Kenya Tahun 2004

Satu tim sukarelawan mengadakan pelayanan outreach kepada Suku
Pokot, salah satu suku terabaikan di Kenya. Dalam 4 hari, mereka
merawat lebih 750 orang, mensharingkan Injil kepada lebih dari 1100
orang, dan merintis tiga gereja. Di sebuah desa, seorang penatua
gereja baru mendengarkan Injil untuk pertama kalinya.

Ketika seorang
relawan bertanya apakah ada yang ingin menerima anugerah hidup kekal
secara cuma-cuma yang ditawarkan Allah, seorang penatua segera
mengatakan sesuatu dalam bahasa aslinya. Para pria lain dalam
kelompok itu menggumamkan sesuatu dan menganggukkan kepala sebagai
tanda persetujuan. Dengan senyum besar menghiasi wajah, penerjemah
mengatakan apa yang dikatakan penatua suku tadi, "Bagaimana kita
dapat menolak anugerah besar yang telah diberikan oleh Allah yang
maha besar?" Kemudian penerjemah itu menjawab: "Saya mengarungi
lautan Atlantik agar bisa berada di tempat ini. Penatua ini, sama
seperti sebagian besar orang yang kami layani, sama sekali belum
pernah mendengar nama Yesus. Allah telah menyediakan orang yang haus
seperti penatua ini, sehingga saya, yang telah mengenal Dia,
digerakkan Allah untuk menempuh jarak 10.000 mil, masih ditambah
dengan perjalanan 9 jam, untuk mengenalkan Yesus Kristus kepada
penatua ini. Yang dibutuhkan Allah adalah orang-orang yang mau
menyediakan diri untuk dikirim kepada orang-orang seperti penatua
ini. Kerinduan yang Allah tempatkan di hati saya sebesar kerinduan
penatua ini untuk mengenal Kristus. Terpujilah Allah yang memberikan
kesempatan untuk melayani Suku Pokot."

Sumber: Subject: Advance: March 14, 2004


  • Bersyukur kepada Allah untuk orang-orang Suku Pokot sehingga
    mereka mendapat anugerah keselamatan dalam Yesus Kristus.
    Doakan untuk orang-orang Suku Pokot yang telah lahir baru ini.

  • Berdoa supaya para petobat baru bertumbuh dalam pengenalan yang
    benar akan Allah sehingga terpanggil untuk memberitakan Injil
    kepada orang-orang suku-suku yang lain.

e-JEMMi 20/2004

Kategori

  • Kenya
  • Suku Pokot
  • Outreach
  • Pemberitaan Injil
  • Keselamatan
  • Pelayanan
  • Pelaksanaan pelayanan outreach yang sukses kepada Suku Pokot di Kenya, mencakup perawatan bagi lebih dari 750 orang dan pemberitaan Injil kepada lebih dari 1.100 orang.
  • Hasil konkret dari pelayanan tersebut adalah perintisan tiga gereja baru dan adanya individu-individu yang menerima anugerah keselamatan pertama kalinya.
  • Kisah tersebut menekankan bahwa pelayanan evangelistik didorong oleh kerinduan ilahi yang memotivasi para pelayan untuk menempuh perjalanan yang sangat jauh kepada suku yang belum terjangkau.
  • Pentingnya mendoakan para petobat baru agar mereka bertumbuh dalam pengenalan akan Allah dan dipanggil untuk menyebarkan Injil kepada suku-suku lain.

Sebuah tim sukarelawan telah melaksanakan pelayanan outreach di Suku Pokot, salah satu suku terabaikan di Kenya. Dalam kurun waktu empat hari, misi ini berhasil merawat lebih dari 750 orang, mensharingkan Injil kepada lebih dari 1.100 orang, serta merintis tiga gereja baru. Kesaksian yang mendalam disampaikan ketika seorang penatua suku tersebut menerima Injil untuk pertama kalinya. Kisah ini menyoroti bahwa pelayanan tersebut bukan sekadar upaya, melainkan hasil dari panggilan dan kerinduan yang besar dari Allah, yang mendorong para pelayan menempuh jarak luar biasa jauh demi membawa kabar baik kepada orang-orang yang belum pernah mendengar nama Yesus Kristus. Akhirnya, penulis mengajak pembaca untuk bersyukur dan mendoakan pertumbuhan para petobat baru agar mereka dapat memberitakan Injil kepada suku-suku lain.