Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereKesaksian Misi / Dimasukkan Dalam Tembok

Dimasukkan Dalam Tembok


"Aku menemukan satu!" kata sang penyelidik mengacungkan buku itu sambil memanggil asistennya. "Bawa masuk walikota dan keluarganya. Seseorang mempelajari Alkitab di rumah ini!".

Pada abad ke-16, Philip II mengirimkan Duke of Alba ke Flanders untuk menghancurkan kaum Protestan yang bersikeras membaca Alkitab. Siapa pun yang membaca Alkitab dalam bahasa mereka akan digantung, dibenamkan, dicabik-cabik atau dibakar hidup-hidup ditiang pancang.

Free

Para penyelidik menemukan Alkitab saat memeriksa rumah walikota Brugge. Semua anggota keluarga ditanyai, tetapi semua orang menyatakan tidak mengetahui bagaimana Alkitab tersebut ada di rumahnya. Akhirnya, petugas bertanya pada gadis muda pembantu walikota, Wrunken, yang dengan berani menyatakan "Aku selalu membacanya!"

Sang walikota berusaha membelanya, dan mengatakan "Ia hanya memiliknya dan tak pernah membacanya." Akan tetapi, Wrunken memilih tidak dibela oleh siapa pun,"Kitab ini milikku, Aku sedang membacanya dan kitab ini lebih berharga dibanding apa pun!" Akhirnya, Wrunken diberi hukuman mati dengan dibuat kehabisan napas. Sebuah tembok dilubangi dan ia diikat di dalamnya kemudian lubang itu akan ditutup dengan batu bata.

"Juru Selamatku telah mati bagiku. Akupun akan mati bagi-Nya."
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Pada hari eksekusinya, seorang petugas berusaha membuatnya mengubah pikiran dengan berkata, "Begitu muda dan cantik, kenapa harus mati." Wrunken menjawab, "Juru Selamatku telah mati bagiku. Akupun akan mati bagi-Nya." Sementara semakin tinggi batu bata ditumpuk, ia kembali diberi peringatan, "Kau akan kehabisan napas dan mati di dalam sini." "Aku akan ada bersama Yesus," jawabnya dengan lantang.

Akhirnya, tembok telah selesai kecuali untuk satu bata yang akan menutupi wajahnya. Untuk kali terakhir petugas berusaha membujuknya, "Bertobatlah, ucapkan saja kata tersebut dan kau akan pergi dengan bebas." Akan tetapi, Wrunken menolak, sebaliknya mengatakan, "Ya Tuhan, ampunilah para pembunuhku." Lalu, bata itu ditempatkan pada tempatnya dan bertahun-tahun kemudian tulang belulangnya dipindahkan dari tembok dan dikubur di Brugge. (Wrunken (Roneses, Flanders) Sekitar 1500)

Diambil dari:
Judul buku : Jesus Freaks
Penyusun : Toby McKeehan dan Mark Heimermann
Penerbit : Cipta Olah Pustaka, 1995
Halaman : 44 -- 46

Dipublikasikan di: https://kesaksian.sabda.org/dimasukkan_dalam_tembok