Ada seorang wanita Saramaccan di Suriname yang telah menjadi orang percaya sekitar 4 tahun yang lalu. Dia ingin melayani Tuhan namun masih bergumul untuk menemukan bentuk pelayanannya yang efektif. Wanita ini ikut bergabung dalam sebuah persekutuan yang mendalami kisah-kisah dalam Alkitab secara kronologis. Namun pada saat tiba gilirannya untuk sharing, dia terlalu malu untuk berbicara di depan orang banyak. Suatu saat dia mendapatkan penglihatan dari Allah dan dia mulai menulis lagu dan merekamnya.
Tak seorang pun yang dekat dengan dirinya mengetahui bahwa dia mempunyai talenta di bidang musik. Setelah mengikuti kursus musik selama 6 bulan, wanita ini telah menulis lebih dari 250 lagu Kristen dalam bahasa Saramaccan. Kini lagu-lagu tersebut selalu dinyanyikan di berbagai gereja di wilayah ini.
[Sumber: Advance: Nov. 30, 2003]
Pokok Doa:
- Bersyukur karena wanita Saramaccan ini memakai talentanya untuk bisa melayani secara efektif melalui lagu-lagu Kristen yang ditulisnya.
- Berdoa supaya orang-orang percaya di Saramaccan juga bisa dikuatkan imannya melalui pelayanan musik ini, sehingga mereka semakin bertumbuh dan memiliki kerinduan untuk melayani dengan efektif di wilayah mereka.
- Doakan agar Allah bekerja dan menjamah orang-orang Saramaccan dengan kasih Kristus yang ajaib itu.
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Suriname
- Saramaccan
- Musik Kristen
- Pelayanan
- Talenta
- Pujian Penyembahan
- Seorang wanita Saramaccan mengalami pergumulan dalam mencari bentuk pelayanan yang efektif di tengah komunitasnya.
- Setelah mendapatkan penglihatan, ia menemukan dan mengembangkan talenta musiknya, yang sebelumnya tidak diketahui siapa pun.
- Dengan mengikuti kursus musik, ia berhasil menciptakan lebih dari 250 lagu Kristen dalam bahasa Saramaccan.
- Lagu-lagu yang diciptakannya kini digunakan dalam ibadah di berbagai gereja di wilayah tersebut.
- Artikel ini juga menekankan doa agar pelayanan musik ini dapat menguatkan iman umat dan mendorong mereka untuk melayani secara efektif di Saramaccan.
Sebuah kisah dari Suriname menceritakan seorang wanita Saramaccan yang memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan namun merasa malu dan kesulitan menemukan bentuk pelayanan yang efektif. Setelah mendapatkan penglihatan dari Allah, ia menemukan talenta terpendamnya di bidang musik. Setelah mengikuti kursus musik intensif, ia berhasil menulis lebih dari 250 lagu Kristen dalam bahasa Saramaccan. Kini, lagu-lagu karyanya menjadi alat ibadah yang sering dinyanyikan di berbagai gereja lokal, sehingga menjadi sarana yang didoakan untuk menguatkan iman dan mendorong umat percaya Saramaccan agar semakin efektif dalam melayani.