Home
       

Resources
Artikel
Artikel-artikel MISI
Bahan PA
Misi Allah Bagi Dunia &
Para Pengubah Dunia
Cerita Misi
Alkitab di Seluruh Dunia :
48 Kisah Nyata
Buku
Buku-buku Misi
Doa
Doa bagi Negara
Doa bagi Kota
Doa bagi Suku
PD Timotius
40 Hari Doa
e-KJDN
Info
Sejarah
Ulasan Tokoh MISI
Lembaga
Mengenal Lembaga MISI
Media
Berbagai program pengabaran Injil
Lintas Budaya
Lintas Religi
Profil Suku di Indonesia
Profil Bangsa
Profil Bangsa di Dunia
 
 Renungan
 Kesaksian
 
Seri Mutiara Iman (RBC/Yayasan Gloria/YLSA):
SMI-001 Kristen: Religi atau Kristus?
halaman 5
dari 12

|
D. MENGAPA KRISTUS MENJADI ANCAMAN BAGI RELIGI?

Orang-orang religius menilai Yesus berbahaya. Dia menimbulkan kericuhan yang mengancam stabilitas religius dan kemantapan politik Israel. Dia banyak melakukan hal-hal yang sulit dijelaskan. Dia mengajar dengan kuasa dan mengalihkan perhatian dari hal-hal religi yang lahiriah kepada sikap hati yang mendalam. Dia mengajarkan bahwa Allah tidak mencari orang yang berbuat baik sesuai dengan tuntutan religi, melainkan orang yang:

  • Miskin rohani, yang mengakui ketergantungan mereka pada Allah dalam setiap aspek kehidupan.
  • Berdukacita, yang meratapi hakekat dan akibat dosa dalam diri mereka sendiri maupun orang lain.
  • Lemah-lembut, yang mau hidup dibawah kuasa Allah.
  • Lapar dan haus akan kebenaran, yang menerima kebenaran yang datang dari Allah.
  • Berbelas kasihan, yang memberi pertolongan tanpa pamrih kepada orang lain yang hidup dalam kesusahan.
  • Murni hatinya, yang bersih secara spiritual.
  • Pembawa damai, yang bekerja untuk mendamaikan hubungan manusia dengan Allah dan dengan sesamanya (Mat 5:1-9)

Kristus lebih menerima hati yang hancur daripada religi yang sombong. Dia menjadi ancaman bagi orang-orang religius sebab siapa pun yang menerima Dia, tidak akan pernah lagi membutuhkan religi orang-orang Farisi. Sementara orang-orang Farisi sangat menekankan ketaatan hukum secara detil, Yesus mengajarkan bahwa Allah mau mengampuni orang-orang yang paling berdosa sekalipun. Bertahun-tahun kemudian Paulus, rasul Kristus yang dulunya orang Farisi, menyatakan bahwa hukum-hukum religi tidak pernah, tidak mampu dan tidak akan dapat menyelamatkan manusia dari dosa. Dalam surat-suratnya, Paulus menerangkan bahwa hukum Allah diberikan kepada kita untuk menunjukkan betapa kita memerlukan seorang Juruselamat yang lebih dalam segala hal dari religi.

Kristus lebih tinggi dari religi dari segala sisi:
  • Belakang - Dia adalah Pencipta dan Firman yang kekal, yang bukan saja bersama Allah sejak semula, tetapi adalah Allah itu sendiri (Yoh 1:1-3).
  • Depan - Dia adalah Raja dan Hakim yang akan datang, yang suatu hari kelak akan memerintah bumi dan menghakimi setiap hati (Kis 1:6-11, Rom 14:7-12).
  • - Dia adalah Juruselamat dan Tuhan yang merendahkan diriNya sendiri untuk menyelamatkan kita, sekaligus menyatakan kuasaNya dengan kasih dan bijaksana (Yoh 3:13-16; Fili 2:9-11)
  • Bawah - Dia memegang kita dengan tanganNya sebagai Pemelihara dan Penopang (Kol 1:16).
  • Kanan - Jika kita "menoleh ke kanan" untuk mencari hal-hal yang benar secara moral, Dia menjadi Guru dan Teladan kita (1Pet 2:21; 1Yoh 2:6).
  • Kiri - Jika kita "menoleh ke kiri" dan meneliti hal-hal yang salah, Dia menjadi Pengantara dan Pembela kita (1Yoh 2:1-2).
  • Dalam - Dialah Hidup, Damai dan Kekuatan kita (Gal 2:20, Kol 1:27).

Inilah Pribadi yang meliputi segala hal, yang tidak dilihat oleh orang-orang Farisi. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Bagaimana mereka dapat menanti-nantikan kedatangan Mesias bersama orang-orang Israel, kemudian berusaha membunuhNya ketika Dia datang? Mari kita pelajari kata-kata Yesus sendiri tentang hal ini.


|
 




 Ke atas 
© 2003 YLSA