Irak Tahun 2009

Jumlah serangan bom terhadap gereja-gereja di Irak meningkat. Pada Sabtu 11 Juli ini, suatu gereja di barat Baghdad dibom. Berikutnya, pada 12 Juli, lima gereja di Baghdad dibom, dan keesokan harinya, suatu gereja di Mosul menjadi target sasaran. Serangan paling mematikan terjadi pada Minggu malam, empat orang dilaporkan tewas, dan sumber lain menyebutkan sebanyak 14 orang mungkin terbunuh. Menurut sebuah laporan, banyak orang yang terluka dan gedung-gedung gereja yang rusak. Orang-orang Kristen di Irak kuatir karena pemerintah dan penjaga keamanan tidak mampu mencegah kekerasan itu. Mereka takut peristiwa ini akan membuat orang-orang Kristen Irak yang telah dipindahkan ke tempat lain di Timur Tengah tidak bisa kembali pulang pada masa yang akan datang. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:

Nama buletin : Body Life, Edisi Agustus 2009, Volume 27, No. 8
Nama kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : Iraq: Seven Churches Bombed
Penerbit : 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 4

Pokok doa:

  • Doakan bagi keberadaan gereja Tuhan dan umat percaya di Irak yang sering mendapat tekanan dan aniaya, agar Tuhan melindungi dan memampukan mereka untuk tetap berdiri teguh meskipun dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

  • Berdoa bagi pihak pemerintahan dan aparat berwajib di Irak, agar Tuhan memampukan mereka memimpin bangsa ini dengan bijaksana dan memberikan jaminan perlindungan kepada umat percaya yang menjadi masyarakat minoritas di Irak.

e-JEMMi 39/2009



Kategori

  • Irak
  • 2009
  • Serangan bom
  • Gereja
  • Umat Kristen
  • Ancaman kekerasan
  • Jumlah serangan bom terhadap gereja-gereja di Irak meningkat secara signifikan pada tahun 2009.
  • Serangan-serangan ini sangat mematikan, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, serta kerusakan pada fasilitas keagamaan.
  • Umat Kristen di Irak merasa cemas karena merasa pemerintah dan aparat keamanan gagal memberikan perlindungan yang memadai dari kekerasan.
  • Ketakutan utama komunitas Kristen adalah tidak dapat kembali ke Irak akibat meningkatnya ancaman dan ketidakstabilan keamanan.

Pada tahun 2009, Irak mengalami peningkatan serangan bom yang menargetkan gereja-gereja. Serangan-serangan ini terjadi secara berulang di kota-kota seperti Baghdad dan Mosul, mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, serta kerusakan signifikan pada bangunan gereja. Komunitas Kristen di Irak merasa sangat khawatir karena menilai bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak mampu mencegah gelombang kekerasan tersebut. Kekhawatiran ini memunculkan ketakutan mendalam bahwa peristiwa ini akan menghalangi umat Kristen Irak untuk kembali ke tanah air mereka, terutama bagi mereka yang telah dipindahkan ke negara lain di Timur Tengah.