Myanmar Tahun 2007

Biksu-biksu Budha dan demonstran lain membanjiri jalanan di kota terbesar Myanmar beberapa waktu lalu atas ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah. Keadaan semakin tegang saat banyak orang menunggu tanggapan dari pemerintah. Dahulu pemerintah menanggapi peristiwa semacam itu dengan cepat dan brutal. Todd dari Voice of the Martyrs mengatakan, "Protes itu merupakan reaksi yang muncul akibat kesulitan hidup di sana dan merupakan suatu bentuk desakan pada pemerintah untuk memberikan lebih banyak hak kepada rakyat Myanmar." Hak-hak orang Kristen sering kali dilanggar. Myanmar ada di peringkat ke-18 pada Open Door World Watch list, daftar tengah tahunan yang berisi informasi negara-negara yang menganiaya orang-orang Kristen. Todd menambahkan, "Tantangan terbesar dalam situasi seperti itu adalah hidup damai dan tetap optimis pada apa pun yang terjadi. Jelas, Tuhan masih setia. Tuhan masih berkuasa. Kita bisa berdoa agar mereka dikuatkan sehingga mereka optimis di dalam Tuhan, dan saya pikir kita bisa berdoa untuk adanya kedamaian."

Diterjemahkan dari : Mission News, September 2007
Selengkapnya : http://www.MNNonline.org/article/10390

Pokok Doa

  • Berdoalah bagi negeri Myanmar agar Tuhan memulihkan bangsa ini. Doakan supaya masyarakat Myanmar bisa hidup dengan damai dan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia tidak lagi terjadi.
  • Doakan anak-anak Tuhan yang berada di Myanmar supaya mereka tetap optimis bahwa Tuhan sangat mengasihi mereka dan mereka bisa menjadi berkat bagi Myanmar.

e-JEMMi 46/2007



Myanmar -- Pemerintah Myanmar dilaporkan akan melakukan pembersihan terhadap kekristenan di seluruh negeri itu. Todd dari Voice of Martyrs (VOM) menyatakan, jika laporan tersebut benar, inilah pertama kalinya pemerintah mendukung upaya penghapusan terhadap kekristenan. "Setiap keluarga yang menjalankan nilai-nilai Kristen akan menjadi target pemerintah," ujarnya. "Kami tahu kalau kekristenan telah menjadi sasaran; kami tahu kalau ada semacam penganiayaan etnis di kalangan suku minoritas, namun jika seperti ini, jelas yang menjadi target adalah orang-orang Kristen," sambungnya. Beberapa pihak mempertanyakan keabsahan laporan tersebut. Bagaimanapun juga, hal ini cukup menjadi alasan bagi Todd untuk meminta dukungan doa. Menurutnya, keaktifan orang-orang Kristen di Myanmar dalam menyebarkan Injillah yang menyebabkan pemerintah merasa tidak senang dengan pertumbuhan gereja. Hal ini menunjukkan bahwa penginjilan orang-orang Kristen Myanmar efektif. [Sumber: Mission Network News, Januari 2007]

Pokok Doa:

  • Iblis selalu punya cara untuk membuat anak-anak-Nya merasa kecut dan tawar hati. Berdoalah untuk saudara-saudara kita di Myanmar agar mereka kuat dan bertahan dalam aniaya.
  • Meskipun dalam masa-masa aniaya, saudara-saudara kita di Myanmar mengabarkan Injil dengan giat. Doakanlah agar usaha ini terus berlanjut. Mohonkan pula keselamatan dari Bapa kita atas mereka.

e-JEMMi 05/2007

Kategori

Kolom Publikasi

  • Myanmar
  • Protes
  • Hak Asasi Manusia (HAM)
  • Penganiayaan Kristen
  • Ketegangan Politik
  • Doa
  • Umat Kristen
  • Ketegangan politik dan sosial di Myanmar tahun 2007 memicu protes massal oleh biksu Buddha dan masyarakat atas ketidakpuasan terhadap pemerintah.
  • Hak-hak asasi manusia, khususnya hak-hak umat Kristen, sering dilanggar dan pada saat itu bahkan dilaporkan menjadi target penghapusan oleh pemerintah.
  • Keaktifan umat Kristen dalam menyebarkan Injil, meskipun merupakan indikasi keberhasilan penginjilan, juga menimbulkan ketidakpuasan bagi otoritas pemerintah.
  • Mengingat situasi yang genting, para pihak terkait secara konsisten menyerukan doa agar Myanmar mencapai pemulihan, kedamaian, dan agar para penganut Kristen tetap kuat dalam menghadapi penganiayaan.

Pada tahun 2007, Myanmar diliputi ketegangan sosial yang memuncak dengan protes besar-besaran dari biksu Buddha dan masyarakat umum akibat ketidakpuasan terhadap pemerintah. Kondisi HAM di negara itu sangat memprihatinkan, dengan hak-hak umat Kristen kerap dilanggar dan bahkan muncul laporan mengenai upaya penghapusan agama Kristen oleh pemerintah. Meskipun menghadapi penindasan, umat Kristen tetap giat dalam menjalankan misi penginjilan. Berangkat dari kekhawatiran akan konflik dan pelanggaran hak, artikel ini menekankan pentingnya dukungan doa agar rakyat Myanmar dapat hidup dalam damai, pulih dari penindasan, serta agar para penganut agama di sana tetap teguh dan optimis dalam iman.