Doanya yang Terakhir

Tentara komunis telah menemukan kelompok pemahaman Alkitab yang mereka anggap ilegal. Ketika sang pendeta sedang membaca Alkitab, tiba-tiba tentara komunis mendobrak pintu sambil menteror orang yang berkumpul untuk mengadakan persekutuan itu dengan menggunakan pistol. Mereka meneriakkan ancaman dan hinaan, mereka mengancam akan membunuh semua orang Kristen. Komandan tentara komunis itu mengarahkan pistolnya ke arah sang pendeta sambil berteriak, "Serahkan kepadaku Alkitabmu."

Dengan penuh keengganan, Alkitab itu diserahkannya karena itu adalah benda yang paling berharga yang dimilikinya. Dan dengan tawa mengejek, si komandan melemparkan firman Allah itu ke lantai dekat kakinya. Ia melotot kepada kelompok kecil itu sambil berkata, "Kami akan melepaskan kalian jika kalian mau meludahi buku yang berisi kebohongan ini. Siapa pun yang tidak mau meludahi buku itu, akan ditembak." Orang-orang itu tidak memiliki pilihan lain kecuali menuruti apa yang menjadi perintah komandan.

Seorang tentara mengacungkan pistol kepada salah seorang dari kelompok itu, "Kamu duluan." Pria itu perlahan berdiri dan berlutut di samping Alkitab itu, dengan berdoa "Bapa, tolong ampuni aku," ia meludah dan berjalan ke pintu. Tentara mundur dan memperbolehkannya keluar. Tentara itu kemudian menyuruh seorang wanita, sambil berurai air mata, ia nyaris tidak sanggup melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Ia meludah hanya sedikit, tetapi itu sudah cukup dan ia pun diizinkan pergi.

Dengan tenang, seorang gadis muda maju. Dan dengan penuh kasih pada Tuhannya, ia berlutut lalu mengangkat Alkitab itu. Disekanya ludah-ludah itu dengan gaunnya, sambil berdoa, "Ampunilah apa yang telah mereka lakukan kepada firman-Mu ya Tuhan." Dan seketika itu pula tentara komunis itu memuntahkan peluru menembus kepala gadis itu.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Jesus Freaks
Judul artikel : Doanya yang Terakhir
Penulis : DC Talk dan Voice Of Martyr
Penerbit : Cipta Olah Pustaka
Halaman : 54 -- 55

Dipublikasikan di: http://kesaksian.sabda.org/doanya_yang_terakhir

Kategori

Kolom Publikasi

  • Martir
  • Penganiayaan
  • Alkitab
  • Firman Tuhan
  • Komunisme
  • Keimanan
  • Kisah ini menggambarkan penindasan dan penganiayaan yang dialami oleh penganut keagamaan (kelompok pemahaman Alkitab) oleh kekuatan komunis.
  • Kelompok tersebut dipaksa melalui ancaman dan intimidasi untuk merendahkan dan meludahi Alkitab, yang berisi firman Tuhan.
  • Momen puncaknya adalah saat seorang gadis muda menunjukkan keberanian luar biasa dengan melindungi Alkitab menggunakan gaunnya sembari memanjatkan doa.
  • Artikel ini menyoroti tema pengorbanan dan martir, di mana mempertahankan kebenaran (Firman Tuhan) berujung pada kematian.

Kelompok pemahaman Alkitab mengalami penindasan brutal dari tentara komunis. Setelah mendobrak tempat pertemuan, para tentara mengancam dan menuntut Alkitab. Dalam tindakan penghinaan yang keji, komandan memerintahkan bahwa kelompok tersebut hanya boleh dibebaskan jika mereka meludahi kitab suci. Meskipun melalui satu orang pria dan seorang wanita yang akhirnya menuruti perintah tersebut, seorang gadis muda menunjukkan keberanian tertinggi. Ia berlutut, melindungi Alkitab itu dengan gaunnya, dan memanjatkan doa memohon ampun atas penghinaan terhadap Firman Tuhan. Akibat perlawanan penuh iman ini, tentara komunis segera melepaskan tembakan yang merenggut nyawa gadis tersebut.