Pakistan Tahun 2004

Pakistan mempertimbangkan untuk menghapus hukum yang tidak menghormati orang Kristen. Berita utama di Pakistan saat ini adalah pertimbangan pemerintah untuk menghapuskan hukum yang tidak menghormati orang Kristen. Banyak orang Kristen sangat merasa antusias dengan hal ini. Presiden dari Open Doors, USA, Carl Moeler mengatakan hal ini akan menjadi jawaban yang luar biasa terhadap doa-doa yang sudah dinaikkan untuk Pakistan, karena orang Kristen di sana diperlakukan kurang baik.

"Orang Kristen tidak memiliki hak-hak umum seperti yang dimiliki oleh masyarakat Muslim Pakistan. Mulai dari pendidikan sampai pada pekerjaan dan juga kebebasan untuk beragama yang mendasar, orang Kristen selalu dilecehkan, kadang mereka ditangkap dan bahkan dibunuh." Moeler percaya bahwa kondisi politik internasional telah menyebabkan pemerintahan Musharraf untuk membuat peraturan yang telah disahkan oleh Dewan Nasional. Moeler meminta agar orang Kristen di Pakistan berdoa, sehingga mereka akan merasa terus terdorong." Terdorong untuk berdiri teguh dalam iman, terdorong untuk menyadari bahwa dunia tidak melupakan mereka, dan terdorong memiliki pengaruh secara literal untuk membawa negara mereka -- Pakistan kepada Tuhan Yesus."

Sumber: Mission Network News July 19th 2004

  • Bersyukur untuk rencana penghapusan hukum yang tidak menghormati orang Kristen di Pakistan.
  • Doakan agar orang Kristen di Pakistan lebih berani untuk membagikan kasih dan iman percaya mereka kepada orang-orang yang belum percaya.

e-JEMMi 31/2004

Sementara jumlah teroris yang menyerang umat percaya di Pakistan semakin meningkat, hal ini tidak menghentikan pengkhotbah Sammy Tippit untuk menjangkau orang-orang terabaikan dengan menggunakan sistem "digital evangelism". Mission Network News melaporkan bagaimana menggunakan sistem ini. Pelayanan yang bekerjasama dengan Tippit di Pakistan menunjukkan video digital dari persekutuan penginjilan yang direkam di Pakistan. Video ini menampilkan penerjemahan dalam bahasa Urdu.

"Ada sejumlah gereja Kristen di Pakistan yang sedang mencoba untuk menjangkau dan memberitakan Injil kepada penduduk di sekitarnya," kata Tippit. "Di suatu desa, dalam minggu ini ada 400 orang yang menghadiri persekutuan Injili, dan 57 orang diantaranya memutuskan untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat." Bekerja melayani secara satu tim bersama para pemimpin gereja nasional merupakan hal yang efektif karena mereka dapat mengevaluasi pembicaraan-pembicaraan yang dilakukan. "Ketika tim ini pergi ke wilayah yang \'bermusuhan\', maka tim ini harus mengetahui pihak mana yang benar. Tim ini harus mempunyai kontak yang benar. Jika tidak demikian, perkunjungan ini bisa menjadi hal yang sangat membahayakan." Tippit mengatakan bahwa rekaman digital dari khotbah-khotbahnya kini telah direkam dalam 70 bahasa. Sistem "digital evangelism" telah diperkenalkan sejak setahun yang lalu.


[Sumber: CMDNet Weekly Update, December 13, 2003]


Pokok Doa:


  • Bersyukur atas gereja-gereja Pakistan yang mempunyai kerinduan untuk memberitakan Injil bagi orang-orang di sekitarnya.

  • Doakan untuk sistem "digital evangelism" yang dipakai Sammy Tippit agar dapat semakin mengefektifkan pelayanan di Pakistan.

  • Berdoa juga agar rekaman digital dari kotbah-kotbah Sammy yang telah diterjemahkan dalam 70 bahasa bisa menjangkau lebih banyak lagi jiwa dari berbagai negara.

e-JEMMi 02/2004

Kategori

  • Pakistan
  • Hukum anti-Kristen
  • Diskriminasi minoritas
  • Penginjilan
  • Digital Evangelism
  • Sammy Tippit
  • Pakistan mempertimbangkan penghapusan hukum yang tidak menghormati hak-hak orang Kristen, sebuah perkembangan yang sangat dinantikan oleh komunitas Kristen setempat.
  • Umat Kristen di Pakistan masih menghadapi diskriminasi sistemik dalam kehidupan sehari-hari, termasuk masalah pendidikan, pekerjaan, dan ancaman kekerasan.
  • Meskipun meningkatnya terorisme, kegiatan penginjilan tetap dilakukan melalui sistem "digital evangelism", di mana gereja lokal menjangkau penduduk sekitar dan berhasil melakukan konversi.
  • Keselamatan dan efektivitas pelayanan diutamakan dengan bekerja dalam sistem tim yang melibatkan pemimpin gereja nasional saat mengunjungi wilayah yang rentan.
  • Sistem "digital evangelism" telah berhasil mendokumentasikan khotbah dalam 70 bahasa, memperluas jangkauan Injil kepada lebih banyak jiwa di berbagai negara.

Artikel ini membahas perkembangan situasi umat Kristen di Pakistan pada tahun 2004, dengan fokus pada rencana pemerintah untuk menghapus hukum anti-Kristen yang disambut antusiasme. Meskipun demikian, komunitas Kristen masih menghadapi diskriminasi serius dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan kebebasan beragama, serta peningkatan ancaman terorisme. Di tengah tantangan ini, pelayanan penginjilan terus dilanjutkan secara aktif melalui sistem "digital evangelism" yang dipelopori Sammy Tippit. Metode ini tidak hanya efektif menjangkau orang-orang di sekitar gereja, tetapi juga mendistribusikan rekaman khotbah dalam 70 bahasa untuk mencapai jangkauan global.