Misionaris Asing di Indonesia
Indonesia telah menjadi ladang pekerjaan misi semenjak abad ke-16. Hal itu terjadi seiring dengan kedatangan pedagang-pedagang Portugis ke wilayah nusantara untuk mencari rempah-rempah. Maluku menjadi wilayah pertama yang menghasilkan petobat baru, dengan dibaptisnya orang Katolik pertama, Kolano Mamuya (seorang kepala kampung), beserta seisi kampungnya setelah menerima pemberitaan Injil dari Gonzalo Veloso pada tahun 1534. Lalu, terjadilah gelombang kedatangan biarawan-biarawan Fransiskan dan Fransiskus Xaverius untuk menginjili Kepulauan Ambon, Saparua, dan Ternate. Indonesia Timur, dengan demikian, menjadi wilayah Indonesia yang pertama-tama mengenal terang keselamatan dari Tuhan. Sebagai dampak dari hal tersebut, Indonesia Timur saat ini menjadi wilayah yang memiliki jumlah populasi dengan angka kekristenan tertinggi di Indonesia. Kemudian, setelah VOC, yang dikuasai oleh golongan Protestan, memukul mundur kekuasan Portugis di Indonesia, gereja Katolik dilarang berkarya di berbagai wilayah, kecuali di wilayah Flores dan Timor, yang tidak termasuk dalam wilayah VOC.
- Read more about Misionaris Asing di Indonesia
- Log in to post comments