C. KE MANA SAYA BERTUMBUH?
Salah satu hukum alam yang terpenting dan tak terelakkan adalah
pertumbuhan. Sebutir benih yang jatuh ke tanah atau bibit yang ditanam
oleh petani diharapkan bertunas, berakar, dan tumbuh matang. Jika tidak,
ada sesuatu yang salah! Pohon yang besar dan padi yang menguning adalah
hasil proses pertumbuhan yang wajar.
Ada kemiripan yang nyata dengan kerohanian. Benih-benih Firman
Allah disemaikan melalui khotbah-khotbah. Kemudian, melalui pekerjaan Roh
Kudus benih itu hidup. Kita menyebut hidup tersebut sebagai "hidup baru"
atau "kelahiran baru." Rasul Petrus berkata kepada kita:
Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana,
tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup
dan kekal (1Petrus 1:23).
Ketika benih Firman Allah tertanam dan kita lahir karena Roh, kita menjadi
ciptaan baru. Tetapi itu barulah suatu permulaan. Allah menantikan orang
yang telah dilahirkan kembali untuk tumbuh, berkembang, dan matang secara
rohani. Penulis kitab Ibrani menulis, "Marilah kita beralih kepada
perkembangannya yang penuh" (Ibrani 6:1). Kemudian Rasul Petrus
mendorong kita untuk "bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan
akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus" (2Petrus 3:18).
Tetapi kelahiran baru hanyalah permulaan dari sesuatu yang sangat
indah. Kelahiran itu dapat memulai suatu hidup yang paling membahagiakan
dan berarti untuk belajar dan bertumbuh -- menjadi orang percaya yang
dewasa. Dalam pelajaran yang ketiga ini, dengan pokok pembicaraan Lahir
Baru: Apakah Artinya? kita akan menjawab sebuah pertanyaan yang akan
dilontarkan setiap orang percaya kepada Kristus: "Sekarang saya telah
dilahirkan kembali, ke mana saya bertumbuh?" Ya, ke mana saya pergi dan ke
mana saya bertumbuh? Saya bisa menuliskan pertanyaan itu dengan cara lain.
"Sekarang saya telah dilahirkan kembali, bagaimana saya bertumbuh dan
matang secara rohani? Selanjutnya, apa yang Allah ingin saya perbuat?"
Saudaraku, pertumbuhan rohani tidak terjadi begitu saja.
Perkembangan yang wajar dan perhatian dibutuhkan seperti halnya pepohonan
atau tumbuhan. Jika Anda telah dilahirkan kembali, tentu saja beberapa hal
penting terlibat pada pertumbuhan rohani Anda. Tanpa itu semua Anda tidak
akan pernah benar-benar bertumbuh dalam Kristus. Namun jika Anda
memilikinya, Anda dapat menjadi orang Kristen yang bertumbuh subur, dewasa
dan berbuah seperti yang diinginkan Allah.
Sebagai tanggapan terhadap pertanyaan tersebut, saya yakin Alkitab
menyajikan jawaban yang mengandung empat prinsip. Jika Anda membuat
keempat prinsip ini menjadi bagian hidup, Anda akan mulai menempuh
perkembangan rohani yang baik.
Mempelajari Firman Allah
Menyediakan Waktu Untuk Berdoa
Beribadah ke Gereja Secara Teratur
Bersaksi
- Mempelajari Firman Allah
- Menyediakan Waktu Untuk Berdoa
- Beribadah ke Gereja Secara Teratur
- Bersaksi
MEMPELAJARI FIRMAN ALLAH
Langkah pertama yang harus Anda ambil adalah mempelajari Alkitab secara
teratur dan sungguh-sungguh. Saya tidak melebih-lebihkan pentingnya
langkah ini dalam proses pertumbuhan. Rasul Petrus berkata:
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin
akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu
bertumbuh dan beroleh keselamatan (1Petrus 2:2).
Mengertikah Anda apa yang ditekankan Petrus? Menurut ia, kita harus
merindukan Firman Allah sehingga kita dapat bertumbuh karena Firman-Nya.
Setiap perintah yang tertulis dalam Alkitab, setiap peristiwa dalam
sejarah, setiap perkataan nabi, Injil, dan surat-surat para rasul
bermanfaat untuk menjadi petunjuk bagi kita dan bagi pertumbuhan
kristiani. Kita harus meminum "air susu murni dari Firman" setiap hari.
Dengan cara demikian kita dipelihara dan diberi makan. Kita menjadi kuat
dan dibangun dalam keyakinan. Paulus menunjukkan hasil yang diharapkan
dalam suratnya kepada jemaat di Efesus.
Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan
oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia
dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh
berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di
dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala
(Efesus 4:14-15).
Kemudian, sebagai seorang Kristen yang matang dan dewasa, kita akan mampu
mencerna makanan keras dari Alkitab. Penulis kitab Ibrani menyatakan:
Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami
ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi
makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena
mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik
dari pada yang jahat (Ibrani 5:13-14).
Tetapi saya dapat membayangkan seseorang bertanya, "Bagaimana Firman Allah
membantu kita bertumbuh?" Jawabannya juga terdapat dalam surat Ibrani:
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada
pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai
memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup
membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita (Ibrani 4:12).
Alkitab membeberkan rencana, niat dan hasrat kita yang paling dalam.
Alkitab menunjukkan dosa-dosa kita. Kemudian, karena kita telah berdosa,
maka dengan menyingkirkan dosa-dosa dan menggantikannya dengan sesuatu
yang baik, kita berkembang menuju kedewasaan rohani.
Apakah Anda orang Kristen yang sedang bertumbuh? Apakah kini Anda
lebih matang secara rohani dibanding setahun yang lalu? Dua tahun yang
lalu? Lima tahun yang lalu? Jika belum, saya mendorong Anda untuk
menyediakan waktu bagi Firman Allah. Bacalah. Pelajarilah. Hafalkan. Dan
taati!
- Mempelajari Firman Allah
- Menyediakan Waktu Untuk Berdoa
- Beribadah ke Gereja Secara Teratur
- Bersaksi
MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK BERDOA
Bagian kedua dari jawaban atas pertanyaan
"Bagaimana saya bertumbuh?" adalah, orang yang percaya kepada Yesus
Kristus harus menyediakan waktu untuk berdoa dan bersekutu dengan Bapa
surgawi. Allah sendiri telah menyediakan diri-Nya bagi persekutuan ini
demi pertumbuhan rohani kita. Dalam surat Ibrani kita baca:
Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah
melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita
teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang
kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan
kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah
dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan
penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita
menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan
pertolongan kita pada waktunya (Ibrani 4:14-16).
Kutipan ini mendorong kita untuk berdoa. Namun berdoa bukanlah sekadar
berkomat-kamit. Kita tidak mengejar-ngejar pemberian Allah. Kita tidak
meminta kepada Allah dengan paksa, seperti untuk kesehatan atau
keselamatan kita. Tentu saja, kita harus mengajukan permohonan kepada Bapa
surgawi; tetapi kita juga harus menaikkan ucapan syukur, pujian, dan
penyembahan kepada-Nya.
Ingatlah, berdoa ditujukan demi pertumbuhan rohani kita. Canon
Liddon menyatakan, "Keputusan-keputusan besar yang telah memperkaya dan
memperindah kehidupan manusia dalam hidup kekristenan dihasilkan karena
doa." Berdoa adalah salah satu ciri utama dari kepemimpinan rohani yang
tangguh. Orang yang berdoa adalah orang yang perkasa. Kekuatan mereka
bersama Allah memiliki kemampuan untuk menaklukkan.
Berdoa penting bagi perkembangan orang percaya. Melalui doa kita
meningkatkan iman dan memperoleh kekuatan untuk taat dan melayani. Ini
adalah keharusan yang mutlak dalam kehidupan Kristen.
- Mempelajari Firman Allah
- Menyediakan Waktu Untuk Berdoa
- Beribadah ke Gereja Secara Teratur
- Bersaksi
BERIBADAH KE GEREJA SECARA TERATUR
Keharusan lain untuk pertumbuhan rohani adalah bersekutu secara teratur
dalam persekutuan orang percaya yang mempercayai Alkitab, mengajarkan
kebenaran Injil dan memuliakan Kristus. Sekali lagi, ini bukanlah
penekanan yang berlebihan. Tak ada pengganti bagi kebaktian dan
persekutuan dengan orang Kristen lainnya. Yohanes menekankan hal ini dalam
suratnya yang pertama:
Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami
beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan
dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan
Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dan semua ini kami
tuliskan kepada kamu supaya sukacita kami menjadi sempurna
(1Yohanes 1:3-4).
Semua yang telah dilahirkan kembali masuk ke dalam keluarga Allah. Kita
memiliki hak untuk memanggil-Nya Bapa surgawi. Kita juga memiliki hubungan
baru yang istimewa dengan saudara-saudara seiman lainnya, karena mereka
adalah saudara-saudara kita di dalam Kristus. Mengenai hal itu Yohanes
menambahkan:
Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia,
namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita
tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam
terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh
persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya
itu, menyucikan kita dari pada segala dosa (1Yohanes 1:6-7).
Persekutuan orang-orang yang telah dikuduskan, yang sangat indah, dapat
dirasakan dan dinikmati sepenuhnya di gereja setempat. Itulah tempat yang
telah ditentukan Allah bagi persembahan, pujian, dan pelayanan bersama.
Penulis surat Ibrani menulis:
Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan
kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. Dan marilah kita saling
memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam
pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan --
pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi
marilah kita saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang
hari Tuhan yang mendekat (Ibrani 10:23-25).
Setiap orang yang telah dilahirkan kembali, setiap anak Allah secara
teratur, harus mencari, mengikuti dan diperkuat dengan -- jika
memungkinkan -- ibadah di gereja dengan khotbah Alkitabiah. Perhatikan,
saya menulis "jika memungkinkan." Saya menyadari banyak orang yang
tertutup dan tidak dapat mengikuti pelayanan penyembahan seperti yang
mereka inginkan.
Saya sepenuhnya menyadari bahwa saat ini banyak orang merendahkan
peran gereja setempat. Mereka menganggap "kelompok kecil" atau "mendengar
kaset" lebih penting. Tetapi mereka salah! Demikian pula dengan orang yang
menambahkan "gereja elektrik" untuk bersekutu dengan sesama orang yang
telah dikuduskan. Program TV Day of Discovery dan siaran radio Radio Bible
Class milik kami tidak ditujukan untuk menggantikan ibadah Anda di gereja.
Saya seratus persen mendukung setiap majelis gereja lokal yang memimpin
jemaat bersekutu, menyembah dan melayanai dengan motivasi murni,
berpusatkan Kristus dan memuliakan Allah. Saya sepenuhnya mendukung setiap
pendeta yang setia mengajarkan Firman Allah dan menyatakan pengakuan akan
Kristus pada orang yang terhilang. Saya berharap Anda juga melakukannya!
Gereja membutuhkan Anda, dan Anda membutuhkan gereja. Jika Anda
mengabaikan rumah penyembahan itu, pertumbuhan rohani Anda akan terhalang.
Sepucuk surat datang beberapa saat yang lalu, melukiskan hal yang
sedang saya bicarakan. Seorang wanita menuliskan bahwa 20 tahun yang lalu
ia berhenti ke gereja ketika ia masih seorang istri Kristen yang muda
karena pertengkaran di rumahnya. Sekarang, setelah dua dekade, keluarganya
berada dalam kehancuran rohani. Hubungan dengan suaminya lebih buruk
daripada yang sudah-sudah. Kedua anaknya hidup sesukanya, tidak mau
mendengarkan segala macam ajaran rohani. Inilah yang dikatakannya mengenai
keadaan yang menyedihkan di rumahnya: "Saya sadar jika kami dulu tetap
beribadah di gereja, pasti tidak akan terjadi masalah seperti sekarang,"
Ya, gereja setempat berperan dalam pertumbuhan rohani. Gereja adalah
tempat khotbah, pengajaran, penyembahan, pemberian, pelayanan, dan
persekutuan dengan saudara-saudara seiman. Dan Anda harus mengikutinya!
- Mempelajari Firman Allah
- Menyediakan Waktu Untuk Berdoa
- Beribadah ke Gereja Secara Teratur
- Bersaksi
BERSAKSI
Langkah penting keempat dalam pertumbuhan rohani adalah bersaksi kepada
orang lain dengan teladan dan pengakuan iman. Setelah mengalami kelahiran
baru melalui iman dalam Kristus, menerima pengampunan dosa, dan menemukan
sukacita dalam pertumbuhan rohani melalui Firman, doa, dan persekutuan,
Anda harus memiliki kerinduan untuk membagikan apa yang telah Anda dapat
kepada sesama.
"Tetapi," Anda berkata, "saya tidak mampu melakukannya. Saya tidak
tahu bagaimana caranya. Saya tidak memiliki karakter seperti itu. Saya
belum pernah dilatih untuk itu."
Benar, Anda bisa saja tidak memiliki beberapa karunia tersebut.
Namun Anda memiliki perkataan Yesus berikut ini, yang tertulis dalam Kisah
Para Rasul:
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun
ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem
dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi
(Kisah 1:8).
Kini saya tahu bahwa janji ini diberikan kepada para rasul. Tetapi Roh
Allah yang sama juga hidup dalam hati jika Anda telah dilahirkan kembali.
Dengan mempelajari Firman Allah, Anda juga dapat bersaksi tentang Kristus
melalui perkataan dan cara hidup. Sebenarnya, setiap orang yang mengenal
Tuhan akan mampu bersaksi tentang hal-hal yang telah dilakukan-Nya dalam
hidup mereka! Ketika Anda bersaksi tentang Kristus, dan disadarkan akan
kekuatan Injil, serta menyampaikannya kepada sesama, maka kesaksian Anda
akan menjadi sumber kekuatan dan pertumbuhan rohani dalam hidup Anda
sendiri. Dengan demikian, Anda dapat merasakan sukacita ketika menyaksikan
seseorang datang untuk mengenal Sang Juruselamat.
Anugerah kedewasaan rohani akan Anda dapatkan jika Anda setia
mempelajari Firman Allah, menyediakan waktu untuk berdoa kepada-Nya,
bersekutu bersama saudara-saudara dalam Kristus, dan memberitakan anugerah
keselamatan-Nya kepada yang tersesat. Tuhan ingin Anda bertumbuh, dan
inilah caranya. Allah memberkati Anda ketika Anda "tumbuh dari sini"!