Guinea Tahun 2006

CONAKRY, Guinea: Taksi kembali beroperasi, pasar dan toko-toko sudah kembali buka, murid-murid pun sudah kembali ke sekolah, dan para misionaris dapat kembali melanjutkan pekerjaan mereka tanpa gangguan. Tim penerjemah Alkitab dalam bahasa Susu membuat kemajuan yang baik, meskipun masih ada beberapa pertanyaan tentang istilah-istilah penting.

Pasangan misionaris Benton dan Lorna Willard sudah selesai mengoreksi dan memeriksa pengertian pada beberapa kitab Perjanjian Baru yang diterjemahkan oleh Pioneer Bible Translators. Pasangan Willard juga dibantu oleh para murid yang mengikuti pelajaran Alkitab mingguan mereka. Para wanita itu -- Fatu K., Fatu C., Sale, Ariatu, Yenaba, dan Mamata bertemu setiap hari Senin. Kelompok lainnya, yang terdiri dari pasangan-pasangan Kristen dan orang-orang lain yang tertarik pada firman Tuhan, mengadakan pertemuan setiap hari Rabu.

[Sumber: New Tribes Mission, Juni 2006]


Pokok Doa:

  • Doakanlah agar pertemuan untuk belajar Alkitab seminggu sekali tetap berjalan konsisten dan Roh Kudus bekerja di hati mereka.

  • Berdoa juga untuk kesatuan di antara para tim penerjemah ketika mereka mencetak pekerjaan mereka dan dapat menemukan cara yang baik untuk menyatakan Injil.

e-JEMMi 28/2006

Kategori

  • Guinea
  • Conakry
  • Penerjemahan Alkitab
  • Bahasa Susu
  • Misi
  • Pembelajaran Alkitab
  • Pemulihan
  • Kehidupan sehari-hari di Conakry, Guinea, telah pulih dan kembali normal setelah masa gangguan.
  • Telah terjadi kemajuan yang signifikan dalam penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Susu, meskipun masih ada isu terminologi yang perlu diperhatikan.
  • Pekerjaan koreksi dan pemeriksaan beberapa kitab Perjanjian Baru yang diterjemahkan oleh pasangan Benton dan Lorna Willard telah selesai.
  • Komunitas lokal aktif dengan mengadakan pertemuan rutin belajar Alkitab, baik untuk kelompok wanita (Senin) maupun kelompok lain (Rabu).
  • Fokus doa meliputi kelangsungan pertemuan belajar Alkitab, karya Roh Kudus, dan kesatuan antar tim penerjemah Injil.

Pada tahun 2006, kehidupan di Conakry, Guinea, menunjukkan pemulihan normalitas dengan berbagai aktivitas seperti pasar, toko, dan sekolah yang kembali beroperasi. Di sisi misi, pekerjaan menerjemahkan Alkitab dalam bahasa Susu menunjukkan kemajuan yang baik meskipun masih ada tantangan istilah. Selain itu, pasangan misionaris Benton dan Lorna Willard berhasil menyelesaikan koreksi beberapa kitab Perjanjian Baru. Komunitas lokal juga semakin aktif, dengan adanya pertemuan belajar Alkitab rutin bagi para wanita pada hari Senin dan kelompok lainnya pada hari Rabu, yang mendorong pertumbuhan spiritual di wilayah tersebut.