Uzbekistan Tahun 2006

Uzbekistan -- Kebebasan beragama sedang dibatasi di Uzbekistan. Forum 18 melaporkan bahwa negara itu sedang memperkenalkan hukuman baru untuk kegiatan `ilegal` yang memproduksi, menyimpan, mengimpor dan menyebarkan segala bentuk literatur rohani. Slavic Gospel Association (SGA) bekerja di wilayah itu. Joel Griffith dari SGA mengatakan, "Kami baru mendengar peraturan baru ini untuk pertama kalinya. Tapi menarik juga melihat bagaimana penerapannya nanti." Salah satu alasan dari penerapan peraturan ini mungkin karena adanya ekstrimisme dari pihak non-Kristen.

Presiden Karimov sebenarnya sedang berusaha melakukan langkah-langkah dalam segala bidang agar tidak jatuh dalam kekuasaan gerakan ekstrimisme kaum non-Kristen." Laporan-laporan menunjukkan bahwa ini hanyalah konfirmasi ulang dari apa yang sedang terjadi. Namun, Griffith juga mengatakan, "Sepengetahuan kami, sampai sejauh ini peraturan tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap Gereja Baptis. Pemerintah sedang memberi perhatian pada kegiatan produksi dan distribusi literatur rohani ilegal, misalnya yang berupa materi-materi buatan rumah tangga. Tentunya kami tidak melakukan hal yang seperti itu." SGA mensponsori kegiatan-kegiatan kamp, kebaktian muda-mudi, dan pekerjaan lain yang terus berlanjut. Dana juga dibutuhkan untuk membuat mereka tetap beroperasi.
[Sumber: Mission Network News, Juli 2006]

Pokok Doa:

  • Doakanlah agar penerapan peraturan baru ini tidak membuat umat Kristen di sana merasa kecil hati dan takut, namun sebaliknya semakin membuat mereka bergantung pada kekuatan Tuhan.

  • Berdoa juga agar proses pembagian bahan-bahan literatur Kristen dapat terus berjalan di negara ini dalam keadaan apa pun. Untuk yang menerima bahan-bahan literatur kita berdoa agar iman mereka dapat semakin dikuatkan dan menjadi jalan pengenalan mereka kepada Kristus.

e-JEMMi 29/2006

Kategori

  • Uzbekistan
  • Kebebasan beragama
  • Literatur rohani
  • Pembatasan pemerintah
  • Ekstremisme non-Kristen
  • Slavic Gospel Association (SGA)
  • Kebebasan beragama di Uzbekistan semakin dibatasi, dengan peraturan baru fokus pada materi literatur rohani yang dianggap ilegal.
  • Pemerintah menerapkan peraturan ini, yang dilaporkan mungkin dipicu oleh upaya mencegah atau menanggapi gerakan ekstrimisme dari pihak non-Kristen.
  • Organisasi Kristen lokal seperti SGA tetap melanjutkan kegiatan pelayanan mereka (seperti kamp dan kebaktian) meski di bawah pengawasan ketat.
  • Terdapat seruan doa agar komunitas Kristen tetap teguh menghadapi regulasi dan agar proses distribusi literatur rohani dapat terus berjalan.

Kebebasan beragama di Uzbekistan dilaporkan semakin dibatasi melalui pengenalan peraturan baru yang mengatur secara ketat produksi, penyimpanan, impor, dan penyebaran literatur rohani yang dianggap ilegal. Meskipun pemerintah menerapkan aturan ini, yang diduga karena adanya perhatian terhadap potensi ekstrimisme non-Kristen, organisasi Kristen lokal seperti Slavic Gospel Association (SGA) terus menjalankan kegiatan pelayanan mereka. Laporan tersebut juga menekankan pentingnya doa agar jemaat Kristen di sana tidak merasa gentar melainkan semakin menguatkan iman, serta memohon kelancaran proses pembagian materi literatur rohani.