Bangladesh Tahun 2008

Tujuh puluh persen tubuh Rahima Beoa terbakar pada 3 Januari, ketika beberapa orang yang tidak dikenal membakar rumahnya saat ia ada di dalamnya, demikian dilaporkan peragenan berita penganiayaan orang-orang Kristen baru-baru ini.

"Beberapa orang tak dikenal itu berniat membakar hidup-hidup wanita tua tersebut karena mereka tahu kalau wanita tua itu akan menjadi Kristen pada bulan berikutnya," kata Khaled Mintu, pengawas wilayah Rangpur, daerah tempat tinggal denominasi Isha-E-Jamat Bangladesh, kepada Compass Direct. "Mencegahnya menjadi orang Kristen merupakan tindakan yang biadab."

Anak perempuan dan menantu Beoa, yang tinggal bersamanya dengan ketiga anak mereka, telah menjadi Kristen dua tahun lalu. Sebenarnya ia sudah ingin dibaptis sejak lama, namun keadaannya yang terlalu lemah untuk dapat pergi ke ibu kota, Dhaka, menundanya untuk baptis.

Adanya penentangan dari penduduk desa terhadap mereka yang ingin pindah dari agama sepupu, membuat penduduk desa yang ingin bertobat harus pergi ke ibu kota untuk dibaptis agar pertobatan mereka tidak diketahui oleh penduduk desa yang lain. Namun, Beoa terlalu tua untuk pergi ke ibu kota karena ia harus berjalan bermil-mil jauhnya sampai ia dapat naik bis pergi ke kota.

Beoa dan cucu laki-lakinya yang berusia sembilan tahun sedang tidur di rumah ketika para penyerang membakar rumahnya yang terbuat dari kayu dan bambu itu.

"Cucunya berhasil melarikan diri dari api," kata Mintu. "Namun wanita tua itu terluka, tujuh puluh persen tubuhnya serta ternaknya dan barang-barang lainnya di rumah, telah terbakar."

Mintu menambahkan bahwa tidak ada kerabat maupun tetangga yang datang untuk menolongnya keluar dari api. Keluarga dan gereja tidak memerkarakan kasus tersebut ke polisi karena mereka tidak dapat melacak para penyerang. (t/Novita)

Diterjemahkan dari:

Judul buletin : Body Life, Edisi Februari 2008, Volume 26, No. 2
Judul asli artikel : Christian Severely Burned Over Baptism Plans
Penulis : tidak dicantumkan
Penerbit : Lake Avenue Church, California 2008
Halaman : 4

Pokok doa:

  • Doakan Beoa beserta keluarganya, agar Tuhan melindungi dan memberi kekuatan dalam menghadapi persoalan yang sedang mereka hadapi. Doakan juga agar iman mereka tidak goyah di tengah badai yang sedang menimpa mereka.
  • Berdoa untuk setiap orang percaya baru di Bangladesh, agar mereka tetap kuat dan bertekun di dalam Tuhan, meskipun banyak pihak yang berusaha untuk menentang dan menghalangi mereka untuk mengenal Kristus lebih lagi. Doakan juga agar mereka dapat menjadi orang Kristen yang dapat menjadi saluran berkat bagi orang-orang yang berada di sekitar mereka.

e-JEMMi 18/2008

Kategori

Kolom Publikasi

  • Bangladesh
  • Rahima Beoa
  • Pembakaran rumah
  • Penganiayaan keagamaan
  • Konversi agama (Menjadi Kristen)
  • Baptisan
  • Isha-E-Jamat
  • Rahima Beoa menjadi korban pembakaran rumah pada 3 Januari 2008 di Bangladesh.
  • Pembakaran tersebut diduga dilakukan karena motif penolakan atau penganiayaan terhadap keinginan Beoa untuk bertobat dan dibaptis menjadi Kristen.
  • Beoa menderita luka bakar parah pada 70% tubuhnya, dan kondisinya diperburuk karena keterbatasan mobilitas.
  • Insiden ini menyoroti kesulitan para pengikut agama baru di Bangladesh yang harus bersembunyi dan menghadapi penentangan dari penduduk lokal.
  • Tidak adanya bantuan dari kerabat atau tetangga, serta ketidakmampuan keluarga untuk melacak penyerang, menghambat upaya pelaporan ke pihak kepolisian.

Rahima Beoa, seorang wanita di Bangladesh, menjadi korban pembakaran rumah pada 3 Januari 2008 oleh orang-orang tak dikenal. Penyerang diduga memiliki motif keagamaan, yaitu berusaha mencegah Beoa yang telah menyatakan niat menjadi Kristen untuk menjalani baptisan. Meskipun Beoa bersama keluarganya telah menjadi Kristen, keadaannya yang terlalu lemah membuat mereka kesulitan untuk menuju kota besar, Dhaka, tempat baptisan diadakan. Selama insiden itu, rumah kayu dan bambu milik Beoa terbakar hebat, menyebabkan 70% tubuhnya terluka parah. Selain terluka, Beoa juga tidak menerima bantuan dari kerabat atau tetangga, dan kasus tersebut belum dilaporkan ke polisi karena kesulitan melacak para penyerangnya.