Lihat kartu doa Rumpun Musi: Suku: Besemah, Kaur, Suku: Kikim, Lintang & Suku: Semendo, Serawai
Rumpun Besemah memiliki 6 suku (Besemah, Kaur, Kikim, Lintang, Semendo, Serawai) yang mendiami sebagian besar daerah Bengkulu dan Bandar Lampung, Sumatera Selatan. Mayoritas belum mengenal Tuhan dan banyak dari mereka yang menyembah patung-patung besar untuk memanggil roh-roh nenek moyang. Kebutuhan utama mereka adalah pelayanan kesehatan dan pelatihan untuk meningkatkan produksi tanaman dengan menggunakan teknologi yang tepat.
Suku: Besemah, Kaur
Profil suku: IPN dan joshuaproject.net/people_groups/20294/ID
Alkitab dan Media dalam bahasa Kaur: bakat.sabda.org/258-vkk-001.html
Pokok doa rumpun:
- Penduduk rumpun Besemah yang sudah mendengar Kabar Baik mau membuka hati dan memberitakan Kabar Baik kepada orang lain yang belum mengenal-Nya.
- Doakan supaya pemerintah setempat dapat menjalankan roda pemerintahan dengan takut akan Tuhan.
Pokok doa suku:
- Suku Besemah: Kebutuhan orang Besemah (perawatan kesehatan, teknologi, dan pelatihan keterampilan untuk mengelola produksi pertanian) dapat terpenuhi.
- Suku Kaur: Kebutuhan mereka akan teknologi untuk meningkatkan produksi pertanian tercukupi, serta ada Alkitab dalam bahasa mereka supaya mereka mengetahui kebenaran firman Tuhan.
Suku: Kikim, Lintang
Profil suku: IPN dan joshuaproject.net/people_groups/20294/ID
Alkitab dan Media dalam bahasa Kaur: bakat.sabda.org/258-vkk-001.html
Pokok doa rumpun:
- Adanya penyuluhan tentang pemanfaatan tanaman padi yang lebih efektif dan efisien, khususnya daerah pedalaman, untuk meningkatkan pendapatan.
- Pengabaran Kabar Baik terus digiatkan karena masih banyak orang yang memercayai hal-hal yang mistis.
Pokok doa suku:
- Suku Kikim: Pengadaan Alkitab dalam bahasa Kikim supaya orang-orang dapat membaca dan memahami firman Tuhan.
- Suku Lintang: Kebenaran firman Tuhan dinyatakan di sana karena banyak suku Lintang yang memercayai dukun.
Suku: Semendo, Serawai
Profil suku: IPN dan joshuaproject.net/people_groups/20294/ID
Alkitab dan Media dalam bahasa Kaur: bakat.sabda.org/258-vkk-001.html
Pokok doa rumpun:
- Pemerintah di Provinsi Bengkulu merupakan salah satu contoh yang baik dalam membuat penyuluhan dan menangani Covid-19, mari kita doakan supaya hal ini dapat menjadi motivasi untuk pemerintah-pemerintah provinsi lainnya. (Liputan6.com, 2 April 2020).
- Kita doakan supaya distribusi hasil pertanian di sana semakin baik, sebab masyarakat Bengkulu khususnya yang di pedalaman masih bergantung pada hasil pertanian.
Pokok doa suku:
- Suku Semendo: Masih banyak suku Semendo yang menganut animisme, kiranya mereka mendapat akses untuk mendengar Kabar Baik.
- Suku Serawai: Berdoa supaya suku Serawai berkesempatan untuk mendengar Kabar Baik, kaum muda Serawai memiliki motivasi untuk melanjutkan pendidikan, dan ada sistem pengairan yang lebih baik sehingga tidak hanya bergantung pada air hujan.
- Log in to post comments
- Rumpun Besemah
- Bengkulu
- Suku-suku Sumatera
- Kabar Baik
- Animisme
- Kebutuhan Kesehatan dan Teknologi
- Pertanian
- Rumpun Besemah terdiri dari enam suku (Besemah, Kaur, Kikim, Lintang, Semendo, Serawai) dan mendiami sebagian besar wilayah Bengkulu dan Sumatera Selatan.
- Banyak penduduk rumpun ini masih menganut kepercayaan animisme, di mana mereka menyembah patung-patung besar dan belum sepenuhnya mengenal ajaran Tuhan.
- Kebutuhan rohani utama adalah penyebaran Kabar Baik agar mereka dapat mengenal kebenaran firman Tuhan, disertai dengan ketersediaan Alkitab dalam bahasa masing-masing suku.
- Kebutuhan fisik yang mendesak meliputi pelayanan kesehatan, serta pelatihan dan teknologi tepat untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mata pencaharian mereka.
- Perlu adanya perbaikan sistem pendukung seperti tata kelola pemerintahan yang takut akan Tuhan, sistem pengairan yang baik (irigasi), dan peningkatan distribusi hasil pertanian di daerah pedalaman.
Rumpun Besemah adalah sekelompok enam suku (Besemah, Kaur, Kikim, Lintang, Semendo, dan Serawai) yang mendiami wilayah Bengkulu, Bandar Lampung, dan Sumatera Selatan. Secara umum, rumpun ini menghadapi tantangan spiritual di mana banyak penduduknya belum mengenal Tuhan dan masih menyembah roh nenek moyang. Oleh karena itu, kebutuhan utama mereka mencakup penginjilan (Kabar Baik), pengadaan Alkitab dalam bahasa lokal, serta kebutuhan material berupa pelayanan kesehatan, pengembangan teknologi pertanian, dan perbaikan sistem infrastruktur serta tata kelola pemerintahan.