Home
       

Resources
Artikel
Artikel-artikel MISI
Bahan PA
Misi Allah Bagi Dunia &
Para Pengubah Dunia
Cerita Misi
Alkitab di Seluruh Dunia :
48 Kisah Nyata
Buku
Buku-buku Misi
Doa
Doa bagi Negara
Doa bagi Kota
Doa bagi Suku
PD Timotius
40 Hari Doa
e-KJDN
Info
Sejarah
Ulasan Tokoh MISI
Lembaga
Mengenal Lembaga MISI
Media
Berbagai program pengabaran Injil
Lintas Budaya
Lintas Religi
Profil Suku di Indonesia
Profil Bangsa
Profil Bangsa di Dunia
 
 Renungan
 Kesaksian
 
Seri Mutiara Iman (RBC/Yayasan Gloria/YLSA):
SMI-001 Kristen: Religi atau Kristus?
halaman 10
dari 12

|
I. STUDI PERBANDINGAN

Ada banyak hal dalam Alkitab yang memiliki dua sisi. Hal ini juga berlaku pada religi. Agar memperoleh pandangan yang seimbang, penting bagi kita untuk belajar menerima dua hal yang nampak bertentangan.

Religi itu penting. Alkitab penuh dengan praktek religi yang (1) menunjuk pada Allah atau (2) menyediakan jalan untuk mengekspresikan persekutuan kita dengan Dia. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru penuh dengan hukum-hukum, prinsip-prinsip, kepercayaan dan ritus-ritus religi. Jika kita memandang religi sebagai sikap dan tindakan untuk menunjukkan kepercayaan, menunjuk pada Allah atau keinginan menyenangkan Allah, maka tentu religi akan memberikan:

  • pola pengajaran yang sehat (Tit 2:1)
  • persekutuan bersama (Kis 2:37-47, Ibr 10:25)
  • ekspresi iman dalam bentuk perbuatan (1Yoh 3:17-18)

Religi itu tak berguna. Religi tidak ada gunanya, jika kita menggantungkan diri pada tindakan-tindakan lahiriah untuk membenarkan hubungan kita dengan Allah. Baik sebelum diselamatkan atau sesudahnya, tidak ada pengetahuan atau tindakan religi yang dapat menyelamatkan kita. Pengetahuan dan tindakan hanya merupakan cara untuk mengekspresikan iman kita di dalam Kristus. Dalam pengertian ini, kita harus menghindari:

  • usaha untuk memperoleh keselamatan dengan kekuatan diri sendiri (Ef 2:8-10)
  • segala pikiran tentang kesempurnaan diri kita (Gal 3:1-3)
  • segala sesuatu yang menggantikan tempat Kristus (Kol 2:6-8)

Religi itu berbahaya bukan karena buruk, tetapi karena seringkali nampak cukup baik untuk mengalihkan kepercayaan kita dari Kristus. Kita cenderung untuk menggantikan ketergantungan kita pada karya Kristus dengan hasil usaha kita sendiri.


|
 




 Ke atas 
© 2003 YLSA