?├Â?├º?├║Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu?├Â?├º?├┐ (Yeremia 29:7)
Mendengar kata misi, apa yang terbersit dalam pikiran anda?
Apakah anda berpikir seperti beberapa pandangan ini: ?├Â?├º?├║Kita bermisi kalau kita pergi ke suku atau daerah terpencil, kita bermisi jika kita menjadi misionaris ke Negara lain, bermisi adalah panggilan khusus bagi orang-orang khusus atau bermisi merupakan salah satu pilihan hidup?├Â?├º?├┐. Sesungguhnya misi berasal dari Allah. Alkitab mengisahkan hal tersebut, bagaimana Allah berinisiatif memulihkan seluruh ciptaan-Nya yang telah jatuh dalam dosa dan diperbudak olehnya. Allah Bapa mengutus Anak-Nya, selanjutnya Mereka (Bapa & Anak) mengutus Roh Kudus ke dalam dunia agar manusia dan seluruh ciptaan-Nya ditebus dan diperdamaikan kembali dengan Dia, menjadi milik-Nya dan dipulihkan kepada maksud-Nya semula saat segala sesuatu diciptakan-Nya. Sebagai umat yang telah ditebus oleh-Nya, kita dipanggil untuk menjadi bagian dari misi Allah untuk menyelamatkan seisi dunia. Dengan demikian, hal tersebut melekat pada eksistensi kita sebagai umat Allah (1 Petrus 2:9). Jadi misi berkaitan dengan seluruh hidup kita. Bukan hanya tentang apa yang kita katakan (saying) atau lakukan (doing), melainkan mencakup keseluruhan hidup (being) kita.
Allah juga memberikan kita tanggung jawab untuk ikut mengusahakan kesejahteraan kota dimana kita berada dan berdoa untuk hal tersebut (Yeremia 29:7), Dia mau supaya kita peduli dengan kondisi kota. Itu berarti kehadiran kita harus memberikan dampak. Hal ini menjadi kesempatan untuk kita merealisasikan misi-Nya lewat keseluruhan hidup kita.
Lalu apa yang menjadi tanggung jawab kita bagi kesejahteraan kota, daerah bahkan bangsa dimana kita ditempatkan oleh-Nya? Kita hidup di era reformasi yang sangat merindukan pembaharuan hidup ke arah lebih baik itu terjadi. Lantas, reformasi (pembaharuan) seperti apa yang harus kita usahakan?
Belajar dari Nehemia, seorang tokoh reformator dijamannya. Seorang yang sangat peduli dengan kondisi bangsanya. Kepeduliannya bukan hanya "kepedulian kata-kata" tapi "kepedulian yang diusahakan & diwujud-nyatakan". Seorang yang ikut mengusahakan kesejahteraan kota Yerusalem. Kehadiran Nehemia membawa tiga aspek pembaharuan yang dikerjakannya dalam membangun kembali kehidupan umat Allah di Yerusalem.
- Reformasi Fisik (Nehemia 6:15-16)
Nehemia menyelesaikan pembangunan tembok kota Yerusalem dalam waktu 52 hari sehingga takutlah semua bangsa yang berada disekeliling Yerusalem dan membuat mereka sadar bahwa Allah turut terlibat dalam pekerjaan tersebut. Pada masa itu, tembok yang mengelilingi suatu kota merupakan lambang kedaulatan dan keamanan. Sehingga pembangunan tembok menjadi prioritas Nehemia supaya kehidupan sosial dan ibadah di Yerusalem dapat ditata dan dipulihkan kembali.
Reformasi Spiritual (Nehemia 9:1-3,38)
Didalam doanya di pasal 1, Nehemia memahami bahwa kehancuran Yerusalem bukan sekedar masalah sosial politik, tetapi akarnya adalah pemberontakan mereka terhadap Tuhan yang kemudian mendatangkan murka-Nya. Yerusalem terkenal karena penduduknya suka memberontak bahkan dikenal sebagai kota yang durhaka dan jahat (Ezra 4:12,15), sehingga pemulihan Yerusalem memerlukan pembaharuan rohani yang ditandai dengan pembacaan Taurat, adanya pengakuan dosa dan pembaharuan janji setia mereka (penduduk Yerusalem) dihadapan Tuhan.
Reformasi Sosial (Nehemia 10:28-39)
Pembaharuan kehidupan rohani tidak cukup hanya dengan pembacaan Firman dan doa pertobatan. Pembaharuan itu perlu diwujudkan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Nehemia menggunakan wewenangnya untuk menata agar kehidupan sosial mereka bisa diselaraskan kembali dengan aturan-aturan dalam Firman Tuhan.
Setiap bentuk peran dan pekerjaan di kota atau daerah kita dapat menjadi sarana untuk mengerjakan misi Allah di muka bumi, untuk menyatakan kasih dan kebenaran-Nya melalui perkataan, tindakan dan seluruh hidup kita. Jadi apa peran spesifik yang Tuhan percayakan kepada Anda dalam proses reformasi di kota, daerah maupun masyarakat Indonesia? Marilah kita ikut mengusahakan & mewujud-nyatakannya.
Diambil dari:
| Nama situs | : | www.perkantassulsel.org |
| Alamat URL | : | http://www.perkantassulsel.org/index.php?g=articles&id=103 |
| Judul artikel | : | Misi Bagi Kotaku |
| Penulis artikel | : | Kenny Tuasela, SE |
| Tanggal akses | : | 3 September 2015 |
Kolom Publikasi
- Log in to post comments
Artikel ini membahas konsep misi yang berkaitan dengan tanggung jawab individu dalam mewujudkan kesejahteraan kota tempat tinggal, sebagaimana tercermin dalam Yeremia 29:7. Konsep ini diperjelas melalui kisah Nehemia, yang melakukan reformasi fisik, spiritual, dan sosial di Yerusalem. Reformasi fisik berupa pembangunan kembali tembok kota untuk mengembalikan keamanan dan kedaulatan, reformasi spiritual melalui pembacaan Taurat dan pengakuan dosa, serta reformasi sosial untuk menata kehidupan sosial sesuai Firman Tuhan. Dengan demikian, setiap peran dan pekerjaan dapat menjadi sarana mewujudkan misi Allah di muka bumi.
- Misi
- Nehemia
- Kota
- Yerusalem
- Reformasi
- Kesejahteraan
- Firman Tuhan
- Konsep misi berkaitan dengan tanggung jawab individu dalam mewujudkan kesejahteraan kota dan didasarkan pada Yeremia 29:7.
- Nehemia melakukan reformasi fisik, spiritual, dan sosial di Yerusalem untuk memulihkan kehidupan umat Allah.
- Reformasi fisik meliputi pembangunan kembali tembok kota sebagai simbol keamanan dan kedaulatan.
- Reformasi spiritual melibatkan pembacaan Taurat dan pengakuan dosa oleh penduduk Yerusalem.