I. STUDI PERBANDINGAN
Ada banyak hal dalam Alkitab yang memiliki dua sisi. Hal ini
juga berlaku pada religi. Agar memperoleh pandangan yang
seimbang, penting bagi kita untuk belajar menerima dua hal
yang nampak bertentangan.
Religi itu penting. Alkitab penuh dengan praktek religi yang
(1) menunjuk pada Allah atau (2) menyediakan jalan untuk
mengekspresikan persekutuan kita dengan Dia. Baik Perjanjian
Lama maupun Perjanjian Baru penuh dengan hukum-hukum,
prinsip-prinsip, kepercayaan dan ritus-ritus religi. Jika
kita memandang religi sebagai sikap dan tindakan untuk
menunjukkan kepercayaan, menunjuk pada Allah atau keinginan
menyenangkan Allah, maka tentu religi akan memberikan:
- pola pengajaran yang sehat (Tit 2:1)
- persekutuan bersama (Kis 2:37-47, Ibr 10:25)
- ekspresi iman dalam bentuk perbuatan (1Yoh 3:17-18)
Religi itu tak berguna. Religi tidak ada gunanya, jika kita
menggantungkan diri pada tindakan-tindakan lahiriah untuk
membenarkan hubungan kita dengan Allah. Baik sebelum
diselamatkan atau sesudahnya, tidak ada pengetahuan atau
tindakan religi yang dapat menyelamatkan kita. Pengetahuan
dan tindakan hanya merupakan cara untuk mengekspresikan iman
kita di dalam Kristus. Dalam pengertian ini, kita harus
menghindari:
- usaha untuk memperoleh keselamatan dengan kekuatan diri
sendiri (Ef 2:8-10)
- segala pikiran tentang kesempurnaan diri kita (Gal 3:1-3)
- segala sesuatu yang menggantikan tempat Kristus (Kol 2:6-8)
Religi itu berbahaya bukan karena buruk, tetapi karena
seringkali nampak cukup baik untuk mengalihkan kepercayaan
kita dari Kristus. Kita cenderung untuk menggantikan
ketergantungan kita pada karya Kristus dengan hasil usaha
kita sendiri.