Negara-Negara Lain

Meksiko

Meksiko (108 juta), Ibukota Mexico City (23 juta), agama: Katolik 90%, Kristen 7%. Bapak Pieter dan Ibu Marni Tarigan, YPPII, tinggal di Juxtlahuaca, Oaxaca dan melayani suku Triqui. Persekutuan di rumah sudah berjalan lebih dari satu tahun. Mereka bersyukur, bahwa ada beberapa keluarga setempat membantu mereka. Jangan berhenti berdoa tentang masalah visa, urusan rumit. Mereka sedang dibantu oleh seorang advokat baru, yang dahulu membiarkan semua urusan saja.

Brasil

Brasil (174 juta), Agama: Katolik 70%, Protestant 15,7%, banyak orang menyembah roh-roh. Ibu Margaretha N. Adiwardana memegang misi AME, Bapak Isak Hattu membantu AME dalam pelayanan. Pdt. Suadi Adiwardana menggembalakan gereja Indonesia di kota S???o Paulo.

Suriname

Suriname (450 000), Kel. Pdt. Suryanto Tasman melayani di jemaat PUAS (Paguyupan Urip Anyar Suriname) di antara keturunan orang Jawa. Ada perintisan baru di daerah Kampon Kecil.

KM LOGOS II

KM LOGOS II selama melayani di pulau-pulau Karibik banyak penduduk di-layani yang haus literatur. Karena dalam waktu dekat KM LOGOS HOPE masuk pelayanan, LOGOS II ditiadakan.

Timor Leste

Timor Leste (1 juta), Ibukota Dili (50 ribu). Agama: Katolik 90%, Kristen 4%, Islam 1%. Sebagian besar orang Katolik lebih yakin dengan roh-roh arwah daripada Allah. Kakak Thelly melayani dalam Esperanca Projekt bersama Tim WEC. Di dalam proyek ini dilayani anak-anak dan pemuda/i di Dili. Baru-baru ini dibuat presentasi kepada masyarakat tentang kegiatan dalam proyek, presentasi ini disambut oleh masyarakat sekitarnya dengan respons luar biasa! Beberapa masalah besar yang belum diatasi, yang juga mengganggu pelayanan di proyek: politik tidak stabil, pengangguran besar, khusus anak muda, maling masuk rumah dan kekerasan dalam masyarakat. Keadaan di negara ini, apalagi di Dili, kurang aman, para pelayan memerlukan perlindungan dari TUHAN.

Australia

Australia (19 juta), Suku bangsa: Eropa 93%, Asia 5%, Aborigin 1,5%. Bulan Agustus ini diperkirakan 20,000 orang Arab datang untuk libur di Gold Coast, orang Kristen memakai kesempatan emas ini dan memberikan kepada mereka Alkitab dan literatur dalam bahasa mereka. Di negara asal mereka sulit dijangkaui oleh Firman TUHAN, tetapi di Australia ada kebebasan, karena itu mereka dapat mendengar berita hidup, harap banyak dijamah Roh Kudus. Kel. Pdt. Salomo Bangun, (YPPII, Gereja Indonesia Darwin): Sibuk dalam penggembalaan dan perintisan di tengah orang Indonesia setempat dan di antara orang dari suku-suku bangsa lain, termasuk orang Aborigin setempat.

Kategori

  • Negara-negara lain
  • Pelayanan misi
  • Perintisan gereja
  • Timor Leste
  • Keamanan dan tantangan sosial
  • Literatur Kristen
  • Pendampingan pastoral
  • Laporan mencakup pembaruan pelayanan misi di beberapa negara Asia dan Amerika (Meksiko, Brasil, Suriname, Timor Leste, dan Australia).
  • Kegiatan pelayanan fokus pada pendampingan pastoral di berbagai kelompok masyarakat, termasuk suku adat dan kaum muda.
  • Beberapa tantangan besar yang dihadapi di lapangan termasuk ketidakstabilan politik, pengangguran, masalah keamanan (kekerasan), dan kesulitan birokrasi (visa).
  • Strategi pelayanan yang dilakukan bersifat adaptif, seperti distribusi Alkitab dan literatur di tengah populasi asing atau program edukasi bagi kaum muda.
  • Kebebasan beribadah dan menyebarkan Firman Tuhan menjadi fokus utama pelayanan di negara-negara yang mendukung.

Artikel ini menyajikan laporan perkembangan misi dan pelayanan di berbagai negara, termasuk Meksiko, Brasil, Suriname, Timor Leste, dan Australia. Pelayanan yang dilaporkan meliputi pendampingan pastoral di komunitas tertentu (seperti suku Triqui di Meksiko dan keturunan Jawa di Suriname), kegiatan proyek khusus untuk anak-anak dan pemuda (seperti Esperanca Projekt di Timor Leste), dan upaya penyebaran literatur ke berbagai kelompok masyarakat (misalnya komunitas Arab di Australia). Namun, laporan juga menyoroti berbagai tantangan besar yang dihadapi para pelayan, mulai dari masalah administratif seperti visa, ketidakstabilan politik, tingkat pengangguran yang tinggi, hingga isu keamanan dan kekerasan di beberapa wilayah.