Perbudakan seks merajalela di antara agama-agama suku di Ghana. Salah satu bentuk terburuknya adalah praktik yang disebut Trokosi -- gadis-gadis muda diserahkan kepada para dukun sebagai tebusan dosa. Mereka dijadikan budak dan gundik. Every Child Ministries menyelamatkan para wanita itu dan juga anak yang lahir dari dukun-dukun tersebut. Salah satu pendiri ECM, LR melaporkan bahwa pelayanan mereka telah membebaskan 55 budak dari kepala para dukun yang disebut "Thunder God" (ilah guntur). LR mengatakan bahwa pembebasan ini merupakan keajaiban. "Beberapa anggota-anggota kelompok ECM telah mengunjungi kepala dukun tersebut selama 5 tahun terakhir. Lambat laun, dia datang kepada Kristus." LR berkata bahwa pertobatannya menggerakan pembebasan budak-budak. Dan tidak hanya itu saja! "Kepala dukun tersebut mengadakan pertemuan dengan 63 dukun lain yang berada di bawahnya dan mendorong mereka mengikut Kristus juga." LR mengatakan bahwa banyak budak yang telah dibebaskan datang kepada Kristus juga. Akan tetapi, jalan di depan cukup panjang. "Pembebasan adalah sebuah peristiwa, tetapi rehabilitasi adalah sebuah proses. Kami melakukan sesuatu, beberapa di antaranya adalah pelatihan keahlian dan konseling. Kami akan terus mengabarkan Injil kepada mereka dan memuridkan mereka yang datang kepada Kristus." (t/Uly)
Sumber: Mission News, April 2010
[Selengkapnya: http://www.mnnonline.org/article/14088]
Pokok doa:
-
Mengucap syukur untuk perlindungan yang Tuhan berikan bagi anak-anak Ghana korban trokosi melalui pelayanan ECM. Doakan, pertobatan pada dukun memberikan kebebasan bagi orang Ghana untuk mengenal dan menerima Kristus sebagai Juru Selamat mereka.
-
Berdoa bagi para petobat baru di Ghana, agar dapat segera dimuridkan oleh gereja lokal sehingga tidak jatuh untuk kedua kalinya ke dalam dosa yang sama.
Edisi e-JEMMi
Kategori
Kolom Publikasi
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Ghana
- Perbudakan Seksual
- Trokosi
- Every Child Ministries (ECM)
- Pembebasan
- Pertobatan
- Pemujaan Kristus
- Rehabilitasi
- Praktik Trokosi adalah bentuk perbudakan seksual yang merajalela di antara agama-agama suku di Ghana.
- Every Child Ministries (ECM) memainkan peran vital dalam menyelamatkan para korban perbudakan serta anak-anak yang lahir dari praktik tersebut.
- Pembebasan korban juga disertai dengan dampak spiritual; pertobatan seorang kepala dukun telah membebaskan 55 budak dan mendorong 63 dukun lainnya untuk mengenal Kristus.
- ECM menekankan bahwa setelah pembebasan, tahapan selanjutnya adalah rehabilitasi, yang merupakan proses panjang meliputi pelatihan keahlian, konseling, dan pendalaman iman (pemuridan).
Artikel ini membahas maraknya perbudakan seksual di Ghana yang dikenal sebagai praktik Trokosi, di mana gadis-gadis muda dipersembahkan kepada para dukun sebagai tebusan dosa. Melalui pelayanan Every Child Ministries (ECM), korban-korban perbudakan berhasil diselamatkan. Salah satu kisah sukses diceritakan mengenai pembebasan 55 budak dari seorang kepala dukun yang kemudian bertobat. Pertobatan dukun ini bahkan mendorong 63 dukun lainnya untuk mengikuti Kristus. Meskipun pembebasan adalah sebuah peristiwa, ECM menekankan bahwa rehabilitasi adalah sebuah proses berkelanjutan yang melibatkan pelatihan keahlian, konseling, dan pemuridan untuk mereka yang telah menerima Injil.