman spiritual bagi orang-orang yang belum percaya.

Janssen mendapat surat dari seorang Kristen di Pakistan dengan sejumlah pokok doa: "Doakan presiden dan keluarganya agar senantiasa aman dan beroleh hikmat bijaksana. Juga berdoa untuk keluarga Bhutto, khususnya anak laki-lakinya yang kini menangani semua tugas dan tanggung jawab ibunya. Doakan agar ia dapat memeroleh pengaruh Kristen dalam hidupnya. Doakan agar tidak terjadi lagi kekerasan selama pemilu berlangsung." (t\Novita)

Diterjemahkan dari : Mission News, Februari 2008
Selengkapnya : http://www.MNNonline.org/article/10896


Pokok doa:

  • Mari berdoa untuk setiap orang percaya dan gereja Tuhan di Pakistan. Kiranya Tuhan memberi kekuatan dalam menghadapi tuntutan dan aniaya yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Doakan juga agar mereka tetap mengasihi pihak-pihak yang telah menganiaya mereka dan dapat menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar mereka.

  • Berdoa untuk aparat keamanan di Pakistan agar Tuhan memberi kekuatan kepada mereka dalam menjalankan tugas. Doakan juga untuk anggota keluarga mereka agar Tuhan melindungi, memelihara, dan mencukupkan kebutuhan yang diperlukan.

  • Di negara Pakistan masih sering terjadi kerusuhan. Biarlah Tuhan memulihkan keadaan negara ini. Doakan para pemimpin pemerintahan agar Tuhan memberi hikmat dalam memimpin negara ini.

e-JEMMi 17/2008

Kategori

Kolom Publikasi

  • Pakistan 2008
  • Pemilu Pakistan
  • Bom bunuh diri
  • Ketidakstabilan politik
  • Hukum Syariah
  • Umat Kristen
  • Benazir Bhutto
  • Pakistan mengalami krisis politik parah dengan peningkatan kekerasan, serangan bom bunuh diri, dan ketegangan antarpartai menjelang pemilihan umum parlemen 18 Februari.
  • Situasi keamanan di negara tersebut sangat buruk, ditandai dengan maraknya penculikan, pengeboman, dan kerusuhan yang terjadi di berbagai tempat.
  • Komunitas Kristen berada dalam bahaya besar karena penerapan Hukum Syariah sejak 1998, di mana mereka rentan difitnah atas tuduhan melanggar undang-undang penghujatan (UU 295c).
  • Kekerasan dan pengaruh ekstremis cenderung meningkat, menimbulkan kekhawatiran mendalam, terutama di kalangan umat Kristen, mengenai masa depan pasca-pemilu.

Pada tahun 2008, Pakistan berada dalam kondisi yang sangat genting menjelang pemilihan umum parlemen, ditandai dengan meningkatnya kekacauan, serangan bom bunuh diri, dan perselisihan politik antarpartai. Ketidakstabilan ini diperburuk oleh kekerasan sipil yang merajalela, termasuk penculikan dan kerusuhan di berbagai wilayah. Selain krisis politik, komunitas Kristen menghadapi ancaman serius akibat diberlakukannya Hukum Syariah pada tahun 1998, yang membatasi hak-hak mereka dan sering kali menyebabkan difitnah atas tuduhan penghujatan, membuat kondisi sosial dan agama di negara itu sangat rentan.