Konflik Porto-Haria Di Maluku Tengah

Play Audio

Dirangkum oleh: Yudo

Pertikaian yang terjadi antara warga Desa Porto dan Desa Haria di Saparua, Maluku Tengah, telah berlangsung selama bertahun-tahun. Konflik ini tidak hanya telah membuat keadaan di antara kedua desa menjadi tidak kondusif, tetapi juga telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Pada hari Jumat (15/3) yang lalu, warga Haria menyerahkan senjata mereka kepada pemerintah, menyusul Maklumat Kapolda Maluku. Tindakan itupun akhirnya diikuti oleh penduduk desa Porto pada hari berikutnya (Sabtu, 16/3). Tak tanggung-tanggung, senjata-senjata yang diserahkan kedua desa tersebut meliputi katapel peluncur bom setinggi 3 meter, bom rakitan, senjata api rakitan, ratusan anak panah, dan senjata tajam lainnya.

Pokok Doa:

1. Berdoalah agar Tuhan Yesus memberikan kasih ke dalam hati kedua penduduk desa ini sehingga tindakan mereka menyerahkan senjata ini bukanlah sekadar tindakan simbolis semata.

2. Doakan agar aparat militer dan polisi juga menunaikan tugas mereka dengan baik dalam menjaga keamanan di kawasan kedua desa ini.

Sumber: http://www.siwalimanews.com

Kolom Publikasi

Konflik antara warga Desa Porto dan Desa Haria di Saparua, Maluku Tengah, telah berlangsung bertahun-tahun, menyebabkan korban jiwa. Pada tanggal 15 Maret, warga Haria menyerahkan senjata mereka, termasuk katapel peluncur bom, bom rakitan, senjata api rakitan, anak panah, dan senjata tajam lainnya, sesuai Maklumat Kapolda. Tindakan ini diikuti oleh warga Desa Porto pada tanggal 16 Maret.

  • Porto
  • Haria
  • Maluku Tengah
  • Konflik
  • Senjata
  • Katapel
  • Bom
  • Penyerahan
  • Konflik antara Desa Porto dan Desa Haria telah berlangsung bertahun-tahun.
  • Warga Haria menyerahkan senjata kepada pemerintah pada tanggal 15 Maret.
  • Warga Desa Porto menyerahkan senjata pada tanggal 16 Maret.