Kepulauan Andaman jarang dikunjungi. Adatnya sendiri melarang penduduknya untuk berinteraksi dengan orang-orang luar. Kebanyakan peduduknya beragama non-Kristen. Tsunami yang melanda Thailand juga menghancurkan kepulauan Andaman. Pendeta Varughese, dengan bantuan The Bridge International, membantu para pengungsi, dan banyak dari mereka yang menerima Yesus. "Mereka telah melihat bantuan nyata yang diberikan oleh orang-orang kepada mereka ketika mereka membutuhkannya, jadi mereka ingin mengenal dan mengikut Tuhan. Dan kami telah mengajak sejumlah orang untuk menerima Tuhan setelah tsunami terjadi." Mereka masih membantu 130 anak-anak dan 30 keluarga karena pemerintah sama sekali tidak berusaha menolong mereka. Kesempatan untuk mengenalkan Kristus mungkin tidak akan berlangung lama. "Jika kita tidak menggunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin, kita tidak tahu seberapa lama kesempatan ini terbuka, kita tidak tahu apakah pintu itu akan segera tertutup atau tidak."
| Diterjemahkan dari | : | Mission News, Juli 2007 | Berita selengkapnya | : | http://www.MNNonline.org/article/10037 |
Pokok Doa
-
Berdoa agar pemulihan keadaan penduduk di Kepulauan Andaman dapat berjalan dengan lancar. Kiranya The Bridge International dan masyarakat Kristen setempat dapat bahu-membahu menolong mereka dengan hati yang tulus.
-
Kiranya Tuhan terus membuka kesempatan untuk memberitakan Injil di Kepulauan Andaman dan menindaklanjuti mereka-mereka yang telah bertobat dan menerima Kristus sebagai Juru Selamat.
Edisi e-JEMMi
Kategori
Kolom Publikasi
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Kepulauan Andaman
- Tsunami
- Penyebaran Injil
- Bantuan Kemanusiaan
- The Bridge International
- Konversi Iman
- Kepulauan Andaman merupakan wilayah terpencil yang secara adat melarang interaksi dengan orang luar, dengan mayoritas penduduk beragama non-Kristen.
- Bencana tsunami yang melanda Kepulauan Andaman menjadi katalisator yang menarik bantuan dan perhatian dari luar.
- Bantuan yang diberikan oleh organisasi seperti The Bridge International berperan penting dalam rehabilitasi dan menyebarkan pesan Injil, menyebabkan banyak pengungsi beralih ke Kekristenan.
- Masih terdapat kebutuhan bantuan berkelanjutan untuk sekitar 130 anak-anak dan 30 keluarga karena minimnya upaya dari pemerintah.
- Adanya kesempatan untuk memberitakan Injil sangat terbatas dan harus segera dimanfaatkan secara maksimal sebelum kesempatan tersebut berakhir.
Kepulauan Andaman adalah lokasi yang jarang dikunjungi dan memiliki tradisi isolasi. Setelah dilanda tsunami yang menghancurkan, kehadiran bantuan kemanusiaan dari Pendeta Varughese dan The Bridge International telah menjadi titik balik, di mana banyak pengungsi mulai mengenal dan menerima Kekristenan. Penulis menekankan bahwa bantuan mereka sangat diperlukan karena pemerintah dianggap tidak menolong, dan mereka merasa ada urgensi besar untuk memanfaatkan kesempatan emas ini guna memberitakan Injil sebelum kesempatan tersebut tertutup.