Rumpun Melayu Kalimantan

Lihat kartu doa Rumpun Melayu Kalimantan: Suku: Banjar, Berau, Suku: Melayu Ketapang, Melayu Pontianak & Suku: Melayu Sambas

Rumpun Melayu Kalimantan memiliki 5 suku (Banjar, Berau, Melayu Ketapang, Melayu Pontianak, Melayu Sambas). Kelima suku ini tersebar di Pulau Kalimantan. Mayoritas belum mengenal Tuhan dan masih menjaga kepercayaan animisme. Penduduknya sebagian besar bekerja sebagai petani, nelayan, dan pekerja swasta.

Suku: Banjar, Berau

Profil suku: IPN dan joshuaproject.net/people_groups/13439/ID

Alkitab dan Media dalam bahasa Banjar: bakat.sabda.org/68-bjn-001.html

Pokok doa rumpun:

  1. Orang-orang Melayu Kalimantan dapat mengenal Yesus dan percaya kepada-Nya.
  2. Distribusi Alkitab dalam bahasa-bahasa suku untuk orang-orang Melayu Kalimantan dapat dilakukan dengan baik dan tepat sasaran.

Pokok doa suku:

  1. Suku Banjar: Masyarakat Banjar berkesempatan mengenal Tuhan melalui media yang tersedia, seperti film Yesus, yang dapat diakses oleh suku ini.
  2. Suku Berau: Orang-orang percaya di suku Berau menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk memberitakan Kabar Baik kepada mereka yang belum mengenal Tuhan.

Suku: Melayu Ketapang, Melayu Pontianak

Profil suku: IPN dan joshuaproject.net/people_groups/20290/ID, joshuaproject.net/people_groups/20291/ID

Alkitab dan Media dalam bahasa Melayu Ketapang, Melayu Pontianak: bakat.sabda.org/384-zlm-001.html

Pokok doa rumpun:

  1. Orang-orang Melayu Kalimantan berkesempatan untuk mendengar Kabar Baik dan memercayai Kristus sebagai Juru Selamat hidupnya.
  2. Tersedianya Alkitab dan media online Kristen dalam bahasa rumpun ini sehingga masyarakat dapat mendengar Kabar Baik dan mengenal Kristus.

Pokok doa suku:

  1. Suku Melayu Ketapang: Berdoa untuk pengembangan potensi pariwisata dan perbaikan sarana transportasi supaya perekonomian suku ini dapat meningkat.
  2. Suku Melayu Pontianak: Adanya infrastruktur yang baik supaya pendidikan, industri, dan perekonomian mengalami kemajuan.

Suku: Melayu Sambas

Profil suku: IPN dan joshuaproject.net/people_groups/20289/ID

Alkitab dan Media dalam bahasa Melayu Sambas: bakat.sabda.org/384-zlm-001.html

Pokok doa rumpun:

  1. Pelayanan bagi orang-orang di rumpun Melayu Kalimantan dapat merata sehingga banyak orang mengenal Allah yang benar.
  2. Peningkatan kesejahteraan hidup bagi orang-orang di Melayu Kalimantan melalui pekerjaan mereka.
  3. Adanya penyuluhan mengenai pentingnya tumbuhan bakau dan kesadaran masyarakat tentang dampak buruk dari kerusakan hutan bakau.

Pokok doa suku:

  1. Suku Melayu Sambas: Orang-orang percaya dapat memelihara iman mereka di tengah-tengah tradisi penduduk mayoritas.
Suku Banjar, Berau 
Suku Melayu Ketapang, Melayu Pontianak 
Suku Melayu Sambas 
  • Rumpun Melayu Kalimantan
  • Suku Banjar
  • Suku Berau
  • Melayu Ketapang
  • Melayu Pontianak
  • Melayu Sambas
  • Animisme
  • Kabar Baik
  • Kalimantan
  • Rumpun Melayu Kalimantan terdiri dari lima suku (Banjar, Berau, Melayu Ketapang, Melayu Pontianak, Melayu Sambas) yang tersebar di Pulau Kalimantan.
  • Mayoritas penduduk suku-suku ini masih memegang kepercayaan animisme dan belum mengenal ajaran Tuhan.
  • Fokus pelayanan utama adalah agar masyarakat dapat mengenal Yesus Kristus dan mendengar Kabar Baik melalui penyediaan media dan Alkitab dalam bahasa suku masing-masing.
  • Fokus doa juga mencakup aspek sosial dan ekonomi, seperti perbaikan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan, dan pemeliharaan lingkungan (bakau).

Artikel ini membahas profil Rumpun Melayu Kalimantan, yang terdiri dari lima suku utama: Banjar, Berau, Melayu Ketapang, Melayu Pontianak, dan Melayu Sambas. Kelima suku yang tersebar di Pulau Kalimantan ini mayoritas masih memegang kepercayaan animisme, dengan mata pencaharian utama sebagai petani, nelayan, dan pekerja swasta. Konten ini menyoroti pentingnya penyampaian Kabar Baik (Kabar Baik) kepada masyarakat tersebut melalui ketersediaan media dan Alkitab dalam bahasa lokal. Selain aspek rohani, artikel juga memuat fokus doa yang mencakup peningkatan infrastruktur, pengembangan ekonomi, dan upaya pemeliharaan iman di tengah tradisi.