It's Time For Mission

Dalam salah satu seminar misi dunia, Dr. Samuel Escobar pernah berkata: "Setelah menganalisis kondisi dunia, maka saya berkeyakinan bahwa tidak ada masa yang lebih tepat untuk bermisi, kecuali pada abad ini." Pengertian misi di sini mencakup tiga konsep dasar:

Gambar: Buku Misi

Misi berkaitan dengan menjadi umat dan komunitas yang menjadi model. Melakukan misi bukan harus pergi ke suatu tempat atau melakukan suatu pekerjaan tertentu. Akan tetapi, misi haruslah mencakup keseluruhan hidup kita (being), tidak hanya pada apa yang kita lakukan (doing). Panggilan kepada Israel adalah agar bangsa-bangsa di dunia mengenal Allah Israel. Israel dipilih sebagai model yang menarik bagi bangsa-bangsa lain. Nabi Yesaya mengatakan: "Aku akan membuat Engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang daripada-Ku sampai ke ujung bumi." (Yesaya 49:6) Allah memilih kita sebagai umat Allah untuk menjadi kesaksian bagi dunia melalui hidup dan perbuatan kita. Dalam pemberitaan Injil, yang penting bukan hanya Injilnya (Injil harus diberitakan dengan benar, utuh, jelas, dan baik), tetapi juga pemberitanya. Hidup kita harus membangkitkan pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang yang belum percaya.

"Setelah menganalisis kondisi dunia, maka saya berkeyakinan bahwa tidak ada masa yang lebih tepat untuk bermisi, kecuali pada abad ini. (Samuel Escobar)"

Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Misi berkaitan dengan perintah Tuhan yang menjadi fungsi eksistensi kita. Bermisi bukanlah panggilan khusus Tuhan kepada para utusan Injil atau hamba Tuhan. Bermisi juga bukan merupakan alternatif untuk mengisi hidup atau salah satu pilihan hidup. Bermisi adalah tugas dari Tuhan kepada setiap anak-anak-Nya: ".... pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." (Matius 28:19-20) Kita dipanggil untuk menyatakan kasih Allah yang utuh kepada dunia. Inilah dasar keberadaan kita di dunia.

Misi berkaitan dengan menjadi garam dan terang di tengah-tengah masyarakat. Dalam buku Christian Mission in the Modern World, John Stott menegaskan bahwa umat Allah dipanggil untuk menyatakan kasih Kristus kepada manusia secara utuh. Kita harus mengisi jiwa mereka dengan kasih Allah dan sekaligus mengembangkan kehidupan masyarakat. Umat Allah juga dituntut semakin berperan dalam memengaruhi pola pikir masyarakat modern dengan nilai-nilai kekristenan. Bermisi bukanlah konsep atau tugas tambahan orang Kristen atau gereja. Akan tetapi, missions comes from the heart of God. Ketika Yesus mengundang para murid-Nya yang pertama untuk mengikut Dia (lihat Matius 4:19), Dia meminta mereka untuk membuat komitmen, meninggalkan segala sesuatu, dan mengikut Dia. Marilah kita miliki komitmen untuk melaksanakan misi Allah bagi dunia ini melalui perkataan, pekerjaan, dan hidup kita.

Download Audio

Diambil dari:
Nama buletin : Perkantas News, Tahun IX Edisi 1/2007
Judul artikel : It's Time To Mission
Penulis : Daniel Adipranata
Penerbit : Kantor Nsional Perkantas, Jakarta
Halaman : 1
  • Misi (Perutusan)
  • Umat Allah
  • Kesaksian
  • Komitmen
  • Garam dan Terang
  • Abad Ke-21
  • Misi adalah tugas eksistensi universal setiap anak Tuhan, bukan hanya tugas khusus bagi para utusan atau hamba Tuhan.
  • Hakikat misi harus mencakup keseluruhan hidup (being), melampaui sekadar aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan (doing).
  • Umat Allah dipanggil untuk menjadi kesaksian dunia melalui hidup dan perbuatan, menyatakan kasih Allah yang utuh kepada semua bangsa.
  • Pemberitaan Injil harus didukung oleh kualitas hidup orang yang memberitakan; hidup harus membangkitkan pertanyaan-pertanyaan dari orang yang belum percaya.
  • Untuk menjalankan misi, setiap orang percaya wajib memiliki komitmen total untuk melaksanakan kehendak Allah melalui perkataan, pekerjaan, dan seluruh aspek hidup.

Artikel ini membahas urgensi dan hakikat misi (perutusan) di dunia modern, menekankan bahwa tidak ada waktu yang lebih tepat untuk bermisi selain di abad ini. Misi bukan hanya sekadar kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan, melainkan harus mencakup keseluruhan eksistensi hidup seorang percaya ("being"), di mana umat Allah dipanggil untuk menjadi model kesaksian dan menjadi garam serta terang di tengah masyarakat. Tugas bermisi adalah fungsi eksistensi setiap anak Tuhan, yang harus dilakukan melalui pemberitaan Injil yang benar, serta dengan menunjukkan kasih Allah yang utuh melalui perkataan, perbuatan, dan komitmen hidup total.