F. EMPAT ARGUMEN KLASIK
Para pakar telah lama mencari argumen yang tak terbantahkan
tentang keberadaan Allah! Namun dengan argumen saja tidak dapat
meyakinkan semua orang, karena selalu akan ada orang-orang skeptis
yang menuntut bukti-bukti empiris -- bukti-bukti yang tidak tersedia.
Namun dari abad ke abad, telah diusahakan dengan memeras otak
untuk menyusun argumen-argumen guna membuktikan bahwa Allah adalah
Pencipta dan Pemelihara dunia ini. Di bawah ini tercantum empat upaya
para ahli pikir untuk membuktikan keberadaan Allah.
Argumen Keberadaan
Nama klasik : Argumen ontologis.
Berasal dari : Anselm of Canterbury.
Pandangan Utama: Setiap orang yang mau mempertimbangkan bahwa Allah
ada sebenarnya telah mengakui bahwa Allah ada. Inilah logika
pernyataan tersebut. Secara definisi, Allah adalah makhluk teragung
yang mungkin ada. Bila Dia tidak ada, Dia tidak dapat menjadi makhluk
teragung. Oleh karena itu, makhluk seperti itu ada. Dengan kata lain,
fakta yang ada di dalam diri kita bahwa ada ide tentang Allah,
disebabkan oleh Allah sendiri.
Argumen Penyebab Pertama
Nama klasik : Argumen kosmologis.
Berasal dari : Plato dan Aristoteles.
Pandangan utama: Dunia kita -- kompleks, terbatas, senantiasa berubah
dan dapat dimengerti dengan akal -- harus memiliki satu penyebab
pertama yang meyakinkan. Para ilmuwan pada umumnya setuju bahwa dunia
kita memiliki awal. Dan awal tersebut harus bertautan dengan sesuatu
yang tidak bertautan dengan sesuatu pun untuk keberadaannya. Oleh
karena itu, sesuatu yang tidak bertautan kepada sesuatu pun ini
haruslah tak terbatas, kekal, tak ada habisnya dan mandiri.
Seterusnya inilah Allah.
Argumen Perencanaan
Nama klasik : Argumen teleologis
Berasal dari : Berbagai pemikir
Pandangan utama: Tujuan dan perencanaan dunia menunjuk pada
keberadaan Allah. Ahli ilmu alam kagum akan kompleksitas dari segala
sesuatu yang mereka pelajari. Walaupun demikian, semua sistem bekerja
dengan baik. Perhatikan keseimbangan antara panas dan dingin,
percampuran yang tepat antara oksigen dan gas-gas lainnya, tirai
tipis yang melindungi kita dari sinar ultra violet, hubungan yang
kompleks antarbagian sistem ekologi. Semua itu menunjuk pada
perencanaan yang canggih.
Argumen Manusia
Nama klasik : Argumen antropologis
Pandangan utama: Dasar pemikiran ini berlandaskan pada kepribadian
manusia yang alamiah. Bila kita beribadah, kita mampu berpikir secara
abstrak dan memproyeksikan diri secara mental ke dunia yang lain.
Kita mampu mengambil keputusan-keputusan moral yang berat yang
membuat kita bersedia berkurban dengan gagah berani, yang tidak
mungkin muncul dari naluri. Kita mengagumi karya seni, musik dan
arsitektur. Kualitas-kualitas manusia yang luar biasa ini pasti
merupakan hasil karya Seorang Pencipta yang berdaya pikir, bermoral
dan berpribadi.