Tukar-Menukar Doa: Hadiah Doa

Di Sekolah Minggu gereja kami, Gereja Sidang Jemaat Allah, tahun lalu diumumkan supaya kami mengundi nama seseorang untuk saling menukarkan hadiah. Saya mengeluh. Sesuatu akan ditambahkan pada daftar pekerjaan saya yang sudah terlalu panjang! Tetapi pertukaran hadiah kali ini agak berbeda. Kami diminta untuk "menghadiahkan doa". Selama satu bulan kami harus mendoakan seseorang.

Berdoa

Saya kenal dengan wanita yang namanya saya ambil tetapi saya tidak tahu apa yang harus saya doakan sampai akhirnya saya tahu bahwa hidup wanita itu tidak bahagia karena tidak ada satu pun anggota keluarganya yang mau pergi ke gereja bersamanya. Saya mendoakan masalah itu.

Sebulan kemudian, pada hari Senin setelah hari Natal, kami berkumpul di gereja untuk "menukar" hadiah kami. Orang-orang menceritakan siapa yang mereka doakan. Kami banyak belajar hal yang mengagumkan. Seakan-akan Tuhan sendiri yang sudah memilihkan nama-nama itu bagi kami.

Ada dua pria, yang persahabatannya telah renggang, sebulan lalu tanpa diduga mereka saling menarik nama temannya itu. Mereka saling mendoakan satu sama lain, akibatnya mereka membangun suatu pengertian yang baru. Keakraban mereka dipulihkan.

Dan, apa yang terjadi dengan wanita yang saya doakan? Saya hampir tidak percaya, ada sebelas anggota keluarganya yang datang ke gereja pada hari Natal!

[Cat.Red.: Adakah orang yang ingin Anda doakan menjelang perayaan Natal tahun ini? Awal Desember ini merupakan saat yang tepat untuk membuat daftar dari orang-orang yang ingin Anda beri "hadiah doa".]

Diambil dari:
Judul Buku : Kisah Nyata Seputar Natal
Pengarang : Edythe Nelson Crabb
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung 1998
Halaman : 207
Sumber : e-JEMMi 49/2002

  • Doa
  • Hadiah Doa
  • Sekolah Minggu
  • Natal
  • Pemulihan Hubungan
  • Konsep "hadiah doa" adalah kegiatan komunitas yang bertujuan mempererat ikatan spiritual dan saling mendoakan antar anggota gereja.
  • Doa terbukti memiliki dampak yang sangat kuat dan transformatif dalam kehidupan seseorang maupun hubungan antar manusia, bahkan dapat mengubah situasi yang tadinya sulit menjadi bahagia.
  • Pengalaman ini memberikan bukti nyata bahwa rencana Tuhan mampu bekerja melalui tindakan sederhana seperti mendoakan orang lain.
  • Kegiatan pertukaran doa sangat disarankan untuk dilaksanakan menjelang perayaan Natal sebagai bentuk persiapan spiritual.

Artikel ini menceritakan pengalaman unik di Sekolah Minggu Gereja Sidang Jemaat Allah, di mana anggota diminta untuk "menghadiahkan doa" sebagai pengganti hadiah fisik. Penulis menceritakan bagaimana ia mendoakan seorang wanita yang keluarganya mengalami masa sulit terkait kehadiran di gereja. Setelah sebulan berdoa, hasilnya sangat mengagumkan; sebelas anggota keluarga wanita tersebut diketahui datang ke gereja saat perayaan Natal. Selain kisah tersebut, artikel ini juga mencontohkan pemulihan persahabatan dua pria yang sebelumnya renggang berkat saling mendoakan. Keseluruhan pengalaman ini menunjukkan betapa kuat dan transformatifnya kekuatan doa, serta mengajak pembaca untuk turut serta dalam "hadiah doa" menjelang perayaan Natal.