Hukum agama di Kazakhstan menjadi perhatian utama. Namun hal tersebut tidak membuat pelayanan di Kazakhstan terhenti. Saat pemerintah Kazakhstan mengajukan hukum agama yang membatasi kegiatan outreach untuk menjangkau anak-anak, Slavic Gospel Association (SGA) malah bergerak maju untuk mengadakan perkemahan musim panas di wilayah tersebut. SGA merencanakan untuk menjangkau lebih dari 6.000 pemuda di lima negara yang dulunya tergabung dalam Uni Soviet.
Perwakilan dari SGA, Joel Griffith, mengatakan, "Terlalu dini untuk mengatakan apa yang akan terjadi di Kazakhstan. Mengingat kembali saat di Rusia ketika hukum agama diterapkan. Ada beberapa prediksi menakutkan. Saat berjalan di Rusia, saya bisa menyaksikan bahwa penganiayaan nyata hanya terjadi secara sporadis dan di wilayah- wilayah tertentu saja." Griffith berpikir bahwa semua orang menjadi terluka karena ketakutan pemerintah akan penyebaran suatu agama/kepercayaan yang radikal. Ia percaya bahwa hukum-hukum agama di Kazakhstan diusulkan karena alasan tersebut. Namun, umat percaya tetap menyandarkan diri pada Tuhan. "Kita sesungguhnya hanya bisa melihat dan berdoa, namun kita melayani Allah yang Mahakuasa yang dapat membuka dan menutup pintu kapan saja sesuai dengan kehendak- Nya. Gereja di Kazakhstan percaya kepada Allah saat mereka memberitakan Injil tanpa takut menghadapi segala macam risiko."
Sumber: Mission Network News, June 16th 2005
Pokok Doa:
- Doakan rencana SGA untuk mengadakan perkemahan musim panas bagi para pemuda di Kazakhstan. Doakan untuk perlindungan tangan Tuhan dan doakan agar kasih Tuhan menjangkau mereka.
- Mengucap syukur untuk orang-orang Kazakhstan yang telah percaya Injil. Doakan agar iman mereka terus bertumbuh di tengah-tengah permasalahan yang mereka hadapi di negara tersebut.
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Kazakhstan
- Hukum agama
- Slavic Gospel Association (SGA)
- Outreach/Pelayanan
- Iman
- Uni Soviet
- Hukum agama yang membatasi kegiatan *outreach* menjadi tantangan utama pelayanan di Kazakhstan.
- Slavic Gospel Association (SGA) tetap melanjutkan pelayanan dengan merencanakan perkemahan musim panas untuk menjangkau pemuda di lima negara bekas Uni Soviet.
- Menurut pandangan SGA, hukum agama tersebut diduga muncul karena ketakutan pemerintah terhadap penyebaran kepercayaan yang radikal.
- Umat percaya setempat menunjukkan keteguhan iman, memilih untuk terus melayani dan beritakan Injil tanpa rasa takut menghadapi risiko.
Meskipun hukum agama di Kazakhstan telah menjadi perhatian utama dan membatasi kegiatan pelayanan, organisasi Slavic Gospel Association (SGA) tetap melanjutkan misi mereka dengan merencanakan perkemahan musim panas untuk menjangkau lebih dari 6.000 pemuda di lima negara mantan Uni Soviet. Para perwakilan SGA berpendapat bahwa pembatasan hukum ini mungkin didasari oleh ketakutan pemerintah terhadap penyebaran agama yang radikal. Namun, umat percaya lokal menunjukkan keteguhan iman, tetap menyandarkan diri pada doa dan keyakinan bahwa pelayanan harus terus dilakukan tanpa rasa takut, serta menyerukan doa agar iman mereka terus bertumbuh di tengah tantangan di negara tersebut.