A. LEBIH INDAH DARI KEBENARAN?
Apakah langit malam yang cerah berbicara kepada Anda? Ia
mengatakan sesuatu? Tidak? Apa yang dikatakannya kepada seorang atlet
berbakat berusia sembilan belas tahun yang tergeletak dalam lumuran
darahnya sendiri -- ia ditusuk karena berada di tempat yang salah
pada saat yang salah? Bagaimana dengan istri yang mengalami masalah
dan kekecewaan, yang berusaha menghilangkan amarah dan perasaan
ditolak dengan berjalan-jalan di pagi hari? Bagaimana dengan buruh
pabrik berusia empat puluh lima tahun yang baru saja kena PHK untuk
ketiga kalinya dalam beberapa tahun terakhir ini? Bagaimana dengan
pakar astronomi yang pikirannya terpecah antara empirisme yang kaku
dan hati yang berbicara bahwa ia harus percaya pada apa yang tidak ia
lihat?
Apakah Allah ada di balik tirai semesta, di balik atom, di
balik kelopak dan semerbak sekuntum bunga? Apakah Allah ada di
tengah-tengah kemajuan IPTEK dan kegagalan-kegagalan politik? Apakah
Dia ada dan dapat dilihat melalui airmata dari orang-orang yang
diperlakukan dengan kejam, diperalat, tidak dikasihi dan hampa
hidupnya?
Inilah pertanyaan-pertanyaan dasar manusia, dan dapat muncul
dalam berbagai ragam bentuk sesuai dengan macam-macam orang yang
hidup di bumi ini. Mereka bertanya:
Bila Allah ada, mengapa Dia tidak menunjukkan diriNya kepada
kita dengan cara yang konkrit bahwa Dia ada?
Dalam zaman IPTEK dan penelitian yang canggih ini, bagaimana
kita dapat percaya pada sesuatu yang tidak kita lihat?
Bila saya melihat semua penderitaan yang dialami manusia di
seluruh dunia, bagaimana saya dapat percaya Allah dapat
berdiam diri pada saat manusia sengsara di bawah keadaan
yang tak layak bagi seekor anjing sekalipun?
Mengapa Allah yang baik membiarkan sahabat saya -- seorang
yang mengasihi sesama manusia dan kehidupan -- meninggal
pada usia muda?
Bila Allah berkuasa, mengapa kita mengalami begitu banyak
bencana alam seperti gempa bumi, banjir, badai dan angin
ribut?
Saya tidak pernah merasakan kehadiran Allah. Segala sesuatu
yang telah saya capai, saya lakukan dengan kekuatan saya
sendiri. Saya tidak membutuhkan tongkat penopang yang bernama Allah.
Komentar dan pertanyaan seperti itu sedikit banyak
mencerminkan paradoks yang ada antara keindahan langit bertaburan
bintang dan bumi yang terlampau sering menjadi penjara yang penuh
kengerian.
Mereka yang ragu-ragu membutuhkan bukti-bukti yang kuat dan dapat
dipercaya bila mereka memikirkan dengan serius tentang kemungkinan
keberadaan Allah
Dapat dimengerti bila keragu-raguan akan timbul tentang Allah
yang tak tampak dan tidak mau tampil dalam siaran berita pagi untuk
menjawab kritik-kritik yang dihadapiNya dan menyelesaikan masalah
tentang keberadaanNya.
Untuk alasan-alasan ini dan lainnya, mereka yang ragu-ragu
membutuhkan bukti-bukti yang kuat dan dapat dipercaya bila mereka
memikirkan dengan serius tentang kemungkinan keberadaan Allah. Mereka
perlu melihat bahwa orang-orang yang percaya kepada Allah bersikap
demikian dengan alasan dan pertimbangan yang baik. Mereka perlu
menangkap dengan jelas tentang pendekatan Alkitab terhadap Allah.
Mereka perlu melihat bahwa membuktikan keberadaan Allah sebenarnya
tidaklah lebih indah dibanding kebenaran tentang keberadaan Allah itu
sendiri.