Irlandia Tahun 2009

Kapal terbaru milik Operation Mobilization, Logos Hope, baru saja menyelesaikan pelayanan selama 13 hari di Belfast, Irlandia. Kapal ini berada di Belfast dari 29 April hingga 12 Mei, dan tiba di Dublin pada 13 Mei.

Kapal ini terlibat dalam beragam pelayanan selama berada di Irlandia. Pada 6 Mei, para pendeta dan pemimpin Kristen berkumpul di atas kapal untuk menguatkan satu sama lain dalam pelayanan. Pertemuan itu fokus pada doa dan kesatuan. Beberapa dari mereka mengalami pengalaman pertama mereka berdoa bersama orang-orang dari denominasi lain.

Pada 9 Mei, kapal ini menjadi tuan rumah acara pelayanan bagi tunawisma. Frank, awak kapal dari Jerman, membagikan kesaksiannya. Ia menjelaskan bagaimana Injil memberikan fondasi yang solid bagi kehidupan, seperti dasar yang ia las untuk tempat penampungan air minum di kapal.

Kapal itu juga menjalankan program sukarelawan DEEP di Belfast. Para sukarelawan dalam program selama seminggu ini bekerja di bagian-bagian kapal, ambil bagian dalam pelatihan pemuridan, dan melayani di pantai bersama tim awak kapal. "Menyenangkan bekerja sama dengan orang lain dan melihat pekerjaan Tuhan," kata Claire, salah satu sukarelawan DEEP.

Logos Hope memulai pelayanannya pada 19 Februari. Kapal terbesar Operation Mobilization ini akan membantu OM melayani lebih dari satu juta orang yang mengunjungi kapal-kapalnya setiap tahun. Setiap kapal OM menampung sebuah toko buku besar yang memuat literatur Kristen dan pendidikan, serta 300 hingga 400 awak kapal dan staf dari sekitar empat puluh negara yang berbeda.

Di setiap kota pelabuhan, kapal-kapal itu bekerja sama dengan gereja-gereja lokal untuk menjangkau masyarakat. Mereka melakukan proyek-proyek kemanusiaan seperti pembangunan dan distribusi bantuan untuk anak-anak yatim piatu dan korban-korban bencana alam. (t/Dian)

Diterjemahkan dari: Mission News, Mei 2009

Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/12665

Pokok doa:

  • Mengucap syukur atas pelayanan kapal Logos Hope, karena melalui pelayanan yang mereka lakukan, banyak orang bisa mendengar Kabar Baik dan dikuatkan oleh setiap kesaksian yang mereka dengar.

  • Doakan staf dan awak kapal Logos Hope, agar Tuhan menyertai, memberi kekuatan kepada mereka selama menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk melayani Tuhan. Doakan juga agar kesatuan hati di antara mereka tetap terpelihara, mengingat setiap mereka berasal dari negara yang berbeda yang secara tidak langsung juga memiliki budaya yang berbeda yang mungkin belum bisa dipahami oleh mereka yang bukan berasal dari negara tersebut.

e-JEMMi 22/2009

Kategori

Kolom Publikasi

  • Logos Hope
  • Operation Mobilization (OM)
  • Irlandia
  • Pelayanan Kristen
  • Kesaksian
  • Tunawisma
  • Sukarelawan DEEP
  • Pelayanan Kemanusiaan
  • Kesatuan Gereja
  • Logos Hope, kapal milik Operation Mobilization, sukses menyelesaikan pelayanan selama 13 hari di Belfast dan Dublin, Irlandia, pada tahun 2009.
  • Pelayanan yang dilakukan sangat beragam, mencakup penguatan spiritual (pertemuan doa pemimpin Kristen) dan program penjangkauan komunitas (acara bagi tunawisma).
  • Aktivitas kemasyarakatan diwarnai dengan peran sukarelawan melalui program DEEP, yang melibatkan pelatihan pemuridan dan pelayanan di pantai.
  • Operation Mobilization (OM) menggunakan kapal-kapalnya sebagai pusat pelayanan global yang menjangkau lebih dari satu juta orang setiap tahunnya.
  • Jangkauan pelayanan OM tidak hanya spiritual, tetapi juga bersifat kemanusiaan, termasuk pembangunan dan distribusi bantuan untuk korban bencana atau anak yatim piatu.

Kapal Logos Hope milik Operation Mobilization baru saja menyelesaikan pelayanan di Belfast dan Dublin, Irlandia, pada tahun 2009. Selama masa pelayanannya, kapal ini menyelenggarakan beragam kegiatan, termasuk pertemuan pendeta dan pemimpin Kristen yang fokus pada doa dan kesatuan, serta acara pelayanan yang ditujukan bagi tunawisma. Selain itu, program sukarelawan DEEP juga dilaksanakan. Secara keseluruhan, Logos Hope adalah kapal besar yang membantu OM menjangkau lebih dari satu juta orang setiap tahunnya. Kapal ini berperan sebagai pusat literatur dan tempat berkumpulnya staf dari sekitar empat puluh negara, bekerja sama dengan gereja-gereja lokal untuk menjalankan proyek kemanusiaan seperti bantuan bagi anak yatim piatu dan korban bencana.