Asia Selatan

Doa bagi Misi Penginjilan di negara-negara Asia Selatan

Asia Selatan Tahun 2002

Allah sedang bekerja di wilayah dimana memberitakan Injil merupakan suatu tantangan. Menurut FS dari Send International,

"... tampaknya kami telah merintis sebuah gereja yang jemaatnya adalah sebuah kelompok suku Muslim di Asia Selatan yang baru bertobat. Kami telah lama berusaha untuk menjangkau suku ini melalui beberapa orang penduduk suku yang telah percaya."


FS menambahkan bahwa mereka telah berdoa sejak tahun 1984 agar sebuah gereja didirikan di wilayah ini.

"Kami perlu berdoa untuk keselamatan. Kami perlu berdoa untuk minta kebijaksanaan. Juga berdoa untuk para petobat baru sehingga mereka bisa mengetahui bagaimana menyatakan iman baru mereka melalui cara-cara yang tidak menyebabkan mereka dikucilkan oleh komunitas mereka. Namun itu baru permulaan, masih banyak hal yang perlu didoakan."

Sumber: Mission Network News, October 8th 2002

  • Bersyukur untuk gereja bagi suku Muslim yang mulai dirintis di wilayah Asia Selatan sehingga dapat dipakai sebagai tempat bersekutu bagi para petobat baru.
  • Berdoa untuk setiap pekerja yang bekerja di wilayah ini agar Tuhan memberikan keberanian dan perlindungan bagi keselamatan mereka.
  • Berdoa untuk para petobat baru yang saat ini telah dimenangkan supaya Allah memberikan hikmat bagaimana menyaksikan iman mereka agar tidak menyebabkan mereka dikucilkan dari keluarga dan komunitas lingkungan sekitarnya.

e-JEMMi 44/2002

Asia Selatan Tahun 2003

Berdoa minta tanda .... apakah masih relevan saat ini? Seorang misionaris dari gereja Southern Baptist di Asia Selatan mengisahkan suatu kesaksian yang dialaminya bersama seorang rekan sekerjanya. Mereka berdua mengunjungi sebuah desa yang tertutup dan sangat menolak Injil. Mereka berdua sepakat berdoa: "Allah, tunjukkan kepada kami seseorang yang akan memberi kami tempat berteduh sehingga kami merasa yakin untuk tetap tinggal di desa ini." Keduanya lalu pergi ke sumur yang berada di tengah-tengah desa. Seorang pria yang tidak diketahui dari mana asalnya datang mendekati mereka dan bertanya, "Apakah Anda berdua sudah makan?" "Belum." jawab kami. "Kalau begitu, mari singgah ke rumahku," kata pria itu yang bernama Li. Allah telah menjawab doa kami dengan menyediakan Li bagi kami. Setelah memberi kami makan, Li mengenalkan kami kepada kepala desa -- seorang pria beraut wajah keras yang dapat dengan mudah memberikan perintah untuk membunuh orang asing. Li mengatakan kepada kepala desa yang saat itu sedang sakit keras, "Allah dua pendatang baru ini sangat kuat, mereka berdua bersedia mendoakan Anda." Kami mendoakan kepala desa itu dan kondisinya menjadi lebih baik. Melalui peristiwa itu, kepala desa mulai membuka hatinya untuk mengenal Kristus. Hal ini membuka pintu penginjilan di desa yang semula menentang Injil ini.

Sumber: FridayFax, October 24, 2003

  • Naikkan syukur karena dua orang yang taat ini sehingga bisa menjadi perintis jemaat di sebuah desa yang semula sangat tertutup/menolak Injil.
  • Doakan proses follow-up bagi para penduduk desa ini sehingga bisa lebih mantap lagi imannya kepada Yesus Kristus.

e-JEMMi 45/2003


Seorang percaya di Asia Selatan telah memberitakan Kabar Baik kepada seorang pemimpin masyarakat yang mengurusi 200 keluarga. Pemimpin ini beserta keluarganya akhirnya memutuskan untuk membuka hati mereka kepada Kristus. Saat orang percaya ini memuridkan pemimpin masyarakat itu dan keluarganya, pemimpin itu memutuskan bahwa dia akan membuat rencana-rencana untuk mengenalkan 200 keluarga yang ada dibawah pimpinannya kepada Kristus.

Sumber: Advance: Feb. 5, 2003

  • Naikkan syukur kepada Tuhan yang telah menuntun seorang percaya di Asia Selatan untuk menginjili seorang pemimpin masyarakat yang berpengaruh sehingga bisa membuka pintu untuk memberitakan Injil kepada masyarakat yang dipimpinnya.
  • Berdoa untuk proses follow-up dan pemuridan yang dilakukan guna menolong pertumbuhan iman mereka.

e-JEMMi 07/2003

Asia Selatan Tahun 2004

Setelah memonitor beberapa pelayanannya di Asia Selatan dari jarak jauh, OMS International memutuskan untuk meluangkan banyak waktu dengan mengunjungi langsung tempat-tempat pelayanan tersebut. Perwakilan dari OMS mengatakan bahwa meskipun harus menghadapi budaya yang berbeda, mereka tetap bersemangat untuk memberitakan Injil dan kasih Kristus. "Allah bergerak melalui cara-cara yang luar biasa. Ada gerakan perintisan jemaat yang dirintis oleh para pekerja kejuruan yang memulai inisiatif untuk merintis gereja-gereja rumah. Kami juga melihat pelayanan sosial yang bergerak untuk membangun sekolah-sekolah." Para anggota OMS sungguh membutuhkan doa dan dukungan. "Kami melihat pelayanan di Asia Selatan untuk menambah semangat pelayanan kami. Juga dukungan doa yang diperlukan untuk melindungi pelayanan yang ada di Asia Selatan. Para pekerja di sana pasti menghadapi situasi-situasi sulit terutama karena mempertahankan iman mereka."

Sumber: Mission Network News, November 4th, 2004

  • Doakan para pekerja misi di Asia Selatan supaya tetap fokus pada pelayanan mereka untuk memberitakan Injil, meskipun ada banyak tantangan dan kesulitan yang mereka hadapi.
  • Berdoa agar Allah mencukupkan setiap kebutuhan yang diperlukan bagi pelayanan misi di Asia Selatan dan melindungi para pekerja dalam melakukan pelayanannya.

e-JEMMi 46/2002

Asia Selatan Tahun 2005

Akibat dari badai tsunami, ada sekitar 5 juta penduduk kehilangan rumah, dan sekitar 1,5 juta orang mengalami kelaparan. Para penduduk yang selamat dari bencana tersebut benar-benar mengalami trauma yang luar biasa dan sebagian besar dari mereka hampir tidak memiliki pengharapan. Perwaklian dari Open Doors menjelaskan tentang pelayanan terbaru yang dilakukan. Open Doors meluncurkan program "Wave of Hope" untuk para korban tsunami. Kami berharap bisa menyediakan bantuan jasmani dan rohani kepada para korban tsunami di negara-negara seperti Indonesia, Sri Lanka, dan India. Sebelum terjadi bencana, beberapa wilayah tersebut sudah "dikenal" karena penganiayaan yang dilakukan terhadap orang-orang percaya. Beberapa negara telah memiliki undang-undang kontroversial yang melarang masyarakatnya untuk pindah agama yang telah diterapkan ataupun yang sedang dirancang. Perwakilan dari Open Doors juga menjelaskan tentang hal terpenting dari pelayanan ini. "Sekarang ini merupakan waktu dan tempat yang tepat bagi kita untuk bersungguh-sungguh membesarkan hati saudara-saudara kita yang telah mengalami penganiayaan agar mereka bisa menjangkau orang-orang di sekitar mereka. Open Doors juga menjalin kerjasama dengan organisasi- organisasi Kristen dan gereja-gereja Kristen di negara-negara tersebut."

Sumber: Sumber: Mission Network News, January 18th 2005

  • Berdoa untuk para korban tsunami yang mengalami trauma dan kehilangan pengharapan. Berdoa agar Tuhan memakai anak-anak-Nya pergi melayani ke wilayah-wilayah yang dulu tertutup untuk Injil dan sekarang terbuka untuk memiliki pengharapan di dalam Tuhan.
  • Doakan para pekerja dan pelayanan Open Doors dalam menyediakan bantuan jasmani dan rohani bagi para korban tsunami agar mereka terus dipakai Tuhan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

e-JEMMi 05/2005


Sponsor untuk membantu anak-anak sangat dibutuhkan bagi wilayah- wilayah Asia yang dihantam gelombang tsunami. Saat ini, sudah lebih dari seminggu semenjak tsunami membunuh ratusan ribu orang dan mengakibatkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal. Dampak lainnya masih sedang diperhitungkan. Perwakilan dari World Vision yang saat ini masih berada di Asia mengatakan bahwa pelayanan World Vision di Sri Lanka telah kehilangan 100 orang anak yang mereka sponsori. Sementara itu, penilaian kebutuhan belum selesai dilakukan, karena ada banyak sekali kebutuhan yang belum terdeteksi dan tercukupi, terutama di Thailand. "Bencana tsunami tidak menghancurkan wilayah dimana kami mengadakan program pelayanan. Namun, kami perlu membangun dua tempat baru, satu di perbatasan Myanmar dan satu lagi di wilayah pantai di sebelah utara Phuket." Karena World Vision adalah pelayanan yang berbasis kekristenan, maka mereka semua melandaskan pelayanannya dalam nama Yesus Kristus. "Kami berpikir bahwa dalam situasi seperti saat ini, kami harus bisa menjadi contoh dalam kehidupan kami. Kemarin kami berbincang-bincang dengan seorang wanita tentang responnya. Dia mengatakan bahwa mereka merasa sangat dikasihi. Kami berpikir bahwa ini saatnya dan tempatnya untuk mensharingkan iman kami. Kadang-kadang dalam situasi seperti sekarang ini, Anda harus ekstra hati-hati dalam melakukan pelayanan Anda."

Sumber: Mission Network News, January 4th 2005

  • Doakan untuk World Vision yang saat ini sedang melayani korban bencana tsunami di Asia supaya terus melayani para korban dengan kasih dan boleh memiliki hikmat untuk menyatakan iman Kristen kepada para korban tsunami.
  • Berdoa untuk pelayanan World Vision di Sri Lanka dan di Thailand. Berdoa agar World Vision dapat mendeteksi dan membantu memenuhi kebutuhan para korban tsunami.

e-JEMMi 02/2005

Asia Selatan Tahun 2009

Bayangkan bila Anda sedang dalam perjalanan pulang dari gereja, lalu menunggu di halte bis, ketika sekelompok pria menghampiri Anda dan tanpa berkata apa-apa mulai memukuli Anda. Inilah yang terjadi pada SG ketika dia berada dalam perjalanan pulang setelah memimpin kebaktian pada tanggal 9 November kemarin. Enam pria dari kelompok anti-Kristen yang terkenal di daerah itu mendekatinya dan mulai memukulinya. Mereka tidak mengatakan apa-apa hingga orang banyak mengerumuni mereka.

"Pria ini membuat saudara-saudara kami memeluk agama asing," kata mereka. Perhatian orang banyak hanya tertuju pada tindakan kelompok pria anti-Kristen ini. Mereka menyobek pakaian SG, membanting tubuhnya ke tanah, dan menendanginya. Kemarahan mereka memuncak, dan mereka mencoba membunuhnya.

Karena kalah jumlah, SG tidak dapat meloloskan diri. Orang-orang radikal itu kemudian menyuruhnya untuk menyanyikan lagu pemujaan kepada dewa setempat. Namun SG menolaknya, "Meskipun kalian membunuhku, aku tidak akan melakukannya."

Akhirnya, orang-orang itu berhenti memukulinya dan meninggalkannya dengan lukanya yang parah di halte bus. Tidak seorang pun menawarkan bantuan kepadanya. Ketika SG akhirnya sampai di rumahnya, dia menghubungi pemimpin pelayanannya dan mendapatkan perawatan. Karena menerima pukulan bertubi-tubi di kepala, SG tidak dapat mendengar melalui telinga kanannya. Doakan agar dia dapat benar-benar disembuhkan dari serangan itu. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari: Mission News, November 2009

Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/13511

Pokok doa:

  • Doakan orang-orang yang telah menganiaya SG, agar Tuhan menjamah hati mereka, sehingga mereka bertobat dari hidup yang penuh kemarahan dan kebencian kepada orang-orang Kristen.

  • Berdoa bagi keluarga SG, agar Tuhan memberi kekuatan dan keteguhan hati. Doakan juga agar Tuhan mencukupkan setiap biaya yang diperlukan untuk pengobatan.

e-JEMMi 48/2009



Asia Selatan Tahun 2010

Di dunia barat, jarang orang membicarakan tentang kerasukan setan di luar pembahasan tentang film-film horor. Akan tetapi, di belahan dunia lain masalah ini sangat nyata.

Asia Selatan penuh dengan berbagai kasus orang-orang yang dirasuki setan. Peperangan rohani yang kasat mata ini sangat nyata. Satu-satunya cara menghentikannya adalah dengan doa.

Seorang remaja berumur 17 tahun di Asia Selatan baru-baru ini dirasuki oleh setan dan menjadi sangat buas. Remaja itu harus dirantai untuk mengikat kekuatan yang tidak natural ini, sama seperti orang yang kerasukan roh jahat yang muncul dari pekuburan di Markus 5.

Ketika seorang misionaris yang didukung oleh "Gospel For Asia" bertemu dengan anak ini serta keluarganya, dia menjelaskan kondisi sebenarnya perihal anaknya kepada keluarganya yang takut kepada anak itu. Kemudian dia bersaksi tentang Injil kepada keluarga itu dan membantu mereka mengerti bahwa satu-satunya jalan agar anak mereka dibebaskan adalah dengan beriman dan berdoa pada Yesus.

Beberapa misionaris-misionaris GFA berdoa dan berpuasa untuk anak itu. Lewat ketekunan doa mereka, anak itu akhirnya dilepaskan dari ikatannya.

Saat ini, remaja itu menghadiri gereja misionaris GFA. Penduduk desa yang mengenal pemuda itu terkesima dengan perubahannya, tetapi yang paling terkagum-kagum adalah orang tuanya. Sayangnya, kedua orang tuanya takut untuk bergabung dengan gereja karena kuatir tentang apa yang mungkin dipikirkan oleh keluarga dan tetangga-tetangganya.

Puji Tuhan atas transformasi yang terjadi dalam kehidupan remaja ini. Terus doakan keluargannya, dan minta agar Allah membuka mata mereka kepada Injil. Walaupun misionaris-misionaris GFA terus menghadapi cobaan-cobaan, mereka dapat terus memberitakan kebaikan Allah. (t/Uly)

Sumber: Mission News, Oktober 2010

[Selengkapnya: http://www.mnnonline.org/article/14817]

Pokok doa:

  • Mengucap syukur untuk pemulihan yang dialami remaja di Asia selatan ini setelah dilayani. Doakan agar remaja ini dan juga keluarganya dapat semakin bertumbuh di dalam pengenalannya akan Kristus.

  • Berdoa juga untuk banyak jemaat di Asia Selatan yang masih terikat dengan kuasa gelap, agar Roh Kudus memampukan dan memberi kekuatan kepada mereka untuk bisa lepas dari belenggu-belenggu kegelapan itu.

e-JEMMi 43/2010