Tajikistan Tahun 2010

Sebuah gereja Baptis di Tajikistan dilarang mengadakan pertemuan di rumah seseorang. Suatu undang-undang agama baru diberlakukan April 2008, yaitu melarang gereja-gereja mengadakan pertemuan tanpa pendaftaran secara resmi. J bersama dengan Slavic Gospel Association mengatakan bahwa pelarangan tersebut terus diberlakukan. "Ketika kami melihat apa yang sedang terjadi di Tajikistan, tentu saja kami merasa terganggu dengan apa yang kita lihat. Tapi hal ini tidak hanya terjadi pada satu tempat, tetapi juga pada berbagai tempat yang dulunya adalah republik Soviet." J mengatakan hal terpenting yang bisa kita lakukan adalah berdoa. "Pendiri Slavic Gospel Association, P, memunyai motto: 'Banyak berdoa, banyak kekuatan; sedikit berdoa, sedikit kekuatan; tidak berdoa, tidak punya kekuatan.'" Larangan bisa menghalangi penyebaran Injil, tetapi J mengatakan, "Tuhan akan terus membangun gereja-Nya, tidak peduli apa pun yang dilakukan manusia." (t/Ratri)

Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2009

Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/13584

Pokok doa:

  • Doakan agar larangan untuk bersekutu bersama bagi umat Kristen di Tajikistan tidak membuat mereka mengurangi, bahkan meninggalkan persekutuan mereka dengan sesama anggota tubuh Kristus, dan hubungan pribadi mereka dengan Tuhan.

  • Doakanlah agar semakin banyak orang yang terlibat untuk mendoakan negara mereka, baik umat percaya yang tinggal di dalam maupun di luar Tajikistan.

e-JEMMi 02/2010



Kategori

Kolom Publikasi

  • Tajikistan
  • Larangan Keagamaan
  • Perkumpulan Kristen
  • Gereja Baptis
  • Doa
  • Kebebasan Beragama
  • Pelarangan keagamaan baru di Tajikistan, efektif sejak April 2008, melarang gereja-gereja mengadakan pertemuan tanpa pendaftaran resmi.
  • Pelarangan ini menyebabkan pembatasan pertemuan bagi umat Kristen, seperti contohnya gereja Baptis yang dilarang berkumpul di rumah.
  • Dalam menghadapi larangan, organisasi keagamaan tersebut menekankan bahwa tindakan terbaik yang dapat dilakukan adalah berdoa.
  • Meskipun ada hambatan hukum, pesan utama yang disampaikan adalah keyakinan bahwa Tuhan akan terus membangun gereja-Nya terlepas dari upaya manusia.

Gereja-gereja Kristen di Tajikistan menghadapi kesulitan signifikan akibat peraturan agama baru yang berlaku sejak April 2008, yang secara spesifik melarang perkumpulan gereja tanpa pendaftaran resmi. Salah satu dampaknya adalah pelarangan bagi gereja Baptis untuk mengadakan pertemuan di rumah. Meskipun situasi ini menimbulkan kekhawatiran di berbagai lokasi mantan republik Soviet, perwakilan lembaga agama menekankan pentingnya doa sebagai respons utama, meyakini bahwa Tuhan akan terus membangun gereja-Nya meskipun menghadapi hambatan manusia atau hukum.