Honduras Tahun 2002

"Selama 32 tahun melalukan pekerjaan misi, saya tidak pernah melihat hal yang seperti ini," kata Max Furr. "Orang datang tidak hanya untuk makanan dan tempat berteduh, tetapi juga supaya kami dapat membawa mereka kepada Firman Tuhan." Furr dan koleganya dari Southern Baptist bekerja di daerah yang dirusak oleh topan Mitch pada Halloween 1998. Sejak saat itu, 89 gereja Baptis baru telah didirikan, dan 2.350 orang menunggu untuk dibaptis. "Topan ini membuat banyak orang berpikir kembali akan kehidupan mereka," tulisnya.

Banyak dari mereka telah kembali ke gereja, dan pasangan yang tidak menikah telah menikah sehingga mereka dapat hidup bersama secara sah. Pada satu peristiwa, pastor Francisco Martinez dari Messiah Baptist Church harus memberkati enam pasang pengantin pada saat yang sama.

Sumber: (IMB News Stories), FridayFax - 22 Oktober 1999

e-JEMMi 04/2000

Kategori

  • Honduras
  • Topan Mitch
  • Misi Kristen
  • Kebangkitan rohani
  • Gereja Baptis
  • Bencana Topan Mitch pada tahun 1998 menjadi pemicu utama kebangkitan rohani di Honduras.
  • Pekerjaan misi yang dilakukan difokuskan pada penyampaian Firman Tuhan, melebihi bantuan fisik semata.
  • Terjadi dampak positif yang signifikan, termasuk didirikannya 89 gereja Baptis baru.
  • Banyak warga kembali kepada iman, terlihat dari banyaknya orang yang menunggu untuk dibaptis (2.350 orang).
  • Bencana tersebut juga mendorong perubahan sosial, seperti peningkatan pernikahan dan keterlibatan kembali dalam kehidupan gereja.

Setelah daerah di Honduras hancur oleh Topan Mitch pada tahun 1998, pekerja misi Kristen dari Southern Baptist menyaksikan kebangkitan rohani yang luar biasa. Menurut mereka, bantuan yang diberikan melampaui sekadar kebutuhan makanan dan tempat tinggal; banyak orang datang untuk menerima ajaran Firman Tuhan. Bencana alam ini menjadi katalisator yang membuat banyak warga negara mempertimbangkan kembali kehidupan mereka, yang ditandai dengan didirikannya 89 gereja Baptis baru, antusiasme 2.350 orang yang menunggu pembaptisan, serta peningkatan aktivitas keagamaan seperti menikah dan kembali ke gereja.