E. SEBUAH TANTANGAN PRIBADI
Orang-orang yang mati secara rohani banyak di sekitar kita.
Orang-orang yang belum dilahirkan kembali, yang belum memiliki
hubungan pribadi dengan Yesus Kristus ada di tempat kerja kita, di
lingkungan tetangga kita, di rumah kita.
Sebagai seorang penginjil, saya melakukan cukup banyak perjalanan.
Saya melihat gereja-gereja dengan segala kegiatan dan
program-programnya yang kelihatannya memiliki sedikit atau bahkan
tidak ada kesempatan untuk membawa seseorang mengenal Yesus
Kristus. Saya kira ada beberapa pertanyaan keras yang harus
ditanyakan pada gereja masa kini.
- Pertanyaan-pertanyaan keras
- Anda Dibutuhkan
- Alasan-alasan
- Berapa Banyak Kesaksian Iman Mereka?
- Sebuah Impian
- Maukah Kita Mengambil Resiko?
PERTANYAAN-PERTANYAAN KERAS
Berapa banyak di antara kita yang telah menjadi alat yang
menghantar seseorang datang dan mengenal Yesus Kristus? Apakah
kita benar-benar percaya bahwa jika seseorang tidak dilahirkan
kembali akan binasa? Di mana rasa keterbebanan kita? Saya takut
bahwa kita semua pada saat berdiri di depan Allah yang kudus dan
hidup, akan direndahkan seperti debu karena kita telah gagal dalam
melaksanakan Amanat Agung.
"Berapa banyak dari kita yang telah menjadi alat yang menghantar
seseorang datang dan mengenal Yesus Kristus?"
Kelihatannya kita telah melupakan misi kita, dan bahwa Allah telah
memperlengkapi kita dengan segala hal yang kita butuhkan untuk
memenuhi misi tersebut. Kekuatan kebangkitan Kristus, kekuatan
yang membangkitkan Dia dari kematian, hidup dalam diri kita.
Dengan kekuatan yang seperti itu, adakah alasan bagi kita untuk
tidak bersaksi tentang iman kita?
ANDA DIBUTUHKAN
Dari 100 pertobatan, hanya 15 orang yang mengenal Kristus melalui
acara pelayanan penginjilan seperti Kebaktian Kebangunan Rohani.
Delapan puluh lima orang mengenal Kristus melalui kesaksian
pribadi. Oleh karena itu betapa pentingnya bagi kita untuk
berbicara kepada sesama tentang Kristus.
Jika Anda tidak pernah membuka mulut, anda bersalah karena dosa
berdiam diri. Mungkin Anda mengira Anda tidak dapat melakukan
banyak perubahan, tetapi sesungguh Anda dapat. Coba pertimbangkan
cerita berikut ini sebagai contoh. Pada suatu petang seorang
diaken, karena alasan yang hanya dimengerti oleh ia sendiri,
mengesampingkan sebuah kartu pelayanan kunjungan gereja yang telah
diisi oleh seseorang yang menghendaki kunjungan di rumahnya. Pada
minggu itu Presiden John F. Kennedy terbunuh. Yang membuat diaken
itu terpukul, hari Selasa minggu depannya ia kembali untuk melihat
kartu-kartu kunjungan, nama pada kartu yang ia sisihkan itu adalah
Lee Harvey Oswald, orang yang menembak presiden.
ALASAN-ALASAN
Ada kecenderungan orang-orang Kristen saat ini mengharapkan orang
lain yang melakukan penginjilan. Kita memiliki alasan-alasan
klasik: "Saya terlalu sibuk." "Itu tugas pendeta." "Saya tidak
mempunyai talenta untuk menginjili." Kita menemukan alasan, alasan
dan alasan.
Waktu Petrus menyangkal Kristus tiga kali, ia berkata dalam banyak
kata, bahwa ia tidak pernah melihat atau mendengar Yesus. Tak
seorang pun di antara kita yang akan memiliki keberanian untuk
berkata seperti itu. Namun kita melakukan hal yang sama dengan
cara yang lain: Kita menyangkal Yesus Kristus dengan alasan-alasan
dan kediaman kita.
BERAPA BANYAK KESAKSIAN IMAN MEREKA?
Saya ingin menanyakan sebuah pertanyaan yang keras. Sudahkah Anda,
dalam tahun lalu, membawa Alkitab Anda dan membuka
halaman-halamannya kepada seseorang yang belum diselamatkan, untuk
menunjukkan kepadanya bagaimana menjadi seorang Kristen yang
mengalami lahir baru? Saya belum pernah berada di suatu gereja
dimana lebih dari 10 persen jemaat menunjukkan bahwa mereka telah
bersaksi pada tahun yang lalu. Kiranya Tuhan mengampuni kita!
Ini adalah masalah yang serius. Seseorang tanpa dilahirkan kembali
dan memiliki hubungan pribadi degan Kristus, sedang dalam perjalanan
ke neraka, siksaan yang tak berkesudahan, kegelapan, dan kertak gigi.
Ada kebutuhan yang sangat mendesak untuk bersaksi. Namun sebagian
dari kita tinggal diam. Saya sungguh tidak mengerti.
SEBUAH IMPIAN
Saya mempunyai sebuah impian. Dalam impian saya ada sebuah samudra
yang penuh dengan orang-orang yang hanyut. Ada sebuah batu karang
yang muncul dari dalam lautan itu. Beberapa orang merangkak naik batu
itu dan selamat.
"Ada kebutuhan yang sangat mendesak untuk bersaksi. Namun sebagian
dari kita tinggal diam. Saya sungguh tidak mengerti.
Dalam penglihatan saya, 10 persen orang-orang yang berada di atas
batu sibuk membuat tali dan tangga, pergi ke tepian, dan berusaha
menarik orang lain untuk naik ke batu tersebut. Namun yang 90 persen
sedang sibuk mengurusi taman, musik, pekerjaan, dan hidup mereka di
atas batu. Mereka memiliki banyak kesempatan pertemuan dimana mereka
menghabiskan sekian banyak waktu untuk mengembangkan program-program
untuk kembali ke samudra - tetapi mereka tidak pernah pergi.
Pikiran yang terus menerus mengusik dalam mimpi ini "Telah lupakah
mereka bahwa mereka sendiri pernah berada dalam lautan tersebut?"
Sekelompk kecil orang yang kelihatannya seperti para pemimpin, lebih
menggusarkan saya lagi. Mereka menghabiskan waktu dengan berusaha
naik lebih tinggi ke atas batu. Kelihatannya mereka tidak ingin
berada di dekat tepian sebab berada di situ membawa resiko. Kematian,
penyakit, kehilangan - hal itu ada di bawah sana. Namun kelompok yang
berada di atas batu itu menghabiskan lebih banyak waktu untuk
menyendiri dalam rasa aman yang palsu di bagian batu yang lebih atas.
Namun demikian setiap orang mendengar suara berkata, "Maukah engkau
datang? Maukah engkau menolong saya?"
MAUKAH KITA MENGAMBIL RESIKO?
Dalam mimpi saya, batu itu adalah salib kalvari. Suara yang mereka
dengar adalah suara Yesus Kristus memanggil anda dan saya yang
datang. Hanya ada satu hal yang tertinggal, dan itu adalah apakah
kita bersedia atau tidak. Pertanyaannya ialah, maukah anda dan saya
berubah? maukah kita mendengar suara itu dan mengambil resiko dan
bicara untuk menyelamatkan yang lain?
Jika jawaban anda adalah "ya", berdoalah demikian sekarang juga:
Tuhan, jadikan saya hambaMu yang taat. Saya telah bersalah karena
berdiam diri. Setiap hari, setiap saat, saya akan berusaha untuk
bersaksi tentang Engkau kepada orang lain.
INGATLAH : Keberhasilan bukanlah membawa seseorang kepada Kristus.
Keberhasilan adalah memancarkan hidup kristiani, bersaksi tentang
Injil, dan mempercayakan hasilnya kepada Allah.