Jepang Tahun 2008

Tim Reach Global melakukan pelayanan mereka dengan tiga langkah pendekatan. Langkah pertama adalah "Friendship Center", yang diresmikan bulan Maret 2008; kedua, membuka "Coffee House"; dan ketiga, diharapkan nantinya membuka gereja rumah.

Jepang Tahun 2007

Penduduk Jepang yang beragama Kristen jumlahnya kurang dari satu persen. Hanya sedikit yang tertarik pada hal-hal yang bersifat rohani. Pemerintah melarang masuknya hal-hal rohani di sekolah-sekolah. Namun, Book of Hope International melakukan sesuatu untuk menjangkau muda-mudi Jepang. Cina dari Book of Hope mengatakan bahwa muda-mudi di sana sangat tertarik untuk belajar bahasa Inggris. "Sebenarnya buku kami disusun dalam dua bahasa (diglot). Injil ditulis dalam bahasa Jepang dan Inggris secara bergantian, lembar per lembar. Dan kami juga mengembangkan sesuatu yang unik di Jepang -- buku pelajaran bahasa Inggris yang menggunakan "Book of Hope". Jadi, kami memenuhi apa yang mereka butuhkan dan sekaligus mengenalkan Injil kepada mereka." Karena tidak diterima di sekolah, sebuah gereja membawa buku-buku itu ke stasiun kereta dan tempat-tempat berkumpulnya muda-mudi, dengan sebuah undangan ke suatu acara. Cina mengatakan bahwa usaha itu berdampak. "Kini mereka mengasuh 150 murid setelah buku Book of Hope itu diberikan di daerah tersebut. Mereka datang ke konser pelajar, dan enam pelajar Jepang menyerahkan hidup mereka kepada Kristus," tuturnya lagi.

Jepang Tahun 2002

Seorang pendeta tua yang berumur 80 tahun dari sebuah tempat ibadah Shinto terbesar di Jepang menerima Kristus setelah dia mendengar kaset "Yesus" dan membaca buklet Injil yang didistribusikan oleh Every Home for Christ. Keesokan paginya dia membawa semua kitab dan baju-baju, yang berhubungan dengan dewa-dewa yang disembahnya semula ke gereja dan membakarnya. Every Home for Christ bekerjasama dengan Campus Crusade for Christ untuk memberitakan Injil ke desa-desa yang belum memiliki gereja karena di sana belum ada penduduknya yang percaya.

Jepang Tahun 2003

Sekitar 2000 pemuda berkumpul di Aoyama Gakuin, sebuah universitas yang berada di salah satu wilayah utama di Tokyo, untuk menghadiri konferensi "Send Me" yang diselenggarakan pada 13-15 Agustus 2003. Disponsori oleh Japanese Evangelical Association, seminar ini mirip dengan konferensi Urbana yang diselenggarakan di Amerika Serikat setiap tiga tahun. Pujian-pujian berkumandang setiap kali pergantian session dilakukan, termasuk pujian-pujian yang khusus dibuat untuk acara ini.

Subscribe to Jepang