Paulus bukan saja memercayai Yesus sebagai Juru Selamat dan Penebus Dosanya, tetapi ia juga mengikuti teladan kehidupan Yesus. Perilaku hidup sehari-harinya juga diusahakan seperti Yesus Kristus. Selama di dunia ini, ia hanya menghabiskan hidupnya menjadi hamba untuk melayani orang lain. Ia tidak mencari reputasi meski ia makin terkenal. Sebaliknya, dalam kehidupan sehari-harinya, ia menampakkan kesederhanaan dan hidup bersahaja. Ia benar-benar tidak memikirkan kepentingan dirinya sendiri.
Saya mengenal Bapak Tom White, yang dulu pernah dipenjara di Kuba karena membagikan Injil keselamatan bagi orang-orang Kuba. Sebagai direktur Voice of the Martyrs (VOM) di Amerika, ia dibantu oleh sekitar 70 orang staf dan puluhan sukarelawan. Namun demikian, ia memiliki kehidupan yang sangat sederhana.
Ia banyak melakukan perjalanan ke negara-negara di mana orang-orang Kristen teraniaya. Mulai dari Timur Tengah, Asia, dan banyak belahan dunia lainnya. Ke negara mana saja yang dikunjunginya, termasuk ke Indonesia, ia tidak pernah peduli hotel bintang berapa atau penginapan macam apa yang akan ditinggalinya. Yang dibawanya hanyalah sebuah tas kecil berisi dua potong pakaian untuk kunjungan yang cukup lama di beberapa negara. Saya terkejut melihat foto rangkaian kegiatan sejak kedatangannya hingga ia pulang. Ia nyaris memakai baju yang sama!
Di saat senggang, yang dibicarakannya selalu tentang pekerjaan Tuhan atau bagaimana menolong atau melayani orang lain dengan lebih baik.
Rekan saya yang tinggal di Amerika bercerita, suatu hari seorang donatur ingin melihat bagaimana kehidupan pribadi Bapak Tom. Orang tersebut datang ke rumah Bapak Tom, dan pada saat itu ia mendapati istri Bapak Tom sedang menyediakan waktu untuk menjaga anak-anak orang lain, sehingga di rumahnya banyak anak-anak kecil yang diurusnya. Singkat cerita, banyak hal tentang kesederhanaan dan kerelaan melayani orang lain yang didapati pada keluarga Bapak Tom yang membuat orang tersebut terkejut.
Di negara maju yang modern dan serba individualis ini, masih ada orang yang hidup dengan amat sederhana dan tidak memikirkan diri sendiri. Akhirnya orang tersebut tahu bahwa selama ini bantuan yang telah diberikannya telah dikelola oleh orang yang tepat.
Yesus datang ke dunia ini hanya untuk melayani orang lain dan tidak memedulikan kehidupan-Nya sendiri. Paulus mengikuti teladan-Nya dan kita telah melihat buahnya. Bapak Tom White juga mengikuti teladan-Nya, dan jutaan orang Kristen teraniaya telah diberkati dan dikuatkan imannya oleh pelayanan VOM. Bagaimana dengan kita?
Diambil dari:
| Judul buletin | : | Kasih Dalam Perbuatan, November -- Desember 2004 |
| Penulis | : | Tim Kasih Dalam Perbuatan |
| Penerbit | : | Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya |
| Halaman | : | 1 |
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Teladan Yesus
- Pelayanan
- Kesederhanaan
- Kerelaan Berkorban
- Paulus
- Pengabdian
- Menjadi pengikut Kristus berarti meneladani pola hidup Yesus, yaitu hidup yang sepenuhnya berorientasi pada pelayanan dan kerendahan hati, bukan mencari reputasi pribadi.
- Paulus menjadi contoh historis yang sukses dalam meneladani kesederhanaan dan pengabdian, bahkan saat ia menjadi figur publik.
- Bapak Tom White adalah contoh kontemporer yang menggambarkan kesederhanaan ekstrem dan dedikasi total dalam melayani pekerjaan Tuhan, tanpa memedulikan kemewahan hidup atau fasilitas.
- Artikel ini mengajak pembaca untuk merefleksikan dan berkomitmen menjalani hidup yang lebih sederhana dan berorientasi pada pelayanan sesama, mengikuti teladan Kristus.
Artikel ini menekankan pentingnya meneladani kehidupan Yesus Kristus, yang inti dari ajaran-Nya adalah pengabdian dan pelayanan tanpa pamrih. Penulis mencontohkan Paulus yang menjalani hidupnya sebagai hamba yang rendah hati meski semakin terkenal. Selain itu, kisah Bapak Tom White, direktur Voice of the Martyrs (VOM), dijadikan contoh nyata dari kesederhanaan dan kerelaan melayani, di mana ia menjalani hidup minimalis dan fokus pada pekerjaan Tuhan di negara-negara teraniaya. Melalui kedua teladan ini, artikel ini mengajak pembaca untuk merefleksikan bagaimana menerapkan pola hidup yang sederhana, tanpa memikirkan kepentingan diri sendiri, dan mendedikasikan hidup untuk melayani sesama, seperti yang telah dilakukan oleh Yesus.