B. ALKITAB ADALAH BUKU YANG BERBEDA
Alkitab adalah buku yang berbeda, bukan semata-mata karena buku ini
dinyatakan berasal dari Allah. Joseph Smith, pendiri aliran Mormon,
menyatakan bahwa wahyu yang diterimanya berasal dari Allah. Aliran
kepercayaan apa pun akan mengatakan bahwa kitab suci mereka berasal
dari Allah.
Namun Alkitab menjadi buku yang benar-benar berbeda karena
pandangan-pandangannya tentang Allah, manusia, keselamatan dan
kebenaran.
1. Pandangan Alkitab tentang Allah. Alkitab memperkenalkan
Allah sebagai Tuhan dan pemerintah segala sesuatu (1Tawarikh 29:11);
sebagai Tuhan yang pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar
kasih setiaNya (Mazmur 145:8); dan sebagai Allah yang esa
(Ulangan 6:4). Sementara yang lain ada yang menggambarkan Allah
sebagai Allah yang keras, tak dapat diduga dan tak berbelas kasihan.
Ajaran Mormon bahkan mengatakan bahwa ada banyak allah dan Allah itu
sebenarnya manusia juga, sehingga setiap manusia mempunyai kemungkinan
untuk menjadi Allah.
Sebaliknya, Alkitab malah menyatakan bahwa Allah yang benar itu
telah menjadi manusia dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Seorang ahli
dalam bidang perbandingan agama dari Inggris, J.N.D. Anderson,
menulis:
Agama-agama lain memang mencantumkan kepercayaannya bahwa Allah
atau salah satu dari allahnya dapat mewujudkan dirinya sekali
waktu atau beberapa kali menjadi manusia.... Namun, ajaran
Kristen dengan jelas menyatakan bahwa dasar keesaan,
kemahaadaan, kemahatahuan dan segala keberadaan tentang Allah
telah terwujud dengan unik dalam karyaNya, bukan hanya dengan
mengambil rupa manusia, tetapi benar-benar menjadi manusia sejati
(Christianity and Religion, hal. 51).
2. Pandangan Alkitab tentang manusia. Alkitab memberikan
gambaran yang lebih seimbang dan realistis tentang manusia. Alkitab
tidak meninggikan manusia di atas keadaan sebenarnya, sebagaimana
yang dikatakan ajaran Yunani kuno bahwa "para dewa adalah manusia
yang kekal, dan manusia adalah para dewa yang fana." Alkitab juga
tidak merendahkan manusia pada keadaan yang tidak seharusnya
seperti yang dikatakan psikolog B.F. Skinner bahwa manusia tidaklah
lebih dari sejenis makhluk kompleks yang dipengaruhi oleh
lingkungannya.
Sebaliknya, Alkitab dengan adil mengutarakan baik sisi keagungan
maupun kehinaan manusia. Alkitab mengungkapkan keagungan penciptaan
manusia sebagai gambar Allah, tetapi juga kejatuhannya dalam dosa
yang membuatnya kehilangan kemuliaan. Alkitab menegaskan tanggung
jawab yang harus dipikul manusia akibat dosa, sekaligus memberi
pengharapan bagi kelepasannya.
"Berita yang dibawanya tidak hanya memberi kuasa, tetapi
juga memberi banyak bukti nyata."
3. Pandangan Alkitab tentang keselamatan. Keselamatan manusia
yang ditawarkan Alkitab sangatlah berbeda dengan yang ditawarkan
kepercayaan lain di dunia ini. Alkitab menawarkan keselamatan melalui
Yesus Kristus. Keselamatan yang bukan karena perbuatan manusia,
tetapi semata-mata karena anugerah yang diterima dengan iman.
4. Pandangan Alkitab tentang kebenaran. Pernyataan Alkitab
didukung fakta-fakta sejarah dan geografis yang nyata. Itulah sebab
mengapa orang-orang Kristen pada abad-abad pertama demikian tertarik
pada berita tentang kebangkitan Kristus. Sebab berita yang dibawanya
tidak hanya memberi kuasa tetapi juga memberi banyak bukti nyata.