Jonathan Goforth dan Rosalind Goforth

Saat Jonathan Goforth muda tiba di Knox College, di Toronto, Ontario, Kanada, teman-teman sekelasnya mengusili dirinya dengan kejam. Dilahirkan tanggal 2 Februari 1859, dia tumbuh sebagai seorang anak laki-laki petani miskin. Dia mengenakan pakaian lusuh dan tidak mengerti cara kehidupan di kota. Untuk mengubah penampilannya di perguruan tinggi, dia membeli kain. Akan tetapi, sebelum kain itu dijahit menjadi pakaian baru, murid-murid di tempat itu membangunkan dirinya di tengah malam. Mereka mengikatkan kain itu ke lehernya sehingga tampak seperti mantel tanpa lengan, lalu mereka membuat dirinya berlari ke sana ke mari di lorong-lorong asrama, membuat dirinya sebagai bahan lelucon.

Jonathan dan Rosalind Goforth

Mereka sering menertawakan dirinya setelah kejadian itu. Akan tetapi, sebelum dia lulus pada tahun 1886, teman-teman sekelasnya mulai menghormati dirinya dan mereka mengumpulkan uang untuk membiayai dirinya pergi ke Tiongkok sebagai seorang misionaris. Mereka melihat kesungguhan hatinya saat berkhotbah tentang misi penyelamatan di Toronto, saat berkunjung di penjara-penjara, dan saat bersaksi dari pintu ke pintu.

Tahun berikutnya, Jonathan bertemu dan menikahi Rosalind Bell Smith, seorang wanita terpelajar, berbakat, dan menarik. Rosalind dilahirkan pada 6 Mei 1864 dan dibesarkan di London, Inggris, di tengah keluarga kaya.

Pada tabun 1888, keluarga Goforth berlayar ke Tiongkok. Jonathan menyadari bahwa bahasa Tionghoa sulit untuk dipelajari saat dirinya berusaha menyesuaikan diri dengan budaya baru. Selama bertahun-tahun, mereka memiliki sebelas orang anak, mereka merasakan penderitaan mendalam saat melihat lima orang anaknya meninggal dalam usia sangat muda.

Meski demikian, Jonathan dikenal sebagai seorang evangelis yang penuh semangat, yang mulai dikenal sebagai "pengkhotbah berapi-api". Kadang-kadang dia berkhotbah di depan 25.000 orang di satu tempat. Keluarga Goforth juga dikenal sebagai evangelis yang memakai cara open-house (terbuka). Orang-orang Tionghoa sangat ingin mengetahui cara hidup mereka, khususnya mengenai beberapa benda-benda rumah tangga seperti kompor dapur, mesin jahit, dan organ. Jadi, mereka memutuskan untuk mengadakan tur bagi penduduk agar mereka dapat mengunjungi rumah mereka sepanjang siang. Sebelum mereka dapat, mengumpulkan lima puluh orang untuk berkumpul di rumah, Rosalind akan berkhotbah di depan para wanita, sementara Jonathan akan berkhotbah di depan para pria.

"In all things seek to know God's Will and when known obey at any cost." (Jonathan Goforth)
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Mendekati tahun 1900, suatu kelompok pemberontak yang dikenal dengan nama Pemberontakan Kaum Boxer, menyebar ke seluruh pelosok Tiongkok. Tujuan pemberontakan itu adalah untuk mengusir semua orang asing dari Tiongkok. Janda Kaisar Tiongkok mendukung pemberontakan itu karena negara Jepang dan negara-negara Barat tampak selalu berusaha untuk mengambil alih negara itu. Ribuan orang asing dibunuh, sementara keluarga Goforth menapaki ribuan mil perjalanan melintasi Tiongkok untuk melarikan diri. Di tengah perjalanan itu, sekelompok massa marah menyerang Jonathan dan sebuah pedang hampir membunuhnya.

Ketika mereka kembali ke Tiongkok sekitar setahun kemudian, mereka mengubah cara kerja mereka dengan mengabarkan Injil dari satu tempat ke tempat lain. Mereka berhasil membuat tiga belas ribu orang bertobat dari tahun 1908 sampai tahun 1913.

Keluarga Goforth bekerja di Tiongkok selama empat puluh enam tahun sebelum kondisi kesehatan buruk memaksa mereka untuk kembali ke Kanada pada tahun 1934. Di antara begitu banyak umat yang bertobat, mereka melatih 61 orang evangelis Tionghoa dan guru Alkitab yang bekerja penuh waktu. Mereka pun mendirikan tiga puluh pusat misi. Jonathan meninggal pada tanggal 8 Oktober 1936 dan Rosalind bergabung dengannya di surga pada tanggal 31 Mei 1942.

Diedit seperlunya dari:
Judul artikel : Topeng Anak Srigala
Judul asli artikel : Mask of the Wolf Boy
Penulis : Dave dan Neta Jackson
Penerjemah : Lie Ping
Penerbit : Gospel Press, Batam 2004
Halaman : 159 -- 161

  • Jonathan Goforth
  • Rosalind Goforth
  • Misi Kristen
  • Tiongkok
  • Evangelisme
  • Open-house
  • Jonathan Goforth memulai perjalanan hidupnya dari latar belakang sederhana dan mengalami masa sulit serta ejekan di perguruan tinggi sebelum akhirnya dipanggil menjadi misionaris.
  • Setelah menikah dengan Rosalind Bell Smith, keluarga Goforth berhijrah ke Tiongkok pada tahun 1888 untuk menjalankan misi evangelisme.
  • Mereka dikenal karena semangat pengkhotbahannya yang membara dan menggunakan metode "open-house" untuk memperkenalkan cara hidup modern kepada penduduk lokal.
  • Meskipun dihadapkan pada kesulitan besar, termasuk kehilangan anak, bahaya, dan Pemberontakan Kaum Boxer, mereka tetap konsisten dalam pelayanan.
  • Keluarga Goforth meninggalkan warisan yang signifikan di Tiongkok, termasuk berhasil membuat banyak orang bertobat, melatih tenaga evangelis lokal, dan mendirikan puluhan pusat misi.

Jonathan Goforth, seorang pria dengan latar belakang petani miskin, memulai perjalanannya yang penuh tantangan yang diawali dengan diejek teman-teman sekelasnya di Knox College. Setelah teman-teman sekelasnya menghormati panggilan misionarisnya, ia bertemu dan menikahi Rosalind Bell Smith. Pasangan Goforth kemudian berlayar ke Tiongkok pada tahun 1888. Meskipun harus menghadapi kesulitan seperti tantangan bahasa Tionghoa dan kehilangan anak, mereka tetap menjalankan misi evangelistik dengan semangat tinggi, dikenal sebagai "pengkhotbah berapi-api." Mereka juga menggunakan metode "open-house" untuk memperkenalkan gaya hidup modern kepada masyarakat Tionghoa. Selama masa pelayanannya di Tiongkok, termasuk menghadapi kekacauan seperti Pemberontakan Boxer, keluarga Goforth gigih menyebarkan Injil. Kontribusi mereka sangat besar, menghasilkan pertobatan puluhan ribu orang, melatih evangelis Tionghoa, dan mendirikan banyak pusat misi, sebelum akhirnya kembali ke Kanada pada tahun 1934.